Esamesta.com, Bola – Setelah meraih hasil sempurna dalam dua laga kandang, perjalanan Persija Jakarta berlanjut ke medan perang penuh gengsi. Macan Kemayoran dijadwalkan bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (11/) pukul 15.30 WIB, untuk menghadapi rival abadi, Persib Bandung, pada lanjutan Super League 2025/2026.
Laga bertajuk El Clasico Indonesia ini kembali menjadi ujian besar bagi Persija. Pelatih Mauricio Souza menegaskan timnya tak ingin lengah menghadapi kekuatan Persib yang dinilai memiliki kualitas mumpuni serta dihuni sejumlah pemain tim nasional.
Souza memastikan persiapan matang akan menjadi fokus utama Persija sepanjang pekan ini. Menurutnya, duel sarat tensi seperti ini tak memberi ruang untuk kesalahan sekecil apa pun.
“Di minggu ini kami akan mulai mempelajari Persib. Kami tahu kualitas mereka dan investasi besar yang dilakukan. Ada beberapa pemain tim nasional juga di sana,” ujar Mauricio.
Meski datang sebagai tim tamu, Persija tak berniat sekadar bertahan. Mauricio menegaskan Macan Kemayoran akan tetap bermain dengan identitas sendiri, sembari menunjukkan rasa hormat kepada lawan.
“Kami respek kepada Persib, tapi kami datang untuk bermain. Kami akan menggunakan skema kami sendiri dan mengejar objektif yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Namun, Persija harus menatap laga besar ini dengan kondisi skuad yang belum ideal. Beberapa pemain kunci masih absen akibat sanksi dan cedera. Fabio Calonego serta Ryo Matsumura masih menjalani hukuman Komite Disiplin (Komdis) PSSI, sementara Gustavo Almeida belum sepenuhnya pulih dari cedera.
Situasi ini membuat Persija beberapa pekan terakhir tampil tanpa kekuatan penuh. Pada laga terakhir kontra Persijap Jepara, Fabio absen karena hukuman kartu merah plus dua laga tambahan dari Komdis. Sementara Jordi Amat dan Emaxwell Souza tak bisa tampil lantaran kondisi fisik yang belum prima.
Meski demikian, absennya sejumlah pemain utama justru membuka ruang bagi talenta muda untuk unjuk kemampuan. Dalam kemenangan 2-0 atas Persijap (3/1), dua produk binaan Persija, Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman, tampil sebagai penentu hasil.
Arly mencatatkan namanya di papan skor lewat pergerakan cerdas memanfaatkan celah pertahanan lawan sebelum menuntaskan umpan Hanif Sjahbandi. Sementara Aditya mencuri perhatian melalui sepakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang mulus ke gawang Persijap.
Kepercayaan diri keduanya pun meningkat jelang duel panas melawan Persib. Aditya menegaskan kesiapannya jika kembali dipercaya turun ke lapangan di GBLA.
“Persib adalah tim yang kuat dan berada di papan atas. Tapi jika diberi menit bermain, saya akan memberikan yang terbaik untuk tim, siapa pun lawannya,” ujar Aditya.
Senada dengan itu, Arly juga siap membuktikan diri. Ia menyebut laga melawan Persib akan menjadi pengalaman pertamanya menghadapi rival klasik di Super League.
“Ini pertama kali saya bertemu Persib di Super League. Saya belum tahu atmosfernya seperti apa, tapi kalau diberi kesempatan bermain, saya ingin menunjukkan kerja keras saya untuk tim,” kata Arly.
Persiapan dan Strategi Tim
Mauricio Souza menekankan pentingnya strategi yang tepat dalam menghadapi Persib. Ia menilai bahwa Persib memiliki kekuatan yang sangat baik, terutama dalam hal kualitas pemain dan pengalaman bermain di level tinggi.
Dalam latihan selama seminggu terakhir, pelatih menggabungkan latihan intensif dengan analisis pertandingan-pertandingan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar para pemain dapat lebih memahami pola permainan Persib dan menyiapkan strategi yang efektif.
Selain itu, Souza juga memperhatikan aspek mental pemain. Ia percaya bahwa kepercayaan diri dan motivasi adalah kunci utama dalam menghadapi laga besar seperti ini.
Kondisi Skuad dan Tantangan
Meskipun beberapa pemain inti absen, Persija tetap optimis. Para pemain muda yang tampil dalam pertandingan terakhir menunjukkan potensi yang menjanjikan. Mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu memberikan kontribusi nyata dalam pertandingan penting.
Aditya dan Arly menjadi contoh nyata dari upaya Persija dalam membangun kedalaman skuad. Kedua pemain ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga sikap profesional dan kompetitif.
Harapan dan Target
Duel kontra Persib di GBLA bukan sekadar soal gengsi, melainkan momentum pembuktian kedalaman skuad dan mental tanding Macan Kemayoran dalam persaingan Super League musim ini.
Persija berharap dapat menunjukkan performa terbaik mereka, meskipun dalam kondisi yang kurang ideal. Laga ini akan menjadi ujian sejati bagi para pemain, terutama bagi pemain muda yang ingin membuktikan diri.
Dengan dukungan penuh dari suporter, Persija yakin dapat memberikan pertandingan yang menarik dan membanggakan. Semangat juang dan tekad untuk meraih kemenangan akan menjadi motivasi utama bagi seluruh pemain dan staf tim. (sam)







