Esamesta.com, Bola – Real Madrid secara resmi mengakhiri masa jabatan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona dalam final Piala Super Spanyol di Arab Saudi, Senin, 12 Januari 2026. Keputusan ini diumumkan oleh klub sehari kemudian melalui pernyataan resmi di situs mereka. “Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak klub dan sang pelatih,” tulis Madrid dalam pernyataan resminya, Selasa, 13 Januari 2026.
Klub menyampaikan apresiasi kepada Alonso, yang dikenang sebagai legenda Real Madrid selama masa bermainnya. “Klub menegaskan bahwa Alonso akan selalu mendapat tempat istimewa di hati para Madridista, mengingat statusnya sebagai legenda Los Blancos yang senantiasa merepresentasikan nilai-nilai klub. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya.”
Pemecatan Alonso terjadi di tengah situasi sulit bagi Madrid. Selain kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, Los Blancos juga tertinggal empat poin dari rival abadinya itu dalam klasemen sementara LaLiga. Hasil-hasil tersebut dinilai manajemen tidak sejalan dengan ekspektasi klub, meski Alonso baru menangani tim utama sejak Juni 2025.
Alonso ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada 1 Juni 2025 setelah mencatatkan prestasi gemilang bersama Bayer Leverkusen. Ia membawa klub Jerman itu meraih gelar ganda domestik Bundesliga dan DFB-Pokal musim 2023/2024 serta melaju ke final Liga Europa. Reputasi tersebut membuat kedatangannya ke Santiago Bernabeu disambut ekspektasi tinggi, ditopang kontrak hingga Juni 2028.
Awal masa jabatan Alonso di Madrid sempat menjanjikan. Setelah membawa tim mencapai semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, ia mencatatkan 13 kemenangan dari 14 pertandingan awal bersama tim utama. Satu-satunya kekalahan dalam periode tersebut adalah hasil telak 2-5 dari Atletico Madrid pada derbi September 2025.
Performa Madrid kemudian menurun. Kekalahan 0-1 dari Liverpool pada 4 November 2025 menjadi awal rentetan hasil buruk, dengan Madrid hanya meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan berikutnya. Meski Alonso sempat merespons tekanan dengan lima kemenangan beruntun, manajemen klub menilai kebangkitan tersebut belum cukup konsisten untuk mempertahankannya.
Di luar performa di lapangan, Alonso juga disebut berada di bawah tekanan internal. Ia dikabarkan kehilangan dukungan sebagian pemain dan terlibat konflik dengan sejumlah figur penting di ruang ganti, termasuk Vinicius Junior. Situasi itu mempercepat keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama setelah hanya delapan bulan.
Sebagai pengganti Alonso, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama. Penunjukan tersebut diumumkan pada hari yang sama dengan pemecatan Alonso. Arbeloa sebelumnya menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla sejak Juni 2025 dan telah lama berkarier di lingkungan akademi klub sejak 2020. “Alvaro Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih tim utama,” tulis Madrid dalam pernyataannya.
Arbeloa dikenal sebagai figur internal klub, yang menangani berbagai tim usia muda sebelum dipercaya memimpin Castilla. Seperti Alonso, Arbeloa juga merupakan mantan pemain Madrid. Ia membela Los Blancos pada periode 2009–2016 dan turut mempersembahkan delapan gelar, termasuk dua Liga Champions dan satu gelar Liga Spanyol. Bersama tim nasional Spanyol, Arbeloa menjadi bagian dari generasi emas yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.
Penunjukan Arbeloa menandai pendekatan Madrid yang kembali mengandalkan figur internal di tengah musim yang bergejolak. Dengan tertinggal empat poin dari Barcelona di LaLiga dan kegagalan di Piala Super Spanyol, Madrid kini berharap perubahan di kursi pelatih mampu menstabilkan performa tim pada paruh kedua musim.
Sementara itu, pemecatan Alonso menutup periode singkat namun penuh tekanan bagi pelatih berusia 43 tahun tersebut. Datang dengan reputasi tinggi dari Jerman dan ekspektasi besar di Madrid, Alonso meninggalkan klub tanpa gelar mayor bersama tim utama. Meski demikian, pernyataan resmi Madrid menegaskan bahwa pintu klub tetap terbuka baginya di masa depan. (sam)







