Esamesta.com, Bola – Pertandingan antara Persib Bandung dan Selangor FC dalam laga keempat Grup G AFC Champions League Two 2025/26 menjadi momen penting dalam sejarah klub. Dengan skor akhir 3-2, Persib berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua gol untuk meraih kemenangan penting. Laga yang berlangsung di Stadion MBPJ, Petaling Jaya, Malaysia, pada Kamis malam 6 November 2025 menunjukkan ketangguhan mental dan strategi yang matang dari Maung Bandung.
Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi Persib di puncak klasemen Grup G dengan 10 poin dari empat laga, tetapi juga membuka peluang besar bagi mereka untuk melaju ke babak 16 besar. Sementara itu, Selangor FC terpuruk di dasar klasemen dengan nol poin setelah kalah dari tim asal Indonesia ini.
Peran Adam Alis sebagai Pahlawan Kemenangan
Masuk sebagai pengganti Luciano Guaycochea di pertengahan babak kedua, Adam Alis langsung menunjukkan peran pentingnya dalam laga ini. Ia mencetak dua gol penting di menit ke-81 dan 90+6, yang menjadi penentu kemenangan Persib. Gol-gol tersebut lahir dari pressing agresif dan insting tajam yang sesuai dengan instruksi pelatih Bojan Hodak.
Meskipun menjadi sorotan utama, Adam Alis tidak ingin mengklaim kehebatan pribadi. “Saya pikir ini hasil kerja keras semua pemain, semua yang bekerja untuk tim dan semua ini tentunya karena Allah SWT. This is Persib! Kita buktikan dengan terus berjuang sampai akhir,” ujarnya usai laga.
Ia juga mengaku sempat terkejut dengan gol penutup di injury time. “Ada instruksi khusus dari coach di pertandingan tadi agar saya lebih pressing. Ada back-pass ke kiper dan rejeki buat saya,” tambahnya, merujuk pada momen keberuntungan yang dimanfaatkan sempurna untuk menyamakan kedudukan dan kemudian membalikkan skor.
Awal Buruk bagi Persib dan Kebangkitan di Babak Kedua
Laga ini dimulai buruk bagi Persib. Hanya dua menit berlalu, Chrigor membuka skor untuk Selangor FC melalui sontekan akurat dari umpan silang Alvin Mateus Fortes, yang mengecoh bek kiri Eliano Reijnders. Gol cepat ini langsung membuat tuan rumah menguasai ritme permainan.
Petaka berlanjut di menit ke-17, ketika upaya penyelamatan kiper Teja Paku Alam justru berujung gol bunuh diri Patricio Matricardi. Bola liar memantul ke kaki bek Persib itu dan masuk ke gawang sendiri, membuat skor menjadi 2-0. Babak pertama pun ditutup dengan Persib tertekan, meski sempat mengancam melalui Thom Haye.
Babak kedua menjadi panggung comeback epik Persib. Dua menit setelah turun minum, Andrew Jung menyamakan kedudukan menjadi 2-1 dengan memanfaatkan kemelut di kotak penalti Selangor. Gol ini seperti suntikan semangat, membuat Maung Bandung lebih berani menyerang.
Persib terus mendominasi penguasaan bola, meski pertahanan Selangor masih kokoh. Hingga menit ke-80, skuad asuhan Bojan Hodak kesulitan menembus benteng merah, tapi masuknya Adam Alis mengubah dinamika. Ia tak hanya menambah kreativitas di lini tengah, tapi juga naluri gol yang mematikan.
Strategi dan Penilaian Pelatih
Gol pertama Adam di menit 81 lahir dari pressing tinggi yang memaksa kesalahan bek Selangor. Ia merebut bola longgar dan melepaskan tendangan keras yang tak bisa dihalau kiper tuan rumah. Suasana Stadion MBPJ yang penuh sesak tiba-tiba hening, digantikan sorak bobotoh yang datang dari Indonesia.
Namun, Selangor tak tinggal diam. Mereka nyaris menyamakan kedudukan di menit-menit akhir normal, tapi Teja Paku Alam tampil heroik dengan penyelamatan krusial. Ketegangan memuncak hingga injury time, di mana dwigol Adam selesai dengan back-pass ceroboh kiper Selangor yang dimanfaatkan sempurna.
Pelatih Bojan Hodak layak mendapat pujian atas taktiknya. Ia memuji mental pemainnya yang tak pernah menyerah, meski tertinggal dua gol. “Ini bukan keberuntungan, tapi masterclass dari tim. Adam Alis menjalankan instruksi dengan sempurna, tapi semua elemen berperan besar,” katanya dalam konferensi pers pasca-laga.
Konsistensi dan Tantangan Berikutnya
Dengan kemenangan ini, Persib unggul satu poin atas Bangkok United di posisi kedua, enam poin dari Lion City Sailors, dan sepuluh poin dari Selangor. Hanya butuh satu poin lagi dari dua laga tersisa—lawan Lion City pada 26 November dan Bangkok United pada 10 Desember—untuk amankan tiket 16 besar.
Bobotoh yang hadir langsung di Malaysia pun tak henti memuji. “Ini bukti Persib siap bersaing di Asia. Adam Alis seperti pahlawan rakyat, tapi ini kemenangan kolektif,” ujar salah seorang suporter yang menyaksikan duel sengit itu. Dukungan dari negeri jiran membuat atmosfer semakin panas.
Prestasi ini juga menjadi modal berharga bagi Persib di tengah jadwal padat BRI Super League. Setelah ini, Maung Bandung dijadwalkan kembali bertanding domestik, tapi fokus utama tetap pada target juara ACL Two. Kemenangan atas Selangor ini seperti obat penawar bagi skuad yang sempat diragukan di awal musim Asia.
Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan evolusi Persib di bawah Hodak. Dari tim yang sering kehilangan poin di laga tandang, kini mereka mampu comeback dramatis di markas lawan.
Harapan dan Tantangan di Masa Depan
Adam Alis, dengan dwigolnya, bukan hanya pahlawan malam itu, tapi juga simbol semangat pantang menyerah yang dibangun pelatih asal Kroasia. Dampak kemenangan ini meluas ke sepak bola Indonesia. Ia membuktikan bahwa klub domestik mampu bersaing di level Asia Tenggara, terutama setelah mengusir wakil Malaysia dari persaingan. PSSI pun diharapkan ambil pelajaran untuk pengembangan tim nasional.
Ke depan, Persib harus jaga konsistensi. Laga lawan Lion City Sailors akan jadi ujian berikutnya, di mana strategi serupa pressing tinggi mungkin kembali diandalkan. Bojan Hodak sudah siapkan skuad, termasuk rotasi untuk hindari kelelahan.
Pada akhirnya, malam di Petaling Jaya itu akan dikenang sebagai babak epik dalam sejarah Persib. Adam Alis mungkin jadi bintangnya, tapi kemenangan 3-2 ini adalah bukti bahwa “This is Persib”—tim yang lahir dari perjuangan kolektif dan keyakinan tak tergoyahkan. (sam)







