Esamesta.com, Bola – Eduardo Perez, pelatih Persebaya Surabaya, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengandalkan statistik sebagai acuan utama dalam menghadapi laga melawan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (24/10). Menurutnya, setiap musim selalu membawa perubahan besar dalam komposisi tim, sehingga catatan pertemuan sebelumnya tidak lagi relevan.
Ia menekankan bahwa fokus utamanya hanya pada kesiapan tim. Eduardo percaya bahwa kerja keras dalam latihan dan mental juang pemain menjadi kunci utama untuk meraih tiga poin di laga tandang tersebut. Ia juga menyebut bahwa statistik bisa menipu jika dijadikan acuan berlebihan. Dalam pandangan Eduardo, sepak bola adalah permainan yang dinamis dan tidak bisa diprediksi hanya dengan angka.
“Saya selalu bilang kalau saya tidak suka statistik, karena setiap musim timnya selalu berubah pemainnya, pelatihnya,” ujar Eduardo, Kamis (23/10).
Menurutnya, kekuatan setiap tim di Super League sangat kompetitif dan sulit diukur hanya lewat data masa lalu. Persebaya Surabaya datang ke Maguwoharjo dengan misi bangkit setelah performa inkonsisten dalam beberapa pekan terakhir. Eduardo berharap anak asuhnya bisa tampil lepas dan memanfaatkan momentum untuk kembali ke jalur kemenangan.
“Besok adalah laga lainnya yang harus dimenangkan. Di liga ini setiap tim bisa menaklukkan lawannya satu sama lain,” ucap mantan pelatih PSS Sleman itu penuh keyakinan.
Semangat dan Determinasi Penting dalam Laga Tandang
Eduardo menilai semangat dan determinasi menjadi faktor penting di laga tandang ini. Bruno Moreira dan kawan-kawan diminta untuk tidak memandang remeh PSBS Biak meski memiliki rekor pertemuan yang positif. Ia menegaskan semua tim memiliki potensi besar untuk memberikan kejutan, terutama ketika bermain tanpa tekanan berlebih.
“Jadi, kami harus menghormati semua tim, karena semua tim sama kuat,” ujar dia.
Eduardo ingin Persebaya Surabaya menunjukkan respek kepada lawan tanpa kehilangan kepercayaan diri di lapangan. Sejak dipercaya menukangi Green Force, Eduardo dikenal sebagai pelatih yang menekankan pada filosofi kerja keras dan konsistensi permainan. Ia ingin setiap pemain memahami pentingnya menjaga fokus dan tidak terlena dengan hasil masa lalu.
“Jadi, saya tidak percaya dengan statistik. Saya percaya dengan kami sendiri untuk mempersiapkan laga ini,” tegas Eduardo.
Rekor Pertemuan yang Menguntungkan
Bagi Eduardo, kemenangan hanya bisa diraih lewat usaha nyata, bukan lewat catatan di atas kertas. Catatan pertemuan Persebaya Surabaya melawan PSBS memang memihak Green Force. Dalam enam duel terakhir, tim asal Surabaya itu sukses meraih empat kemenangan dan dua hasil imbang tanpa sekali pun kalah.
Rinciannya, Persebaya Surabaya menang 1-0 pada 15 Februari 2015, kemudian kembali unggul 1-0 di Biak pada 22 September 2024. Dua hasil imbang tercipta pada 8 Oktober 2017 (0-0) dan 19 Agustus 2013 (1-1), sementara kemenangan telak 5-0 juga pernah terjadi pada 22 September 2017 di Surabaya.
Namun, Eduardo enggan menjadikan rekor tersebut sebagai jaminan kemenangan. Dia justru menilai hasil masa lalu bisa menjadi jebakan jika tim terlalu percaya diri tanpa pembuktian di lapangan.
Evaluasi Kondisi Tim
Pertandingan melawan PSBS Biak juga menjadi ujian penting bagi lini depan Green Force yang kerap tumpul di beberapa laga terakhir. Eduardo berharap Bruno Moreira bisa kembali tajam setelah beradaptasi dengan skema permainan yang dia terapkan.
Selain itu, sektor pertahanan juga mendapat perhatian khusus dari pelatih berusia 48 tahun tersebut. Dia ingin barisan belakang tampil lebih rapat dan tidak mudah kehilangan konsentrasi ketika menghadapi serangan balik cepat lawan.
Dukungan Suporter Tetap Hadir
Bagi Persebaya Surabaya, tiga poin di Sleman akan sangat berarti untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara Super League. Kemenangan juga akan mengembalikan kepercayaan diri tim setelah hasil kurang maksimal di beberapa laga sebelumnya.
Meski bermain di luar Surabaya, dukungan Bonek dipastikan tetap hadir di Maguwoharjo. Atmosfer dukungan suporter setia itu diharapkan bisa menambah motivasi pemain untuk tampil habis-habisan.
Eduardo pun optimistis pasukannya mampu menampilkan performa terbaik di laga ini. Dengan mentalitas baru dan tekad kuat untuk bangkit, Green Force diyakini mampu menghadirkan permainan atraktif di Sleman.
Laga kontra PSBS Biak pun diprediksi akan menjadi ajang pembuktian nyata bagi Persebaya Surabaya untuk menunjukkan kelasnya di Super League 2025/2026. (sam)







