Esamesta.com, Bola – Cristiano Ronaldo terus berjuang untuk memenuhi ambisinya dalam gelaran Piala Dunia. Meskipun tidak tampil dalam pertandingan penentu, Portugal berhasil meraih kemenangan telak 9-1 atas Armenia pada Minggu (16/11) malam WIB di Stadion Dragao. Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi timnas Portugal dalam memastikan tiket ke Piala Dunia.
Ronaldo absen dalam laga tersebut karena skorsing. Namun, absensi sang megabintang justru memberi peluang bagi rekan-rekannya untuk menunjukkan performa yang luar biasa. Dengan kemenangan ini, Portugal memastikan diri sebagai juara grup F dengan 13 poin dari empat kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah. Tim ini juga mencetak total 20 gol dan hanya kebobolan tujuh kali.
Peraih Ballon d’Or lima kali ini akan berusia 41 tahun saat Piala Dunia dimulai pada Juni. Ronaldo menyatakan bahwa ini akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk memenangkan gelar yang belum diraihnya. Jika kondisi kebugarannya tetap terjaga, ia diprediksi akan menjadi bagian dari skuad Roberto Martinez.
Ronaldo dilarang tampil hingga dua pertandingan setelah dikeluarkan dari lapangan dalam kekalahan Portugal 0–2 dari Irlandia pada pertengahan pekan. Kekalahan mengejutkan itu memaksa tim nasional Portugal harus mengalahkan Armenia untuk memastikan posisi puncak grup F di kualifikasi.
Hasilnya, dua hattrick dari Bruno Fernandes dan Joao Neves menjadi sorotan utama dalam kemenangan besar Selecao das Quinas. Pelatih 52 tahun ini mengungkapkan rasa puasnya terhadap performa timnya. Ia menyebut bahwa timnya kembali ke performa terbaiknya, berkomitmen, suportif, dan menjalankan rencana permainan dengan sangat baik.
Pertandingan dimulai dengan cepat. Tujuh menit laga berjalan, tuan rumah sudah unggul melalui Renato Veiga menerima bola muntah hasil tepisan Henri Avagyan, hasil sepakan Bruno Fernandes yang gagal diantisipasi dengan baik. Secara mengejutkan, sepuluh menit berselang, The Armenians mampu menyamakan kedudukan. Dari sisi kanan, Grant-Leon Ranos berhasil melewati Joao Cancelo dan melesat maju sebelum mengirimkan bola ke kotak penalti, yang disambut Eduard Spertsyan.
Setelah skor sempat 1–1, hujan gol untuk kubu tuan rumah datang. Dimulai dari Goncalo Ramos yang berhasil memanfaatkan salah umpan bek Armenia. Kemudian brace Joao Neves, ditutup dengan sepakan pinalti Bruno Fernandes membuat babak pertama berakhir dengan 5–1.
Enam menit babak kedua, Bruno menambah jarak keunggulan setelah memanfaatkan umpan Ramos, tendangan rendahnya membuat Avagyan memungut bola keenam kalinya dari jala gawang. Gol ketujuh Portugal datang di menit ke-71, menandai hattrick gelandang Manchester United itu, pinalti kedua dalam laga ini berhasil dieksekusi dengan sempurna yang semakin menenggelamkan tim tamu.
Neves menyusul juga mencetak hattrick kedua laga ini. Umpan silang Bruno berhasil diterima Semedo, dan wonderkid Paris Saint-Germain yang didekatnya, tak ragu untuk menyambar tendangan dari jarak dekat. Winger Juventus tak mau ketinggalan pesta, menutup kemenangan 9-1 lewat Francisco Conceicao. Sepakan terukurnya yang menusuk sudut bawah gawang melengkapi pembantaian ini pada menit ke-92.
Kemenangan besar ini sukses menepis keraguan semua pengamat olahraga usai Portugal menelan kekalahan mengejutkan pada pertandingan sebelumnya di kandang Irlandia yang memaksa mereka berjuang hingga laga terakhir ini. Dengan kemenangan ini, Selecao das Quinas tetap menjadi pemuncak klasemen grup F mengoleksi 13 poin dari empat kemenangan, satu kali imbang dan kalah, serta mencetak total 20 gol dan kebobolan tujuh kali. (sam)







