Mercedes Tetap Dengan Russell dan Antonelli di F1 2026

Esamesta.com, F1 – Setelah kepergian Lewis Hamilton ke Ferrari pada 2025, Mercedes secara resmi memilih George Russell untuk menjadi pemimpin tim. Ini merupakan langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan penuh dari manajemen terhadap kemampuan Russell dalam menghadapi tantangan di F1. Meskipun awalnya sulit untuk menilai performa Mercedes dibandingkan pesaing, kinerja Russell telah membuktikan bahwa ia layak menjadi tulang punggung tim.

Pada musim pertamanya bersama Mercedes, Russell tampil luar biasa baik dalam kualifikasi maupun balapan. Ia mampu mengalahkan Hamilton dalam satu putaran selama mereka bersama, dan sekarang ia menunjukkan ketangguhan serta ketenangan di bawah tekanan. Kemenangannya di GP Kanada dan GP Singapura adalah bukti nyata dari perubahan signifikan dalam dirinya.

“George sangat tangguh tahun ini. Saya belum melihat adanya kesalahan,” ujar Toto Wolff, prinsipal Mercedes. “Ada akhir pekan di mana ia sendiri mengatakan, saya bisa melakukan lebih banyak dan saya tidak menjalani balapan dengan baik. Tapi, ini terjadi pada pembalap mana pun. Namun, Anda bisa melihat ketika itu menyatu, mobil berada di ruang yang sempurna, dan pembalap berada di atas segalanya, itu menjadi formula yang dominan.”

Perkembangan yang Menarik

Perubahan yang terjadi pada Russell cukup mencolok. Dulu, ia sering kali membuat kesalahan seperti saat menyentuh dinding saat mengejar Carlos Sainz dan Lando Norris. Namun, kini ia sudah jauh lebih matang dan percaya diri. “Saya adalah pembalap yang sangat berbeda dengan saya beberapa tahun lalu, dan saya merasa lebih lengkap, lebih percaya diri,” ujarnya. “Saya tahu persis apa yang harus saya lakukan dalam situasi tertentu. Saya merasa siap untuk bertarung memperebutkan gelar juara.”

Baca Juga :  Daftar Lengkap Pembalap Formula 1 2025

Ketika ditanya oleh Esamesta.com tentang apa yang sebenarnya telah berubah sejak 2023, Russell menjawab, “Saya pikir itu datang dari pengalaman, hanya mengetahui bagaimana memaksimalkan setiap situasi. Mungkin beberapa tahun yang lalu saya mengemudi dengan sedikit lebih tegang dan terlalu memaksakan diri dalam situasi yang tidak seharusnya. Sekarang, saya merasa jauh lebih rileks.”

Menghadapi Keberanian Verstappen

Meski demikian, peran Russell sebagai pemimpin tim secara de facto masih diperdebatkan. Wolff bahkan melakukan percakapan eksploratif dengan Max Verstappen selama titik terendah dari kemerosotan skuad Milton Keynes pada 2025. Russell tetap tenang dan mengatakan bahwa hal tersebut wajar bagi Mercedes untuk menjajaki kesepakatan dengan pembalap terbaik yang ada.

“Saya tidak menganggapnya secara pribadi, karena saya telah menjelaskan sejak awal, saya senang menjadi rekan setim dengan siapa pun,” lanjut Russell. “Siapa pun rekan setim saya nantinya, itu bukan masalah bagi saya.”

Baca Juga :  Cara Merawat Aki Mobil Agar Awet dan Tahan Lama

Namun, penjajakan Verstappen dan penundaan kontrak Russell menunjukkan situasi yang tidak biasa. Russell dikelola oleh Wolff dan Mercedes, sehingga ia tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas nasibnya sendiri. Saat ini, kontrak baru Russell belum diumumkan, tetapi fleksibilitas masih tersedia.

Fleksibilitas dan Prioritas Utama

Russell menyatakan bahwa fleksibilitas harus bekerja dua arah. Ia tidak ingin tangannya terikat sepenuhnya jika skenario sebaliknya terjadi dan opsi yang lebih kompetitif muncul. “Prioritas nomor satu adalah memiliki mobil yang bisa memenangkan kejuaraan dunia, dan saya ingin itu bersama Mercedes,” katanya. “Saya pikir para pembalap yang mengejar kontrak jangka panjang merasa bahwa mereka membutuhkan keamanan itu. Saya tidak pernah memiliki kontrak jangka panjang, dan saya tidak membutuhkan kontrak jangka panjang, karena itu harus selalu tentang performa.”

Ambisi Russell untuk Bertarung Memenangkan Gelar Juara

Jika Mercedes berhasil kembali ke jalur perebutan gelar juara, Russell akan mendapatkan kesempatan yang sudah lama ia dambakan. Setelah bergabung dengan tim ketika kekuatannya berkurang di awal era ground-effect, ia kini semakin lapar untuk bertarung. “Saya jelas lebih lapar dari sebelumnya,” ujarnya kepada Esamesta.com. “Saya berharap saat ini, setelah tujuh musim, setidaknya saya sudah memiliki satu tahun untuk bertarung memperebutkan gelar juara.”

Baca Juga :  Toyota Pal 10 Jambi dengan Ruang Tunggu Bengkel yang Nyaman

Antisipasi terhadap Antonelli

Di sisi lain garasi, tidak ada keraguan mengenai perpanjangan masa tinggal Antonelli untuk beberapa waktu sekarang. Konfirmasi resmi bahwa pembalap berusia 19 tahun itu akan tetap tinggal di tempatnya akan menjadi suntikan semangat bagi pemuda Italia itu. Meskipun awalnya dia menghadapi tantangan berat, Antonelli kini mulai menunjukkan potensinya.

Penyesuaian dan Persiapan untuk Musim Depan

Wolff tidak pernah membantah bahwa ia telah memberikan perlakuan yang brutal kepada Antonelli. Namun, setelah beberapa kesalahan awal, Antonelli mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Dia telah menunjukkan kepada kami cukup banyak hal di awal musim ini untuk mengkonfirmasi ekspektasi kami bahwa dia memiliki talenta untuk berada di F1 dan bersama Mercedes,” ujar Andrew Shovlin, direktur teknik sisi lintasan.

Antonelli sekarang bisa melakukannya tanpa harus melihat ke belakang, karena Mercedes tetap berpegang teguh pada rencana yang sebenarnya. Untuk menghilangkan rasa kegalauan Antonelli sebagai rookie dan memastikan ia sepenuhnya siap untuk era F1 2026, Mercedes berencana membawanya dan Russell ke tingkat yang lebih tinggi. (sam)