Esamesta.com, Bola – Pagi yang hangat di Dubai menjadi saksi terakhir sebelum sejarah baru ditulis. Dari tengah padang pasir, di bawah langit yang membiru, para pemain muda Timnas Indonesia U 17 menatap masa depan dengan mata berbinar. Satu per satu mereka berbaris, mendengarkan keputusan akhir yang akan menentukan perjalanan mereka ke Qatar.
Setelah tiga pekan berlatih keras dan menutup rangkaian uji coba dengan hasil imbang 1-1 melawan Panama U-17, pelatih Nova Arianto akhirnya mengetuk palu: tak ada perubahan. Dua puluh satu nama yang berkeringat di pemusatan latihan itu tetap dipercaya membela merah putih di Piala Dunia U-17 2025.
“Anak-anak sudah berjuang keras dalam setiap sesi latihan dan laga uji coba. Kami siap menghadapi tantangan besar di Qatar,” ujar Nova dalam rilis resmi PSSI, Jumat 31 Oktober 2025.
Garuda Muda Siap Terbang: Kombinasi Diaspora dan Bakat Lokal
Dalam daftar akhir yang dirilis PSSI, empat pemain diaspora tetap menjadi bagian penting: Mike Rajasa Hoppenbrouwers (FC Utrecht), Mathew Baker (Melbourne FC), Eizar Tanjung (Sydney FC), dan Lucas Lee (Ballistic United SC). Keempatnya diharapkan menjadi poros penguat skuad dengan pengalaman internasional yang lebih matang.
Dari kompetisi lokal, wajah-wajah yang sudah akrab di kalangan pecinta sepak bola usia muda tetap menghiasi daftar. Ada Evandra Florasta (Bhayangkara Presisi FC), Muhammad Zahaby Gholy (Persija Jakarta), serta Mierza Firjatullah (Persik Kediri) yang menjadi tumpuan lini depan.
Nova Arianto menegaskan, komposisi ini bukan hanya tentang teknik, tapi juga karakter. “Saya memilih pemain bukan hanya karena kemampuan mereka di lapangan, tapi juga mental dan komitmen mereka untuk Indonesia,” katanya.
Grup Neraka: Brasil, Zambia, dan Honduras Menanti
Piala Dunia U-17 2025 akan digelar di Qatar mulai 3–27 November mendatang. Indonesia tergabung di Grup H, bersama tiga kekuatan dari tiga benua: Brasil, Zambia, dan Honduras.
Semua laga fase grup akan berlangsung di Aspire Zone, Al Rayyan, kompleks olahraga megah yang pernah menjadi pusat pelatihan Piala Dunia senior 2022.
Garuda Muda akan membuka langkah melawan Zambia pada 4 November, kemudian menantang Brasil pada 7 November, dan menutup fase grup menghadapi Honduras pada 10 November. Sebuah ujian besar bagi generasi muda sepak bola Indonesia.
Bagi Nova Arianto, tantangan itu justru menjadi bahan bakar semangat. “Kami tahu lawan-lawan kami berat, tapi ini adalah momen untuk membuktikan diri di panggung dunia,” ucapnya.
Daftar Resmi 21 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2025
Kiper
Rendy Razzaqu (Madura United FC)
Dafa Al Gasemi (Dewa United FC)
* Mike Rajasa Hoppenbrouwers (FC Utrecht)
Belakang
Dafa Zaidan (Borneo FC)
Ida Bagus Putu Cahya (Bali United)
I Putu Panji Apriawan (Bali United)
Mathew Baker (Melbourne FC)
Eizar Tanjung (Sydney FC)
Lucas Lee (Ballistic United SC)
Fabio Azkairawan (Persija Jakarta)
Ilham Romadhona (Borneo FC)
Muhammad Al Gazani (Persija Jakarta)
Azizu Milanesta (Asiana Soccer School)
Tengah
Evandra Florasta (Bhayangkara Presisi FC)
Muhammad Zahaby Gholy (Persija Jakarta)
Nazriel Alfaro (Persib Bandung)
Rafi Rasyiq (Semen Padang FC)
* Fandi Ahmad Muzaki (Persija Jakarta)
Depan
Mierza Firjatullah (Persik Kediri)
Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara Presisi FC)
* Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar)
Harapan dari Tanah Air: Dari Doa ke Dukungan Nyata
Ini menjadi penampilan kedua Indonesia di ajang Piala Dunia U-17, setelah debut historis pada 2023 saat menjadi tuan rumah. Bedanya, kali ini Garuda Muda harus berjuang di tanah orang, tanpa gemuruh suporter sendiri di tribun.
Namun dukungan dari Tanah Air tetap deras mengalir. Media sosial penuh doa dan pesan semangat. Banyak yang berharap, dengan kombinasi pemain diaspora dan talenta lokal, Indonesia bisa mengulang kisah kejutan yang dulu pernah nyaris terjadi di Jakarta.
Di balik nama-nama muda itu, tersimpan impian besar: memperlihatkan pada dunia bahwa sepak bola Indonesia sedang bangkit, perlahan tapi pasti — dimulai dari generasi yang berani melawan rasa takut. (sam)







