Bulan Kelahiran Pengaruhi Kepribadian? Ini Penjelasan Psikologi

Penelitian tentang Musim Kelahiran dan Kepribadian

Apakah musim kelahiran bisa memengaruhi kepribadian seseorang? Pertanyaan ini sering muncul dalam berbagai diskusi. Menurut sains, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa bulan atau musim kelahiran secara langsung menentukan kepribadian seseorang. Namun, beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan antara musim kelahiran dengan suasana hati, hingga risiko gangguan psikiatri tertentu.

Salah satu studi yang dipublikasikan di Journal of Affective Disorders menemukan hubungan signifikan antara musim kelahiran dengan kepribadian dan gangguan neuropsikiatri. Artinya, waktu kamu lahir bisa saja memiliki pengaruh kecil terhadap cara kamu berpikir, bereaksi, dan merasakan sesuatu.

Menurut Kendra Cherry dari Verywell Mind, perubahan musim dapat memengaruhi suasana hati. Contohnya adalah Seasonal Affective Disorder (SAD), yaitu gangguan mood yang umum terjadi di musim dingin akibat kurangnya paparan sinar matahari.

Selain itu, faktor lingkungan selama kehamilan juga berperan besar dalam perkembangan bayi di dalam kandungan. Nutrisi ibu, seperti asupan protein, vitamin D, dan vitamin C, berpengaruh pada pertumbuhan otak, jantung, dan tulang janin. Jika ibu mengalami SAD selama musim dingin, efek emosionalnya bisa memengaruhi perkembangan bayi, termasuk struktur otak yang berkaitan dengan regulasi emosi.

Baca Juga :  Tiga Pelajaran Berharga Barcelona dari Kekalahan El Clasico vs Real Madrid

Studi tentang Musim Kelahiran dan Pola Kepribadian

Sebuah penelitian dari National Library of Medicine melibatkan 2.962 mahasiswa yang dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan musim kelahirannya: musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Mereka menjalani tes kepribadian menggunakan alat ukur Temperament and Character Inventory (TCI).

Hasilnya cukup menarik. Laki-laki yang lahir di musim gugur cenderung memiliki skor tinggi pada sifat disorderliness (mudah kacau atau impulsif). Mereka yang lahir di musim panas dan musim dingin memiliki skor tinggi pada extravaganza, yakni kecenderungan berpikir besar dan mencari pengalaman baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara musim kelahiran dengan pola kepribadian, meskipun masih perlu penelitian lanjutan untuk memastikan sejauh mana pengaruh lingkungan berperan.

Karakter Berdasarkan Musim Kelahiran

Berikut adalah rangkuman temuan menarik dari berbagai penelitian:

  1. Bayi Musim Semi (Maret, April, Mei)

    Mereka yang lahir di musim semi cenderung memiliki tingkat optimisme tinggi (hyperthymia). Studi tahun 2012 di Inggris menunjukkan bahwa bayi yang lahir di bulan Mei memiliki risiko lebih besar terhadap depresi, tetapi juga memiliki kemampuan luar biasa dalam melihat sisi positif dari segala hal.

  2. Bayi Musim Panas (Juni, Juli, Agustus)

    Bayi yang lahir di musim panas mungkin mengalami perubahan suasana hati yang cepat (mood swings) karena perkembangan janinnya terjadi di musim dingin. Namun, hal ini tidak berarti mereka memiliki gangguan bipolar, karena angka diagnosis bipolar justru paling rendah pada kelahiran bulan Agustus.

  3. Bayi Musim Gugur (September, Oktober, November)

    Bayi yang lahir di musim gugur cenderung memiliki tingkat depresi terendah, terutama mereka yang lahir di bulan November. Mereka juga lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gangguan bipolar. Kekurangannya, individu yang lahir di musim gugur cenderung lebih mudah tersulut emosi atau mudah marah.

  4. Bayi Musim Dingin (Desember, Januari, Februari)

    Musim dingin memiliki tantangan tersendiri. Mereka yang lahir di musim ini dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi terhadap depresi, skizofrenia, dan bipolar. Namun, kabar baiknya, bayi musim dingin lebih sabar dalam mengelola rasa marah dan lebih sensitif.

Baca Juga :  Hasil Liga Champions: Man City Tumbang, Arsenal Lolos 16 Besar, Madrid Cetak 6 Gol

Menariknya, sebuah studi kecil pada 300 selebriti di tahun 2015 menemukan bahwa mereka yang lahir di bulan Januari dan Februari lebih kreatif serta berpikir “di luar kebiasaan” (out-of-the-box thinkers).

Genetik, Lingkungan, dan Pengalaman Tetap Jadi Penentu Utama

Meski penelitian menunjukkan adanya korelasi antara bulan kelahiran dan kepribadian, para ilmuwan menegaskan bahwa genetika dan lingkungan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dalam membentuk siapa diri kita. Meski menarik untuk percaya bahwa musim kelahiran bisa menentukan kepribadian, sains menunjukkan bahwa hubungan tersebut lebih bersifat korelasi daripada penyebab langsung. Bulan lahir kamu mungkin memberi sedikit pengaruh, tetapi yang paling membentuk kepribadian tetaplah bagaimana kamu tumbuh, belajar, dan beradaptasi dalam kehidupan.