PSSI Pasang Target Berat untuk Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Sumardji: Kita Harus Lolos!

Esamesta.com, Bola — Timnas Indonesia diberikan target berat pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, skuad Garuda harus mampu menembus putaran final.

Target tinggi itu kembali diulang oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/10). Menurutnya, arahan Erick Thohir jelas dan tidak bisa ditawar-tawar.

“Kita harus lolos. Pak Ketum sudah menyampaikan berulang kali agar yang berada di tim itu betul-betul berjuang dengan sangat keras. Kembali lagi, ini harga diri bangsa kita,” kata Sumardji dikutip dari Antara, Jumat (3/10/2025).

Ia menambahkan perjuangan Timnas Indonesia kali ini bukan sekadar pertandingan sepak bola. Lebih jauh, ini soal harga diri bangsa di kancah internasional.

“Pak Ketum menyampaikan, ini harga diri bangsa kita. Makanya kita harus berjuang. Apa pun harus kita lakukan dan kita perbuat untuk supaya kita bisa lolos ke Piala Dunia,” sambungnya.

Meski demikian, jalan Indonesia menuju putaran final Piala Dunia 2026 tidaklah mudah. Selain harus menghadapi lawan tangguh, ada pula persoalan non-teknis yang mengganggu fokus tim.

Baca Juga :  Indonesia Juara Piala AFF Wanita 2024, Lumat Kamboja di Final

Salah satunya adalah soal penunjukan wasit untuk pertandingan kualifikasi melawan Arab Saudi. Laga penting itu akan dipimpin wasit asal Kuwait, Ahmad Al Ali.

PSSI pun bereaksi cepat dengan melayangkan protes resmi ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Mereka meminta pergantian wasit agar lebih netral.

Menurut PSSI, wasit asal Kuwait tetap dianggap berasal dari zona yang sama dengan tuan rumah Arab Saudi. Hal ini dikhawatirkan bisa memunculkan keputusan kontroversial di lapangan.

Namun hingga kini, surat protes tersebut belum mendapat balasan dari AFC. Sumardji mengaku kecewa dengan lambannya respons federasi Asia.

“Sampai hari ini belum ada informasi, pemberitahuan, atau apa pun berkaitan dengan soal keberatan kami dipimpin oleh wasit yang sudah dijadwalkan,” ujar Sumardji.

“Kami menginginkan ada perubahan wasit yang betul-betul netral, mungkin dari Eropa atau dari mana yang benar-benar netral.”

Situasi itu membuat persiapan Timnas Indonesia semakin penuh tekanan. Selain harus menghadapi lawan berat, kini ada ketidakpastian soal kepemimpinan wasit.

Baca Juga :  Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026 Setelah Kalah dari Irak, Mimpi Pecah di Jeddah

“Tapi faktanya sampai dengan saat sekarang ini, surat yang kami kirimkan belum ada balasan apa-apa,’ pungkas Sumardji.

Di putaran keempat ini, Indonesia masuk Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Dua pertandingan penting akan digelar di tanah Arab pada Oktober mendatang.

Laga pertama akan mempertemukan Indonesia dengan Arab Saudi, Kamis (9/10) malam waktu Indonesia. Tiga hari berselang, skuad Garuda kembali turun menghadapi Irak, Minggu (12/10).

Format kualifikasi ini juga sangat ketat. Hanya juara grup yang otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Sementara tim peringkat kedua masih punya peluang dengan mengikuti playoff antarbenua. Sedangkan tim yang finis di posisi ketiga otomatis tersingkir.

Dengan kondisi itu, target lolos jelas bukan perkara mudah bagi Indonesia. Dibutuhkan kerja ekstra keras baik dari pemain, pelatih, maupun dukungan federasi.

Sumardji menyebut, semangat juang pemain harus berada di level tertinggi. Tidak ada alasan untuk tampil setengah hati dalam laga sebesar ini.

PSSI sendiri dikabarkan sudah menyiapkan segala kebutuhan teknis dan non-teknis untuk tim. Mulai dari akomodasi, fasilitas latihan, hingga dukungan mental bagi pemain.

Baca Juga :  Final Piala AFF Wanita 2024 : Indonesia vs Kamboja

Erick Thohir juga disebut terus berkomunikasi langsung dengan pelatih Shin Tae-yong. Harapannya, strategi dan motivasi tim tetap terjaga menjelang laga krusial.

Publik sepak bola nasional kini menaruh harapan besar pada tim Garuda. Dukungan dari masyarakat dinilai bisa menjadi tambahan energi di lapangan.

Jika mampu lolos ke Piala Dunia 2026, ini akan menjadi sejarah pertama bagi Indonesia. Momentum besar itu diyakini bisa mengangkat pamor sepak bola tanah air.

Namun jika gagal, kritik tajam hampir pasti menanti. Pasalnya, target ini sudah digembar-gemborkan langsung oleh Ketua Umum PSSI sejak awal.

Apapun hasilnya, perjuangan Timnas Indonesia di putaran keempat kualifikasi akan menjadi sorotan utama. Tidak hanya dari pecinta sepak bola, tapi juga dari seluruh rakyat Indonesia.

Kini fokus utama adalah bagaimana tim bisa tampil maksimal di Arab Saudi.

Semua pihak berharap, skuad Garuda mampu menjawab tantangan berat dengan prestasi gemilang. (sam)