Jadi Arsitek Rumah Impian: 9 Langkah Dasar Membangun Rumahmu

Esamesta.com, Griya – Merancang rumah pribadi adalah impian banyak orang. Tidak harus menjadi arsitek profesional untuk dapat memahami dasar-dasar dalam proses desain rumah. Dengan memahami tahapan mendasar berikut ini, siapa pun dapat berperan aktif dalam merancang hunian yang nyaman dan fungsional.

Mengumpulkan Data Tanah dan Lingkungan Sekitar

Langkah pertama dalam proses desain adalah mengumpulkan data mengenai ukuran lahan. Catat lebar dan panjang tanah, serta kondisi lingkungan di sekelilingnya—bagian depan, belakang, kanan, dan kiri. Biasanya sisi depan menghadap jalan, sehingga penting untuk mengetahui batas lahan dengan fasilitas umum.

Menentukan Ukuran Bangunan

Setelah data lahan diketahui, tentukan ukuran bangunan yang akan dibangun. Ukuran ini akan menentukan luas total rumah. Misalnya, rumah dengan ukuran 6 x 6 meter termasuk kategori tipe 36. Penentuan ukuran bangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan luas tanah yang tersedia.

Menyusun Kebutuhan Ruang

Daftar kebutuhan ruang menjadi dasar dalam menentukan tata letak. Ruang-ruang umum seperti teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, serta kamar tidur merupakan elemen utama. Selain itu, ruang tambahan seperti garasi, carport, taman, atau ruang kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.

Baca Juga :  10 Cara Menghitamkan Rambut Secara Alami

Memperhatikan Peraturan Pemerintah Setempat

Setiap daerah memiliki aturan bangunan yang berbeda. Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Garis Sempadan Bangunan (GSB): batas minimal antara bangunan dan jalan.
  • Koefisien Dasar Bangunan (KDB): persentase maksimal luas bangunan terhadap luas tanah.
  • Koefisien Lantai Bangunan (KLB): luas total bangunan jika memiliki lebih dari satu lantai.

Peraturan ini bersifat hukum dan wajib dipatuhi untuk menghindari masalah di masa depan, terutama saat pengajuan izin mendirikan bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Membuat Grid Perencanaan

Langkah berikutnya adalah membuat grid atau garis bantu pada denah sebagai panduan pembagian ruang. Ukuran grid biasanya 3 x 3 meter untuk standar kenyamanan, namun dapat diperbesar sesuai kebutuhan. Pembagian grid membantu memperkirakan jumlah ruang dan area sirkulasi di dalam rumah.

Baca Juga :  trik sulap pemula menggandakan bolla ping pong dengan mudah

Menentukan Hubungan Antar Ruang

Setelah pembagian grid, langkah selanjutnya adalah mengatur hubungan antar ruang. Penggabungan beberapa fungsi ruang sering dilakukan pada rumah dengan lahan terbatas, misalnya ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga atau ruang makan yang terhubung langsung dengan dapur. Konsep ruang terbuka (open space) juga bisa diterapkan agar rumah terasa lebih lega.

Mengatur Alur Sirkulasi dan Posisi Pintu

Alur sirkulasi merupakan jalur perpindahan antar ruang. Penempatan pintu harus mempertimbangkan arah pergerakan penghuni agar aktivitas di dalam rumah tetap nyaman dan efisien. Pintu utama, pintu kamar, serta akses menuju area servis perlu ditempatkan secara strategis.

Menata Layout Interior

Tahapan ini mencakup pengaturan posisi furnitur di setiap ruang. Contohnya, menentukan ukuran dan bentuk sofa di ruang tamu, jumlah kursi dan ukuran meja di ruang makan, serta posisi tempat tidur dan lemari di kamar tidur. Hindari menempatkan tempat tidur tepat di depan pintu, dan manfaatkan area dekat pintu untuk meja kecil yang fungsional.

Baca Juga :  Ketua DPRD Jambi M Hafiz Fattah Apresiasi Kinerja Polda Jambi

Menentukan Penempatan Jendela dan Pencahayaan

Penempatan jendela sangat penting untuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Pertimbangkan arah datangnya sinar matahari dan aliran udara agar rumah terasa sehat dan nyaman. Selain itu, hindari penempatan jendela yang bertabrakan dengan posisi furnitur besar seperti lemari atau tempat tidur.

Mendesain rumah sendiri tidak harus rumit. Dengan memahami sembilan langkah dasar di atas—mulai dari pengumpulan data lahan hingga penentuan pencahayaan—setiap orang dapat menyusun konsep rumah yang sesuai kebutuhan. Kunci utamanya adalah perencanaan yang matang, kepatuhan terhadap aturan, serta kreativitas dalam menata ruang. Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat menciptakan hunian yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan keluarga. (sam)