Apakah Semua Penderita Kanker Harus Terapi Kimia?

Esamesta.com, Kesehatan – Kanker masih menjadi salah satu penyakit yang paling menakutkan bagi banyak orang. Mengingat kanker adalah penyebab kematian kedua terbanyak di dunia, wajar jika kita perlu mewaspadai penyakit ini. Kanker adalah kondisi di mana sel-sel dalam tubuh berkembang secara tidak normal akibat mutasi genetik. Gen-gen tersebut menginstruksikan sel untuk tumbuh dan membelah diri. Namun, pada penderita kanker, mutasi genetik membuat sel mendapatkan instruksi yang salah, sehingga tumbuh dan membelah dengan cepat, menghasilkan sel abnormal yang merusak sel sehat.

Dengan semakin majunya dunia kesehatan, pengobatan untuk kanker semakin beragam. Salah satu pengobatan yang paling populer adalah kemoterapi. Lalu, apa itu kemoterapi, dan apakah semua pasien kanker harus menjalani pengobatan ini?

1. Kemoterapi Dilakukan dengan Memakai Obat-Obatan yang Bisa Menghancurkan Sel Kanker

Kemoterapi bisa dibilang sebagai jenis pengobatan kanker yang paling umum digunakan. Bukan tanpa alasan, karena dibandingkan dengan metode lain seperti operasi atau radioterapi yang hanya menangani kanker di area tertentu, kemoterapi dapat “menghilangkan” sel kanker hampir di seluruh bagian tubuh.

Baca Juga :  Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Kecerdasan!

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk mencegah pertumbuhan dan menghancurkan sel kanker. Obat ini dimasukkan ke dalam tubuh melalui berbagai cara, mulai dari suntikan, pil, hingga krim yang dioleskan ke kulit. Metode yang paling umum adalah melalui infus, di mana obat masuk ke dalam pembuluh darah dan bergerak ke seluruh tubuh untuk mencari dan menghancurkan sel-sel kanker.

2. Di Sisi Lain, Kemoterapi Juga Memiliki Efek Negatif bagi Tubuh

Meskipun kemoterapi merupakan pilihan populer untuk mengobati kanker, terapi ini juga memiliki efek samping. Obat-obatan untuk kemoterapi bertujuan untuk menghancurkan sel kanker, tetapi mereka belum cukup canggih untuk membedakan antara sel kanker dan sel sehat. Akibatnya, obat ini menghancurkan sel-sel yang tumbuh dengan cepat, termasuk sebagian sel sehat.

Efek negatif dari kerusakan sel sehat ini bisa berupa anemia, pendarahan, mudah lelah, rambut rontok, mulut kering, sariawan, mual, penurunan berat badan, dan sejumlah efek lainnya. Meski efek ini biasanya berkurang setelah pengobatan selesai, beberapa pasien mungkin mengalami gangguan jangka panjang pada organ dalam seperti ginjal, paru-paru, saraf, organ reproduksi, bahkan jantung.

Baca Juga :  Kasus Meningkat, Apa Itu Influenza A?

3. Kemoterapi Sering Kali Dikombinasikan dengan Pengobatan Lainnya Agar Lebih Efektif

Kemoterapi sering dipilih oleh pasien kanker, namun tidak semua pasien bisa menjalani pengobatan ini. Beberapa jenis kanker memiliki sel abnormal yang bisa menghindari efek kemoterapi karena perubahan molekuler atau genetik. Untungnya, kemoterapi bukan satu-satunya opsi pengobatan. Terdapat berbagai metode lain seperti imunoterapi, radioterapi, terapi hormon, terapi target, operasi, ablasi, hingga transplantasi sumsum tulang belakang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan kemoterapi dengan imunoterapi bisa memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya melakukan satu pengobatan saja. Kadang, kemoterapi dilakukan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran tumor, sehingga operasi lebih mudah dilakukan. Atau, kemoterapi bisa dilakukan setelah pengobatan lain untuk mencegah kanker kembali.

Baca Juga :  Tips Ampuh Mengatasi Duri Ikan yang Nyangkut di Tenggorokan

4. Jadi, Apakah Penderita Kanker Harus Kemoterapi?

Apakah kemoterapi sudah terbukti ampuh? Jawabannya ya. Namun, apakah semua penderita kanker harus menjalani kemoterapi? Jawabannya tidak selalu. Pemilihan pengobatan kanker tergantung pada berbagai faktor seperti jenis kanker, usia, dan kondisi pasien.

Karena efek samping yang bisa sangat berat, pasien sebelum menjalani kemoterapi harus dalam kondisi bugar dan sehat. Dokter mungkin tidak merekomendasikan kemoterapi jika pasien tidak cukup kuat untuk menghadapi efek sampingnya, terutama jika usianya sudah tua atau kondisi organ tubuhnya tidak cukup kuat. Selain itu, tidak semua kanker merespons kemoterapi dengan baik. Tumor yang ditemukan sejak dini bisa dioperasi tanpa perlu kemoterapi.

Kemoterapi memang telah terbukti efektif dalam melawan kanker. Namun, seperti pengobatan lainnya, proses ini tidak mudah. Dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting. Meski kamu tidak bisa membantu mengalahkan kanker secara langsung, dukunganmu bisa memberikan energi tambahan bagi mereka untuk tetap berjuang dan menjadi pemenang. (del)