Esamesta.com, Bola – West Ham berhasil meraih kemenangan pertama di kandang sejak Februari setelah mengalahkan Newcastle dengan skor 3–1 di Stadion Olimpiade London, Minggu (2/11) malam WIB. Kemenangan ini juga menjadi yang pertama di bawah asuhan pelatih Nuno Espirito Santo.
Gol-gol yang dicetak oleh Lucas Paqueta dan Tomas Soucek serta gol bunuh diri Sven Botman membuat West Ham, yang sempat hampir terdegradasi dalam sembilan pertandingan pertama, mencatatkan kejutan terbesar di pekan ke-10 Liga Inggris.
Ini adalah pertama kalinya West Ham menang di kandang sendiri setelah 248 hari. Bahkan Newcastle pun merasakan kemenangan di Stadion London lebih baru daripada The Hammers yang sedang dalam kondisi sulit.
Sayangnya bagi tim asuhan Eddie Howe, mereka hanya meraih satu kemenangan dalam laga tandang melawan West Ham sejak saat itu. Rentetan kekalahan ini dimulai sejak Maret 2025.
Beberapa penggemar West Ham melakukan protes dengan rencana duduk sepanjang pertandingan sebagai bentuk unjuk rasa terhadap pemilik klub. Namun, untuk pertama kalinya, tim memberi mereka alasan untuk merayakan kemenangan di akhir laga.
Awal yang Menyedihkan
Pertandingan dimulai dengan cara yang biasa dan membawa bencana bagi tim tuan rumah. Jarrod Bowen memiliki peluang yang membentur tiang gawang, namun beberapa detik kemudian, West Ham langsung tertinggal.
Bek tengah West Ham, Max Kilman, terjebak di posisi yang salah jauh di dalam area pertahanan Newcastle saat Bruno Guimaraes berlari ke depan sebelum mengumpan bola ke Jacob Murphy.
Tanpa tekanan sama sekali dari pertahanan tuan rumah, Murphy menerobos masuk dan mencetak gol dari jarak 20 yard, membawa The Magpies unggul 0–1 dan membuat penggemar seisi stadion diam seribu bahasa.
Sejauh musim ini, kebobolan gol cepat di kandang sendiri menjadi sinyal bagi West Ham untuk menyerah. Chelsea, Tottenham, dan Brentford semuanya meninggalkan Stratford dengan kemenangan gemilah.
Namun, Newcastle tampak mundur dan memperlambat tempo, sehingga West Ham bisa menyerang dan mendapatkan penalti setelah Malick Thiaw menjatuhkan Bowen. Namun, tinjauan VAR menunjukkan bahwa sang bek menyentuh bola terlebih dahulu.
Keputusan itu sangat menguntungkan tim tamu, bahkan West Ham tidak mendapatkan tendangan sudut yang seharusnya mereka dapatkan. Wasit Robert Jones justru memberikan drop ball kepada Newcastle.
The Hammers, yang semakin terdorong maju karena kurangnya tekanan Newcastle, terus menekan dan Nick Pope terpaksa menepis tendangan bebas Paqueta ke tiang gawang sebelum menepis sundulan Kilman ke atas gawang hasil dari sepak pojok.
Gol Penyeimbang dan Gol Bunuh Diri
Gol penyeimbang akhirnya tercipta pada menit ke-35 ketika Pope meninju bola muntah ke tepi kotak penalti. Paqueta yang menerima tepisan tersebut melepaskan tembakan rendah ke dalam tiang dekat, sehingga mengecoh kiper The Magpies tersebut.
Di masa tambahan waktu babak pertama, Newcastle menampilkan pertahanan yang berantakan. Botman membelokkan umpan silang Aaron Wan-Bissaka melewati Pope yang lengah dan masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri ini membawa The Hammers unggul.
Manajer Magpies Eddie Howe melakukan tiga pergantian pemain saat jeda babak pertama. Nick Woltemade yang tidak efektif ditarik keluar bersama Anthony Gordon dan Emil Krafth. Namun Fabian Schar, William Osula, dan Jacob Ramsey tidak banyak berpengaruh sepanjang babak kedua meskipun tim tamu mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen tanpa menciptakan peluang besar.
Kemenangan yang Tak Terduga
Justru West Ham memastikan kemenangan yang tak terduga di masa tambahan waktu ketika tembakan Bowen ditepis Pope dan Soucek memanfaatkan bola muntah. Meskipun dilakukan tijauan ulang VAR, gol tetap disahkan. Hasil akhir 3–1 untuk kejayaan The Hammers.
Setelah kekalahan ini, Newcastle tertahan di peringkat ke-13 dengan 12 poin, sedangkan West Ham naik satu peringkat saja ke posisi ke-18 dengan koleksi tujuh poinnya dalam sepuluh pertandingan. (sam)







