Esamesta.com, Health – Olahraga merupakan salah satu cara efektif untuk menurunkan berat badan. Ada banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan, seperti lari, senam, yoga, lompat tali, dan sebagainya. Namun, apakah olahraga yang Mama lakukan sudah tepat untuk membantu menurunkan berat badan?
Tidak jarang, Mama mungkin tidak menyadari bahwa ada kesalahan dalam kebiasaan olahraga yang justru menghambat proses penurunan berat badan. Selain mengatur pola makan, mempraktikkan olahraga yang tepat juga sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.
Berikut adalah 7 kebiasaan olahraga yang sering dilakukan tetapi justru tidak efektif untuk menurunkan berat badan:
- Memilih Jenis Olahraga yang Tidak Disukai
Walaupun terkesan sepele, memilih jenis olahraga yang tidak disukai dapat membuat Mama tidak menikmati rutinitas olahraga tersebut. Berbagai jenis olahraga memang dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi jika salah dalam memilih olahraga akan cepat sekali kehilangan motivasi untuk melakukannya.
Dengan memilih olahraga yang benar-benar dinikmati, Mama lebih mungkin menyelesaikan olahraga tersebut dalam jangka waktu yang panjang. Jika Mama tengah mengalami hal ini, ada baiknya untuk mencoba mencari tahu olahraga apa yang disukai dan dinikmati. Dengan begitu, Mama akan lebih mudah menjalaninya dan upaya untuk menurunkan berat badan akan tercapai.
- Berolahraga Terlalu Keras

Mendambakan berat badan ideal dengan berolahraga memang tidak salah. Tapi, apa jadinya jika kita berolahraga terlalu keras karena adanya ambisi untuk menurunkan berat badan?
Berolahraga terlalu keras tanpa adanya istirahat dan diimbangi nutrisi cukup dapat menyebabkan risiko masalah kesehatan jangka panjang. Tidak hanya itu, risiko cedera seperti ketegangan otot, nyeri sendi, perubahan nafsu makan, dan suasana hati dapat terdampak jika berolahraga terlalu keras. Maka dari itu, tubuh juga membutuhkan istirahat cukup agar dapat bekerja maksimal.
- Makan Terlalu Sedikit

Tentunya, olahraga juga harus diimbangi dengan pola makan yang baik untuk menurunkan berat badan. Tapi, beberapa kasus justru mengubah porsi makan yang terlalu sedikit dan aktivitas olahraga yang berlebih.
Jika Mama memaksakan diri untuk mengeluarkan lebih banyak kalori dengan olahraga yang terlalu keras, sebaiknya kebiasaan ini perlu diubah. Diet ketat dengan olahraga terlalu keras akan menyebabkan cedera atau sakit karena tidak adanya nutrisi yang seimbang. Perlu Mama ingat bahwa terlalu banyak olahraga dan kurangnya makan akan memperburuk kondisi tubuh.
- Kurangnya Tidur yang Cukup

Bagi sebagian orang, berolahraga tanpa diimbangi dengan tidur yang cukup mungkin baik-baik saja. Akan tetapi, jika kebiasaan ini terus dilakukan akan berakibat buruk karena tanpa tidur, tubuh tidak akan pulih dari tekanan fisik dan kebugaran akan menurun.
Kurang tidur dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan kronis, termasuk penyakit jantung, ginjal, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, obesitas, dan depresi. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika Mama istirahat yang cukup setelah berolahraga untuk mengurangi risiko cedera dan memulihkan diri.
- Kurangnya Protein dalam Tubuh

Berolahraga juga harus diimbangi dengan mengonsumsi kadar protein yang cukup. Tapi, tahukah Mama jika kurangnya kadar protein dalam tubuh akan menyebabkan masalah kesehatan?
Tubuh kekurangan protein akan menyebabkan masalah seperti rambut dan kuku rapuh, merasa lemah atau lapar, kesulitan berfikir, kelemahan otot, perubahan suasana hati, dan sering sakit karena protein berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Mama dapat mengonsumsi protein yang cukup untuk membantu menyukseskan program menurunkan berat badan.
- Terlalu Banyak Kardio

Kardio memang membakar banyak kalori, tetapi jika dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan masalah serius. Terlalu banyak kardio akan mendorong kerja jantung terlalu keras yang menyebabkan detak jantung tidak teratur.
Terlalu banyak kardio juga akan membuat Mama kehilangan massa otot dan ini membuat sistem metabolisme melambat. Akibatnya, mekanisme pembakaran lemak dalam tubuh pun akan melambat pula.
- Terlalu Banyak Mengonsumsi Minuman Berenergi

Minuman berenergi umumnya mendorong untuk lebih bersemangat dalam berolahraga. Namun, perlu diingat bahwa minuman tersebut juga mengandung pewarna buatan, gula, dan bahan kimia lainnya.
Kadar gula dalam minuman berenergi jika dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan tubuh merasa lebih lelah dan mengantuk. Sedangkan, kadar kafein yang tinggi dalam minuman berenergi akan menyebabkan keracunan kafein akut jika dikonsumsi secara berlebih. Keracunan kafein akut menyebabkan orang mengalami muntah, kejang, dan peningkatan detak jantung. Maka dari itu, mengonsumsi sesuatu yang berlebihan tidak akan berdampak baik bagi tubuh. (dwi)








Komentar