Ahli Tekankan Klaim Sumber Air Pegunungan Harus Berdasar Penelitian Hidrogeologi dan Analisis Isotop Hidro

Esamesta.com – Pembahasan mengenai asal-usul sumber air pegunungan yang digunakan oleh produsen air minum Aqua masih menjadi topik yang menarik perhatian publik. Sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam peninjauan sumber air di pabrik Aqua Subang, Profesor Heru Hendrayana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bahwa menentukan apakah suatu sumber air layak disebut sebagai sumber air pegunungan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Hal ini harus didasarkan pada penelitian hidrogeologi dan analisis hidro isotop.

Menurut Prof. Heru, sumber air yang digunakan oleh Aqua memiliki karakteristik yang sama dengan sumber air pegunungan yang berasal dari wilayah tangkapan air di Gunung Tangkuban Perahu. “Sumber airnya memang berasal dari sistem hidrogeologi pegunungan. Itu dibuktikan lewat penelitian isotop yang menunjukkan kesamaan DNA sumber airnya dengan air yang turun dan tersimpan di sumber air pegunungan di mana pabrik Aqua berada,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengumuman SKD CPNS 2024, Cek Link Berikut Ini

Karakteristik Sumber Air Pegunungan

Heru juga menegaskan bahwa sumber air pegunungan tidak selalu harus diambil dari puncak gunung. Secara ilmiah, sumber air yang berasal dari lereng, kaki, atau dataran tinggi yang masih termasuk dalam sistem sumber air pegunungan juga tergolong sumber air pegunungan, selama asal-usulnya memang dari kawasan tersebut. “Jadi, lokasi pengambilan bisa di berbagai titik dalam sistem sumber air pegunungan, yang penting asal hidrologinya sama,” katanya.

Melalui riset isotop, para ahli dapat mengetahui asal muasal sumber air dan ketinggian tempat hujan jatuh yang menjadi sumbernya. “Setiap sumber air punya DNA-nya sendiri. Dari isotop air, kita bisa mendeteksi apakah sumber air itu benar berasal dari sumber air pegunungan atau bukan. Dalam kasus Aqua, hasilnya menunjukkan bahwa karakter sumber airnya sesuai dengan sumber air pegunungan,” ujarnya.

Penjelasan Mengenai Mata Air Pegunungan

Heru juga meluruskan persepsi bahwa sumber air pegunungan harus selalu berasal dari mata air di permukaan gunung. “Tidak semua mata air di gunung merupakan sumber air pegunungan. Ada yang hanya berasal dari air hujan dangkal yang cepat keluar kembali ke permukaan. Sumber air seperti itu berbeda dengan yang telah melalui sistem batuan dan proses alami di sumber air pegunungan,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al Haris: Budaya Lama Perlu Dihidupkan Kembali

Ia menegaskan bahwa sumber air permukaan terbuka, seperti air hujan langsung atau genangan, tidak digunakan oleh industri AMDK besar karena berisiko terpapar cemaran. “Yang perlu diwaspadai justru produk kecil yang mengklaim sumber air pegunungan tanpa bukti ilmiah. Sebuah perusahaan air minum harus memiliki riset komprehensif untuk membuktikan asal dan kualitas sumber airnya,” tutupnya.

Isu yang Muncul Terkait Klaim Aqua

Sebelumnya, Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) siap memanggil manajemen dan Direktur Utama PT Tirta Investama selaku produsen air minum kemasan merek Aqua terkait dugaan sumber air produksi dari sumur bor atau air tanah bukan air pegunungan. Rencana pemanggilan tersebut dilakukan setelah muncul dugaan bahwa sumber air produksi berasal dari sumur bor atau air tanah, bukan dari mata air pegunungan sebagaimana diklaim dalam iklan produk mereka selama ini.

Baca Juga :  Haris-Sani Menang Telak di Batanghari dari Hasil Pleno KPU

Isu ini mencuat setelah hasil inspeksi di salah satu pabrik AQUA menunjukkan penggunaan air tanah dari sumur bor dalam proses produksi. Padahal, dalam berbagai iklan televisi dan media digital, Aqua selama ini dikenal dengan slogan “Air pegunungan yang murni dan alami”, yang memberi kesan bahwa airnya berasal langsung dari sumber mata air pegunungan.

Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait kejujuran klaim iklan dan transparansi sumber air, terutama karena label dan citra merek Aqua telah lama mengasosiasikan diri sebagai air murni dari pegunungan. (del)