Film Solata Sebagai Terapi bagi Rendy Kjaernett

Esamesta.com, Film – Solata, karya sutradara Ichwan Persada, bukan hanya sebuah film. Bagi Rendy Kjaernett, film ini menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia menyebut bahwa memerankan karakter Angkasa bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk terapi yang membantunya menghadapi masa lalunya.

Rendy mengaku terhubung secara emosional dengan karakter Angkasa sejak pertama kali membaca naskahnya. “Aku bilang ke Mas Ichwan, bagus banget ceritanya. Aku mau banget main Angkasa. Bahkan kalau enggak dibayar pun enggak apa-apa, karena ini karakter manusia, bukan superhero. Aku bisa jadi Rendy di situ,” ujarnya.

Menurutnya, Solata menggambarkan perjalanan seorang manusia yang gagal, jatuh, dan kemudian menemukan kembali dirinya lewat kesempatan kedua. “Angkasa tuh jadi bagian dari semua orang yang nonton. Tuhan tuh adil, Dia akan ngasih balik hal-hal yang hilang dengan cara yang berbeda, cara yang bikin kita jadi lebih baik,” katanya.

Kesempatan Kedua untuk Semua

Bagi sutradara Ichwan Persada, keputusan memilih Rendy Kjaernett bukan tanpa risiko. Ia mengaku sempat menghadapi pertanyaan dan penolakan dari banyak pihak terkait masa lalu sang aktor. Namun, ia tetap teguh pada keyakinannya. “Gue bilang ke orang-orang, semua orang berhak atas kesempatan kedua. Kita bikin film ini dengan pemahaman itu. Semua orang punya masa lalu, cuma enggak semua kelihatan aja,” tutur Ichwan.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Kostum Animal Secara Gratis Di Dragon Nest M SEA

Ia menambahkan, keputusannya lebih banyak didasari oleh intuisi dan integritas Rendy di lokasi syuting. “Banyak yang menentang, tapi gue cek ke kru dan tim, enggak ada yang bilang Rendy negatif. Semua bilang dia enak diajak kerja, attitude-nya bagus. Jadi ya sudah, kami jalan. Karena kalau dia bisa lewati masa lalunya, berarti dia memang pantas di titik ini,” ujarnya.

Sutradara Ichwan Persada (kiri), aktris Rachel Natasya, dan aktor Rendy Kjaernett ketika mempromosikan film Solata di kantor Tempo, Jakarta, 15 Oktober 2025. Film yang akan tayang mulai 6 November 2025 ini mengangkat tema pendidikan, persahabatan, dan budaya Toraja. Tempo/Ratih Purnama

Proses Syuting yang Menyembuhkan

Bagi Rendy, pengalaman syuting di Tana Toraja terasa begitu personal. Ia menyebut momen-momen di sana sebagai fase penyembuhan dirinya sendiri. “Pas duduk bareng Mas Ichwan di Olon, kalimat yang keluar cuman ‘makasih ya mas, terapinya. I need this.’ Aku enggak ngelihat film ini sebagai pekerjaan. Rasanya kayak jadi Rendy lagi, tapi versi yang lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  11 Makanan yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung Anda

Rendy juga menceritakan betapa tulusnya anak-anak lokal yang menjadi lawan mainnya di lokasi syuting. “Nggak ada satu pun yang nanya soal masa lalu aku. Mereka cuma lihat aku dan Rachel (lawan mainnya) sebagai kakak yang kerja bareng. Mereka main natural banget, dan itu yang bikin aku belajar banyak,” katanya.

Ichwan pun mengamini hal itu. “Di Toraja nggak ada satu pun orang yang nyebut masalah itu. Semua fokus kerja, semua tulus,” ujarnya.


Film Solata dibintangi Rendy Kjaernett tayang di bioskop mulai 6 November 2025. Dok. Walma Pictures dan Indonesia Sinema Persada

Momen Paling Berkesan: Upacara Bendera di Sekolah

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Rendy adalah ketika ia dan kru menyaksikan upacara bendera di sekolah setempat. “Semua anak-anak serius banget waktu upacara. Mereka sungguh-sungguh, bukan karena takut nilai jelek atau gurunya marah. Aku sampai terharu banget lihat bendera dikibarkan. Itu momen mahal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cerdas dan Berbakat! 6 Shio Jadi Juragan, Bisnis Cermat Bawa Kekayaan, Cek Shiomu!

Ichwan Persada menegaskan bahwa Solata dibuat bukan untuk mengejar tren, tetapi untuk meninggalkan makna. “Solata itu mungkin enggak mahal produksinya, tapi mahal ceritanya dan orang-orang di dalamnya,” ucapnya.

Sementara bagi Rendy, film ini bukan hanya karya, tapi juga perjalanan spiritual dan emosional. “Aku berharap orang nonton Solata bukan cuman lihat keindahan Toraja, tapi bisa lihat inti ceritanya, tentang bagaimana Tuhan bisa ambil sesuatu dari hidup kita, tapi diganti dengan hal yang lebih bernilai,” katanya.

Solata siap tayang di bioskop mulai Kamis, 6 November 2025. Disutradarai sekaligus diproduseri oleh Ichwan Persada, film ini mengisahkan perjalanan Angkasa (diperankan oleh Rendy Kjaernett), seorang pria dari Jakarta yang memilih menjadi relawan guru di pedalaman Tana Toraja setelah melalui masa hidup yang penuh kegagalan dan kehilangan arah. (sam)