Esamesta.com, Carabao Cup – Liverpool kembali mengalami kekalahan yang menyakitkan. Tim asuhan Arne Slot harus tersingkir dari Piala Carabao setelah kalah 0-3 dari Crystal Palace dalam laga putaran keempat di Anfield, Rabu malam waktu setempat. Dua gol yang dicetak oleh Ismaila Sarr dan satu gol tambahan dari Yeremy Pino memastikan langkah Palace menuju perempat final. Kekalahan ini juga memperpanjang rentetan buruk The Reds yang telah kalah enam kali dari tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Rotasi Besar yang Berujung Petaka
Arne Slot melakukan rotasi besar dengan menurunkan 10 pemain berbeda dari skuad utama. Namun, keputusan tersebut justru berujung pada kekalahan yang memalukan. Performa Palace jauh lebih efektif dan disiplin sepanjang pertandingan, sementara Liverpool tampak tidak konsisten.
Tekanan yang Meningkat
Arne Slot kini berada di bawah tekanan setelah Liverpool gagal tampil konsisten sejak kekalahan pertama mereka musim ini, yang ironisnya juga datang dari Palace di ajang Premier League bulan lalu. Kekalahan ini menambah keraguan terhadap strategi yang diambil oleh pelatih.
Permainan Dominan Palace
Crystal Palace tampil percaya diri sejak awal. Kiper muda Freddie Woodman, yang menjalani debutnya untuk Liverpool, sempat melakukan beberapa penyelamatan penting dari peluang Will Hughes dan Sarr. Namun, tekanan tim tamu akhirnya berbuah hasil. Pada menit ke-41, upaya Joe Gomez untuk memotong bola justru berubah menjadi umpan matang bagi Sarr yang dengan tenang menaklukkan Woodman untuk membawa Palace unggul 1-0.
Gol-gol Cepat yang Membingungkan
Empat menit berselang, kesalahan lini belakang Liverpool kembali dimanfaatkan Palace. Sarr bekerja sama dengan Yeremy Pino melalui umpan satu-dua cepat yang diakhiri sontekan Sarr untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Dua gol cepat itu membuat Anfield terdiam, sementara tim tamu semakin nyaman mengontrol tempo permainan.
Upaya Liverpool yang Tidak Efektif
Memasuki babak kedua, Liverpool berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun, rotasi besar yang dilakukan Slot membuat permainan mereka tidak solid. Rio Ngumoha dan Kieran Morrison sempat memiliki peluang, tetapi penyelesaian akhir mereka belum mampu menembus pertahanan Palace. Di sisi lain, Sarr kembali menjadi ancaman sebelum ditarik keluar setelah satu jam pertandingan, memberi kesempatan bagi Palace menjaga energi menghadapi laga Premier League berikutnya.
Kartu Merah yang Memperparah Kekalahan
Harapan Liverpool untuk bangkit semakin sirna ketika bek muda Amara Nallo, yang baru masuk dari bangku cadangan, menerima kartu merah langsung pada menit ke-79 setelah melanggar Justin Devenny. Bermain dengan 10 pemain, tuan rumah semakin kesulitan membendung serangan Palace.
Gol Penutup yang Menentukan
Di menit ke-88, Yeremy Pino memastikan kemenangan tim tamu. Pemain sayap asal Spanyol itu menuntaskan serangan balik cepat dengan tembakan akurat ke sudut kanan gawang Woodman. Gol tersebut menjadi penutup bagi performa dominan Palace dan mempertegas keunggulan mereka atas Liverpool di tiga pertemuan musim ini — termasuk kemenangan di Community Shield dan Premier League.
Konsekuensi dan Pelajaran
Bagi Palace, kemenangan ini menjadi bukti konsistensi di bawah arahan Oliver Glasner, yang kini membawa timnya melangkah ke delapan besar Carabao Cup dan menjaga peluang meraih trofi kedua dalam dua musim terakhir. Sementara bagi Liverpool, kekalahan ini memperpanjang periode sulit yang telah membayangi mereka sepanjang Oktober, dengan pertanyaan besar yang kini mengarah kepada keputusan rotasi Arne Slot dan ketidakstabilan tim di semua lini.
Tantangan Berikutnya
Liverpool akan mencoba bangkit saat menghadapi lawan berikutnya di Premier League akhir pekan ini, tetapi tersingkirnya mereka dari Carabao Cup menandai berakhirnya satu peluang untuk menambah koleksi gelar musim ini. Bagi Crystal Palace, kemenangan 3-0 di Anfield menjadi bukti nyata bahwa mereka kini bukan lagi sekadar kejutan, melainkan kekuatan yang semakin solid di kompetisi Inggris. (sam)







