Sejarah Jembatan Aurduri 1, Penghubung Jambi-Pekanbaru, Medan dan Aceh

Esamesta.com, Ragam – Berikut sejarah Jembatan Aurduri 1 yang juga disebut Jembatan Batanghari (BH) 1.

Mulai dibangun tahun 1982, Jembatan Aurduri 1 selesai pembangunannya dan diresmikan pada tahun 1989 oleh Presiden Soeharto.

Pembangunan Jembatan Aurduri 1 pada masa jabatan Gubernur Jambi Masychun Sofwan.

Jembatan Aurduri 1 menjadi akses vital di Provinsi Jambi terutama di jalan lintas timur, yang menghubungkan Jambi dengan Pekanbaru, Medan dan Aceh.

Baca Juga :  Warga Kota Jambi Kagumi H Abdul Rahman: Orangnya Dermawan

Baca Juga : Peradaban Kuno Ditemukan di Bawah Laut India

Jembatan Aurduri 1 memiliki panjang sekitar 504 meter dengan lebar sekitar 9 meter, termasuk trotoarnya dan memotong Sungai Batanghari.

Kala itu desain Desain Jembatan Aurduri 1 mempertimbangkan kebutuhan transportasi masa depan.

Jembatan Aurduri seolah menjadi simbol perkembangan sosial dan ekonomi karena memiliki peranan yang sangat penting pada perkembangan Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Cara Memperbaiki Tv Polytron Diva Xbr Mati Total

Sejak pembangunannya, Jembatan Aurduri 1 memainkan peran vital dalam menghubungkan berbagai wilayah di Jambi, memfasilitasi transportasi dan perdagangan, serta mendukung perekonomian lokal dan regional.

Sejarah Jembatan Aurduri 1
Jembatan Aurduri 1. Foto : Esamesta.com
Jembatan Aurduri 1 atau Jembatan Batanghari I di Kota Jambi memiliki sejarah sebagai berikut:
  • Dibangun pada tahun 1982 
  • Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 Oktober 1989 
  • Menghubungkan Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura dengan Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk 
  • Melintasi Sungai Batanghari 
  • Memiliki panjang sekitar 504 meter dan lebar sekitar 9 meter, termasuk trotoarnya 
  • Berperan penting dalam menghubungkan Kota Jambi dengan kota besar lainnya seperti Pekanbaru, Medan, dan Aceh 
Baca Juga :  Jangan Sampai Salah Beli, Berikut 8 Bahaya Charger HP Palsu

Demikian sejarah singkat Jembatan Aurduri 1 yang esamesta.com rangkum dari berbagai sumber. (sam)