Tiga Poin Menarik Kemenangan Real Madrid di El Clasico yang Dinanti

Esamesta.com, Liga Spanyol – Setelah mengalami empat kekalahan dalam pertandingan El Clasico sepanjang musim lalu, Real Madrid akhirnya berhasil membalas dendam atas rival berat mereka. Pada Minggu (26/10), Los Blancos sukses mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1 di Santiago Bernabeu. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi tim asuhan Xabi Alonso.

Xabi Alonso menghadapi tekanan berat dalam pertandingan El Clasico pertamanya sebagai pelatih. Meski penampilannya melawan Atletico Madrid sempat mengecewakan, ia kini membuktikan kemampuannya dalam laga yang sangat dinantikan. Real Madrid tampil dengan kondisi yang cukup sulit karena beberapa pemain cedera, sementara Barcelona tanpa Hansi Flick di pinggir lapangan. Hal ini memberi peluang lebih besar bagi Alonso dan anak asuhannya untuk meraih kemenangan.

Kylian Mbappe menjadi pahlawan bagi Real Madrid dengan membuka skor. Namun, Fermin Lopez mampu menyamakan kedudukan untuk Barcelona. Di babak pertama yang didominasi oleh tuan rumah, gol dari Jude Bellingham di menit ke-43 memastikan kemenangan Madrid. Hasil ini memperkuat posisi Real Madrid di puncak klasemen La Liga dengan jarak lima poin dari Barcelona.

Baca Juga :  Juventus Ditahan Imbang Fiorentina 2-2 di Allianz Stadium

Tiga Poin Penting dari Kemenangan Real Madrid

Real Madrid Mampu Memanfaatkan Lini Pertahanan Tinggi Barcelona

Barcelona selama empat pertandingan El Clasico musim lalu unggul dalam sistem pertahanan tinggi mereka. Dalam pertemuan terakhir, Mbappe kesulitan dengan jebakan offside, dan Barcelona sukses mengalahkan Madrid dengan skor 4–0. Dalam empat pertandingan tersebut, sebanyak 25 kali bendera offside dikibarkan terhadap Los Blancos.

Namun, dalam duel pertama musim 2025/2026, Real Madrid berhasil memanfaatkan kelemahan Barcelona. Umpan-umpan terobosan yang tepat waktu untuk para penyerang Alonso berhasil menghancurkan lini pertahanan Blaugrana. Meskipun tiga gol Madrid dianulir karena offside, mereka tetap berhasil meraih kemenangan.

Baca Juga :  Hasil Akhir Girona vs Real Madrid: Skor Seri 1-1, Barcelona Jadi Pemenang

Pertahanan Kuat Gaya Xabi Alonso Layak Raih Trofi Musim Ini

Kebobolan 16 gol oleh Barcelona musim lalu adalah hal yang memalukan bagi Real Madrid. Pasukan Flick berhasil melakukan apa saja yang mereka inginkan melawan lini belakang Madrid yang sedang dalam kondisi cedera. Untuk mengatasi masalah ini, Madrid merekrut beberapa pemain baru seperti Dean Huijsen, Alvaro Carreras, dan Trent Alexander-Arnold.

Rekrutan baru ini langsung menunjukkan performa yang mengesankan. Huijsen kembali ke starting line-up dan tampil tenang di bawah tekanan. Sementara itu, Carreras mampu membatasi Yamal dengan tidak melepaskan satu tembakan pun selama 90 menit. Meski akan ada ujian berat di masa depan, pertahanan Madrid bisa menjadi fondasi kuat untuk kembali ke jalur juara.

Baca Juga :  Real Madrid Pecat Xabi Alonso, Digantikan Alvaro Arbeloa

Reaksi Berlebihan Vinicius Junior Membuatnya Berada di Garis Berbahaya

Di luar strategi yang digunakan oleh Alonso, Vinicius Junior menjadi pusat perhatian dalam pertandingan ini. Ia menunjukkan reaksi berlebihan saat di ganti oleh Rodrygo pada menit ke-72. Emosi yang menguasai dirinya membuat Vini hampir kehilangan akal dan langsung meninggalkan lapangan.

Kemarahan Vini terhadap keputusan Alonso menunjukkan ketegangan antara sang pemain dan pelatih. Meskipun Alonso mengatakan tidak ada masalah, perselisihan publik dapat memperburuk hubungan tersebut. Masalah jangka panjang antara Vini dan Alonso bisa menjadi ancaman bagi Real Madrid jika tidak segera diselesaikan. (sam)