Tiga Pelajaran Berharga Barcelona dari Kekalahan El Clasico vs Real Madrid

Esamesta.com, Liga Spanyol – El Clasico, pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid, sering kali menjadi penentu gelar La Liga dan trofi lainnya di Spanyol. Pada musim lalu, Barcelona mengalami kekalahan berat dari Madrid, dan sekarang mereka kembali menghadapi laga yang sangat penting dalam musim 2025/2026.

Meskipun berhasil menang 6–1 melawan Olympiakos di Liga Champions, Barcelona menghadapi El Clasico pertama di musim ini dalam situasi yang sangat sulit. Daftar cedera terus memanjang, dengan Raphinha, Robert Lewandowski, dan Gavi masih absen. Selain itu, Hansi Flick mendapat kartu merah saat melawan Girona, membuatnya harus melewatkan duel ini.

Sementara itu, Real Madrid semakin percaya diri karena beberapa pemain kunci kembali dari cedera tepat waktu. Mereka juga ingin membalaskan dendam setelah menderita empat kekalahan beruntun dalam El Clasico musim lalu. Dengan hasil akhir 2–1, Barcelona sedikit bisa bernapas lega.

Baca Juga :  Reaksi Slot dan Guardiola Usai Liverpool dan Man City Kalah

Madrid mencatatkan 23 tembakan dan xG (expected goals) yang sangat tinggi, yaitu mencapai 3,6. Hasil pertandingan bisa saja lebih buruk untuk tim tamu jika tidak ada banyak masalah di lini belakang.

Berikut tiga pelajaran berharga dari kekalahan Barcelona di laga El Clasico:

1. Barcelona Butuh Bek Baru di Bulan Januari

Kehilangan Inigo Martinez adalah kerugian besar bagi Barcelona. Meskipun ia tidak terlalu kasar, pengalamannya sangat berharga dalam menjaga lini belakang. Keterbatasan dana membuat Barcelona kesulitan mencari pengganti.

Pau Cubarsi, bek muda yang sangat berbakat, masih dalam fase pengembangan. Performanya menurun karena absennya rekan berpengalaman. Flick memilih Eric García sebagai pendampingnya, namun keduanya kurang dalam segi atletisitas.

Tandem baru ini akan menghadapi permainan Mbappe yang sangat kuat. Barcelona kesulitan mengendalikan pemain Prancis tersebut, terutama Garcia yang kewalahan menghadapi kehebatan fisiknya.

Baca Juga :  Klasemen Liga Spanyol Pekan 11: Real Madrid dan Barcelona Berbeda Tapi Sama-sama Unggul

Ronald Araujo, bek asal Uruguay, memiliki keunggulan dalam penguasaan bola, tetapi Flick tidak sepenuhnya percaya padanya. Ini berarti Barcelona perlu mencari bek alternatif selama bursa transfer musim dingin.

2. Penurunan Lamine Yamal Semakin Terekspos

Lamine Yamal, superstar berusia 18 tahun, mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Meski memiliki bakat luar biasa, ia menghadapi berbagai masalah seperti kontroversi ulang tahun, pacar yang terkenal, dan cedera pangkal paha.

Postingan pre-pertandingannya di media sosial membuat suporter Madrid marah. Keriuhan penonton tuan rumah setiap kali Yamal menguasai bola mengganggunya. Ia hanya bisa menunjukkan sekilas bakatnya karena tekanan dari Alvaro Carreras.

Penampilan mengecewakan Yamal diperparah oleh kekalahan ini. Beberapa pemain Madrid ingin membalas dendam kepadanya, termasuk Dani Carvajal dan Vini Jr yang memberinya ucapan kasar di akhir pertandingan.

Baca Juga :  Klasemen Liga Italia Hari Ini: Juventus dan Audero Terpaut Satu Poin

3. Pemecatan Pedri Memperparah Penderitaan

Wojciech Szczesny berhasil menghalangi eksekusi Mbappe dari jarak 12 yard, menjadi momen terbaik Barcelona dalam laga ini. Namun, Barcelona kehabisan tenaga dan ide di akhir pertandingan.

Pedri mendapat kartu kuning kedua karena pelanggarannya terhadap Aurelien Tchouameni. Ia akan absen dalam pertandingan La Liga melawan Elche. Istirahat seminggu sangat dibutuhkan, terutama dengan Raphinha yang sedang pulih.

Flick memiliki banyak opsi pengganti, dengan Marc Casado sebagai kandidat terkuat. Meskipun begitu, Pedri tampil luar biasa sepanjang tahun 2025, tetapi penampilannya belum sempurna.

Jude Bellingham menjadi bintang lini tengah El Clasico edisi ini. Keputusasaannya di menit-menit akhir menunjukkan bahwa Pedri masih perlu meningkatkan performanya. (sam)