Esamesta.com, Griya – Bubuk kayu sering menjadi tanda bahwa perabotan kayu Anda sedang diserang oleh hama. Salah satu hama yang paling umum adalah teter kayu. Hama ini kecil dan tipis, namun dapat merusak kayu dari dalam. Teter kayu hidup dan bertelur di dalam kayu, lalu larvanya akan menetas dan menggerogoti struktur kayu.
Salah satu ciri utama adanya teter kayu adalah munculnya bubuk putih atau serbuk halus di sekitar perabotan. Selain itu, terdapat juga lubang kecil pada permukaan kayu. Bubuk kayu ini merupakan hasil dari aktivitas teter kayu yang telah berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun.

Faktor Penyebab Timbulnya Bubuk Kayu
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan timbulnya bubuk kayu di rumah:
Kayu Belum Dilapisi Pelindung
Kayu yang belum dilapisi dengan cat antirayap, pernis, atau plitur lebih rentan diserang hama. Tanpa perlindungan ini, kayu akan mudah dimakan oleh teter kayu atau rayap.
Teter Kayu
Teter kayu memakan bagian dalam kayu dengan larvanya. Saat mereka memakan kayu, mereka menghasilkan serbuk halus. Serbuk ini bisa ditemukan di sekitar lubang kecil di permukaan kayu.

Rayap
Rayap juga bisa menyebabkan timbulnya bubuk kayu. Mereka hidup dalam koloni besar dan mengunyah serat kayu dari dalam. Tanda-tanda kehadiran rayap meliputi lubang kecil, gundukan kotoran, serta serbuk kayu.

Jamur
Jamur bisa tumbuh di kayu yang lembap. Pertumbuhan jamur membuat kayu melembek dan hancur. Setelah mati, jamur meninggalkan serbuk kayu sebagai bekasnya.

Teter Kayu vs Rayap
Kedua hama ini memiliki cara serangan yang berbeda. Teter kayu melubangi kayu untuk meletakkan telur, sementara rayap hidup dalam koloni besar dan menggerogoti kayu dari dalam. Teter kayu biasanya ditandai dengan lubang kecil dan serbuk kayu seperti tepung. Sedangkan rayap tidak selalu menunjukkan tanda jelas di permukaan, tetapi bisa dikenali dari suara kosong saat kayu diketuk.

Perbedaan Karakteristik
- Teter Kayu: Menggerogoti kayu dari dalam, menimbulkan lubang kecil, dan serbuk halus.
- Rayap: Hidup dalam koloni besar, sulit dideteksi, dan bisa merusak kayu secara signifikan.

Cara Menghilangkan Bubuk Kayu Secara Alami
Jika Anda menemukan bubuk kayu di perabotan kayu, berikut beberapa cara alami yang bisa Anda coba:
Cuka Putih
Campurkan cuka putih dan air atau jus lemon dengan perbandingan 1:1. Semprotkan larutan ini ke permukaan kayu yang terinfeksi. Pastikan semprotan mencakup seluruh area untuk hasil maksimal.

Air Cucian Beras
Air cucian beras bisa digunakan sebagai pengganti bahan kimia. Tuangkan air cucian beras ke dalam botol semprotan dan semprotkan ke area yang terinfeksi. Ulangi proses ini secara berkala hingga hama hilang.

Jemur di Bawah Sinar Matahari
Sinar matahari bisa membantu mengusir hama seperti rayap. Bawa perabotan yang terinfeksi ke luar rumah dan jemur di bawah sinar matahari yang cerah dan panas. Rayap tidak suka terkena paparan sinar matahari langsung.

Kapur Barus
Kapur barus bisa digunakan untuk membasmi teter kayu atau rayap. Hancurkan kapur barus hingga menjadi bubuk, lalu taburkan di sekitar area yang terinfeksi. Biarkan selama beberapa hari, lalu periksa apakah hama sudah hilang.

Daun Salam dan Daun Kemangi
Daun salam dan daun kemangi memiliki aroma yang bisa mengusir hama. Letakkan daun-daun ini di perabotan kayu yang terinfeksi. Aroma khas mereka akan membuat hama menjauh.

Tips Perawatan Kayu yang Efektif
Perawatan alami sangat penting untuk menjaga keawetan kayu. Dengan menerapkan cara menghilangkan bubuk kayu secara alami, kayu Anda bisa terhindar dari serangan hama. Pastikan untuk melakukan perawatan rutin agar perabotan kayu tetap kokoh dan awet dalam jangka waktu yang lama. (dwi)







