Esamesta.com, Seleb -Ummi Quary kembali menjadi sorotan publik setelah berbagi cerita yang penuh makna dalam podcast Comic 8 Revolution dengan judul “Ummi: Tanpa Mama, Duniaku Hancur | Butik Haji Igun.” Dalam tayangan tersebut, Ummi mengungkapkan perasaan emosionalnya tentang sosok ibunya yang selama ini menjadi sumber kekuatan terbesar dalam hidupnya.
Dalam sesi wawancara bersama Ivan Gunawan dan Pam Pam, Ummi beberapa kali menahan air mata ketika menceritakan hubungan istimewanya dengan sang ibu. Ia menyatakan bahwa setiap kali berbicara mengenai ibunya, ia merasa sangat sensitif karena hampir semua pencapaian dalam hidupnya berasal dari usaha dan doa sang ibu.
“Setiap hari bertemu mama itu selalu membuatku sensitif. Rasanya, hidupku ini benar-benar hasil dari perjuangan dan doanya,” ujar Ummi dengan suara bergetar. Ia juga menambahkan bahwa ibunya adalah sosok yang paling percaya pada kemampuannya untuk sukses, bahkan ketika banyak orang meragukannya.
Menurut Ummi, sang ibu tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Sejak kecil, ibunya selalu meyakinkan bahwa Ummi mampu mewujudkan setiap impiannya, termasuk keinginannya untuk tampil di televisi. “Kalau papa dulu realistis, bilang cukup fokus sekolah saja. Tapi mama selalu yakin kalau anaknya bisa sampai di titik ini,” tuturnya dengan penuh haru.
Selain menjadi penyemangat, sang ibu juga merupakan tempat Ummi bersandar ketika menghadapi masa-masa sulit. Ia mengenang satu momen ketika dirinya mengalami kekecewaan dan kehilangan semangat hidup. “Pernah aku datang ke mama hanya untuk meminta pelukan. Aku bilang, ‘Ma, boleh peluk nggak?’ Saat itu, rasanya pelukan mama adalah hal darurat yang paling aku butuhkan. Kalau mama nggak ada, aku tidak tahu harus ke siapa lagi,” ucapnya.
Ummi juga mengungkapkan ketakutannya kehilangan sosok ibu. Ia menegaskan bahwa hal yang paling menakutkan baginya bukanlah kegagalan dalam karier, melainkan kehilangan sang mama. “Hal yang paling aku takutkan di dunia ini cuma kehilangan mama. Bahkan kalau mama hanya sakit kepala saja, aku langsung panik,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara, Ummi merasa memiliki kedekatan yang sangat erat dengan ibunya. Ia memahami betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan ibunya untuk membesarkan ketujuh anaknya. “Mama sudah menjalani kehidupan yang berat sejak muda. Aku anak terakhir, jadi mungkin paling dekat dengan mama, dan paling sering mengganggunya juga,” ujarnya sambil tersenyum.
Ummi juga menuturkan bahwa sang ibu kini mulai mendoakannya agar segera menemukan jodoh. Namun, Ummi mengaku belum memiliki keinginan untuk menikah dalam waktu dekat. “Mama pernah bilang, ‘Nada, semoga dapat jodoh yang baik, nikah dong.’ Tapi aku jawab, ‘Belum tahu, Ma, mungkin nanti umur 29 atau 30. Aku belum siap menikah sekarang’,” ungkapnya.
Ummi menjelaskan bahwa alasan belum ingin menikah bukan karena tidak percaya pada cinta, tetapi karena ingin menemukan pasangan yang benar-benar tepat. “Aku tidak ingin salah memilih. Hidup itu panjang, aku tidak mau bersama seseorang yang justru menguras energi dan batin. Aku ingin bersama orang yang membuatku tenang,” jelasnya.
Selain itu, Ummi juga membagikan pengalaman saat melaksanakan ibadah umrah bersama sang ibu. Ia menyebut momen tersebut sebagai salah satu pengalaman paling berharga dalam hidupnya. “Saat umrah, aku bilang ke mama, ‘Ma, kita bisa sampai sini tuh kayak mimpi ya.’ Aku merasa sangat bersyukur bisa membawa mama ke Tanah Suci,” tuturnya dengan penuh rasa haru.
Dalam perbincangan itu, Ivan Gunawan turut memberikan tanggapan yang bijak. Ia menyampaikan bahwa siapa pun akan tersentuh ketika berbicara mengenai sosok ibu. “Seseru apapun dunia hiburan, kalau sudah berbicara tentang ibu, siapa pun pasti akan luluh,” ujar Ivan.
Ivan Gunawan juga mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang sabar dan pemaaf. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa “iman yang paling utama adalah sabar dan pemaaf.” Menurutnya, menjadi pribadi yang sabar dan mampu memaafkan merupakan hal yang sulit, namun sangat penting untuk dijaga dalam kehidupan. (sam)







