Esamesta.com, Piala Dunia – Prancis berhasil melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Paraguay dengan skor 1-0 melalui gol penalti Kylian Mbappé pada babak 16 besar. Kemenangan ini memastikan Prancis akan berhadapan dengan Maroko di babak selanjutnya, yang sebelumnya telah mengalahkan Kanada dengan skor 3-0.
Laga antara Prancis dan Paraguay berlangsung dalam kondisi yang cukup berat, terutama karena cuaca yang mencapai suhu 38 derajat Celsius di Stadion Philadelphia. Pertahanan rapat Paraguay serta taktik licik mereka menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhan Didier Deschamps. Namun, Prancis berhasil menembus pertahanan lawan berkat perubahan strategi yang dilakukan oleh pelatih.
Taktik Licik dan Kritik terhadap Wasit
Perubahan besar terjadi ketika Désiré Doué masuk menggantikan Antoine Barcola di awal babak kedua. Aksi Doué yang memicu hadiah penalti bagi Prancis menjadi titik balik dalam pertandingan. Penalti tersebut kemudian dieksekusi dengan dingin oleh Mbappé, yang menjadikannya gol tunggal dalam laga ini.
Meski kemenangan diraih, pertandingan ini juga menuai kritik terhadap kepemimpinan wasit. Paraguay tidak mendapat satu pun kartu kuning meskipun terdapat beberapa insiden yang seharusnya mendapat sanksi. Beberapa aksi seperti tekel buruk dari Andres Cubas kepada Rabiot dan siku yang diberikan pemain Paraguay kepada Upamecano tidak direspons oleh wasit.
Pakar sepak bola Amerika Serikat, Tim Vickery, menilai bahwa Paraguay diuntungkan oleh “seni gelap” era VAR. Ia menyebutkan bahwa pelanggaran-pelanggaran keras tidak berujung pada kartu merah atau kuning, sehingga memberi kesempatan bagi Paraguay untuk bertahan lebih lama.
Mantan kiper Man City dan timnas Inggris, Joe Hart, juga menyampaikan pendapat serupa. Ia menilai kepemimpinan wasit tidak tegas dan mengejutkan karena tidak ada pemain Paraguay yang mendapat kartu kuning sepanjang pertandingan.
Rekor Baru untuk Didier Deschamps
Kemenangan ini juga membawa Didier Deschamps mencatatkan rekor baru sebagai pelatih pertama yang memenangkan 10 pertandingan fase gugur Piala Dunia. Ini menunjukkan bahwa Prancis tetap menjadi salah satu tim favorit dalam turnamen ini.
Sejak awal Piala Dunia 2026, Prancis telah diprediksi oleh banyak pengamat untuk melaju jauh dalam kompetisi. Skuad mewah yang dimiliki oleh Deschamps membuat mereka menjadi salah satu tim terkuat di ajang ini.
Gigih, dalam podcast Super Taktik Tribunnews, menyatakan bahwa Prancis pasti akan menjadi favorit juara. Sementara itu, Adrian dari Spieltag Indonesia menilai kualitas Prancis masih berada di level tertinggi dunia. Ia juga menyoroti bahwa selama dua edisi Piala Dunia terakhir, Prancis selalu sampai ke final, baik sebagai juara maupun runner-up.
Kesulitan Menghadapi Paraguay
Prancis harus melewati laga yang sangat sulit saat menghadapi Paraguay. Di babak pertama, Prancis mendominasi penguasaan bola dan tempo permainan, tetapi kesulitan menghadapi pertahanan rapat dan lima pemain yang beroperasi di lini tengah. Bahkan, Prancis tidak mampu melepaskan satu pun tembakan sasaran ke gawang Paraguay dalam 45 menit pertama.
Lini pertahanan Paraguay yang solid dan disiplin membuat para pemain Prancis frustasi. Cuaca panas juga menjadi faktor tambahan yang memengaruhi performa mereka. Namun, Prancis tetap tenang dan terus berusaha untuk menemukan celah.
Dengan perubahan strategi di babak kedua dan aksi individu Désiré Doué, Prancis akhirnya berhasil memperoleh hadiah penalti. Eksekusi dingin Mbappé kemudian mengubah situasi menjadi kemenangan untuk Prancis.
Laga Lanjutan: Prancis vs Maroko
Prancis akan menghadapi Maroko di babak perempat final. Laga ini merupakan pengulangan semifinal Piala Dunia 2022 Qatar, di mana Prancis berhasil menang 2-0 atas Maroko berkat gol The Hernandez dan Kolo Muani. Kali ini, Prancis kembali menjadi favorit untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi.
Dengan skuad yang kuat dan strategi yang matang, Prancis memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Namun, pertandingan melawan Maroko akan menjadi ujian berat yang harus dihadapi oleh Les Bleus. (sam)








Komentar