Esamesta.com, Bola – Pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2025, Eropa akan kembali bersemangat. Bukan karena isu politik, melainkan sepak bola. Setiap negara di benua ini bersiap untuk memperjuangkan satu tujuan: mewujudkan mimpi untuk terbang ke Amerika Utara.
Edisi Piala Dunia kali ini memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen empat tahunan ini akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jumlah peserta pun meningkat drastis menjadi 48 tim. Hal ini berarti ada lebih banyak tiket, namun juga semakin banyak persaingan. Seperti biasanya, Eropa tetap menjadi medan paling sengit.
Di benua ini, sepak bola adalah agama kedua. Dari gang kecil di Napoli hingga Manchester, orang-orang selalu membicarakan hal yang sama: “Siapa yang akan lolos?” Jadwal kualifikasi yang baru saja diumumkan langsung menjadi bahan diskusi—dan mungkin juga taruhan diam-diam di kafe pinggir jalan.
UEFA belum merinci format resmi, tetapi kemungkinan besar sistemnya mirip dengan edisi sebelumnya. Negara-negara akan dibagi ke dalam beberapa grup. Mereka akan bermain dua kali: kandang dan tandang. Tim yang juara grup langsung mendapatkan tiket. Sementara yang menjadi runner-up harus siap-siap masuk jalur play-off—jalur penuh tekanan yang bisa mengubah karier seorang pemain hanya dalam satu malam.
Format Panas dan Jadwal Penting
Pertandingan kualifikasi dimulai pada pekan kedua Oktober 2025. Dalam tiga hari, dari tanggal 9 hingga 11, semua mata akan tertuju pada Eropa. Stadion akan penuh, nyanyian suporter menggema, dan pelatih mulai merasakan tekanan di tengkuknya.
Sistem Lama, Persaingan Baru
UEFA diperkirakan tetap mempertahankan sistem grup. Namun, kini jatah tiket Eropa bisa bertambah. Artinya, negara-negara seperti Polandia, Norwegia, atau Skotlandia punya peluang lebih besar untuk ikut pesta di Amerika Utara. Tapi peluang itu tak berarti apa-apa tanpa kemenangan di lapangan.
Play-off: Jalur yang Tak Disukai Tapi Diharapkan
Play-off adalah tempat segala kemungkinan terjadi. Tim yang nyaris gagal masih punya kesempatan hidup. Tapi tekanan di babak ini luar biasa. Satu kesalahan kecil bisa membuat mimpi hancur. Seperti penalti yang melayang di atas mistar, atau kartu merah di menit 90.
Tim Unggulan dan Kuda Hitam
Raksasa Eropa Siap Tempur
Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris tetap jadi unggulan utama. Mereka punya skuad bertabur bintang, pelatih berpengalaman, dan tradisi juara. Tapi dalam sepak bola, tradisi tidak menjamin tiket. Kadang, satu gol bunuh diri bisa menghapus sejarah panjang.
Negara Penantang yang Mengintai
Portugal, Belanda, Belgia, dan Denmark mengintai dari belakang. Mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan ancaman nyata. Belgia masih berharap generasi emasnya belum benar-benar pudar. Sementara Belanda, dengan sepak bola menyerang khasnya, siap membuat kejutan di setiap grup.
Tim Underdog yang Siap Menggigit
Negara-negara kecil seperti Georgia, Albania, atau Islandia mungkin tidak punya nama besar. Tapi mereka punya sesuatu yang sering hilang dari tim besar: lapar. Lapar untuk membuktikan diri, untuk mendengar lagu kebangsaan mereka dikumandangkan di panggung dunia.
Dampak Besar di Dalam dan Luar Lapangan
Euforia dan Ekonomi
Kualifikasi ini bukan hanya urusan bola. Setiap laga berarti uang. Dari hak siar televisi, penjualan tiket, sampai merchandise resmi, semua menghasilkan miliaran Rupiah. UEFA tahu betul, di balik setiap sorakan suporter, ada roda ekonomi yang berputar cepat.
Liga-Liga Eropa Ikut Goyang
Kualifikasi juga memengaruhi jadwal liga domestik. Klub-klub besar akan gigit jari saat pemain mereka cedera membela tim nasional. Tapi begitulah sepak bola: satu sisi kebanggaan, sisi lain risiko besar.
Sepak Bola, Identitas, dan Kebanggaan
Bagi banyak negara, lolos ke Piala Dunia bukan hanya soal olahraga. Itu soal identitas nasional. Tentang membuktikan bahwa mereka masih punya tempat di peta sepak bola dunia. Dan di Eropa, gengsi itu nilainya lebih tinggi dari trofi apa pun.
Pertarungan Menuju Amerika Utara
Pertarungan menuju Amerika Utara sudah dimulai. Jadwal kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa bukan sekadar daftar pertandingan—tapi juga daftar mimpi. Setiap negara bersiap untuk menulis kisahnya sendiri. Ada yang akan tersenyum di akhir, ada pula yang hanya bisa menatap langit kosong setelah peluit terakhir berbunyi. (sam)







