Esamesta.com, Piala Dunia – Timnas Belgia berkomitmen untuk memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil maksimal saat menghadapi Mesir pada laga pembuka Grup G. Pertandingan yang digelar Senin (15/6/2026) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB pukul 02.00 ini menjadi momen penting bagi tim untuk membuka peluang menjadi juara grup dan melangkah lebih mulus ke fase gugur.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menekankan kepada para pemainnya untuk tampil percaya diri dan menganggap pertandingan melawan Mesir sebagai laga final. Menurutnya, hasil pada pertandingan pertama akan sangat berpengaruh terhadap perjalanan tim di fase grup.
Pertandingan yang berlangsung di Seattle ini mempertemukan dua kekuatan utama di Grup G. Selain Belgia dan Mesir, grup ini juga dihuni oleh Iran serta Selandia Baru. Meski belum menjadi laga penentu kelolosan karena kompetisi masih panjang, tiga poin dari pertandingan pembuka akan memberikan keuntungan besar dalam persaingan memperebutkan posisi puncak klasemen. Tim yang finis sebagai juara grup berpeluang mendapatkan jalur yang lebih menguntungkan di fase gugur.
“Kami akan fokus pada kekuatan kami sendiri. Kami ingin menjadi protagonis dalam pertandingan ini,” ujar Garcia kepada wartawan.
“Kami harus tampil habis-habisan besok seolah-olah ini adalah final,” lanjutnya.
Waspadai Mohamed Salah dan Omar Marmoush
Garcia menilai Mesir sebagai salah satu tim terkuat yang dimiliki Afrika saat ini. Kehadiran Mohamed Salah dan Omar Marmoush membuat lini depan The Pharaohs menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya. Menurutnya, Mesir tidak hanya memiliki kualitas menyerang yang mumpuni, tetapi juga pertahanan yang terorganisasi dengan baik.
“Ini adalah salah satu skuad Afrika terbaik sepanjang masa,” katanya.
Meski demikian, Garcia percaya setiap tim memiliki celah yang bisa dimanfaatkan. “Semua tim memiliki kelemahan. Kita akan lihat besok apakah kami bisa memanfaatkannya,” ujarnya.
Misi Bangkit dari Kegagalan di Qatar
Piala Dunia 2026 menjadi momentum bagi Belgia untuk memperbaiki catatan setelah gagal melaju dari fase grup pada Piala Dunia 2022. Garcia memilih fokus pada target jangka pendek terlebih dahulu, yakni memastikan Belgia lolos ke babak gugur sebelum berbicara mengenai peluang melangkah lebih jauh.
“Langkah demi langkah. Pertama keluar dari fase grup, tetapi kami ingin finis sebagai juara grup,” tegasnya.
Debut Garcia dan Tielemans sebagai Kapten
Pertandingan melawan Mesir juga menjadi momen spesial bagi Garcia yang akan menjalani debutnya sebagai pelatih di ajang Piala Dunia. Di sisi lain, gelandang Aston Villa, Youri Tielemans, akan menjalani turnamen besar pertamanya sebagai kapten tim nasional Belgia.
Tielemans mengakui pertandingan pertama di sebuah turnamen selalu menghadirkan tekanan tersendiri. Namun, ia meminta seluruh pemain tampil berani dan mengeluarkan kemampuan terbaik tanpa rasa takut.
“Saya bisa katakan setiap pertandingan pertama selalu penuh rasa gugup. Karena itu kami harus memulai dengan baik,” ujar Tielemans.
“Berikan segalanya, jangan menyesal, dan setelah itu apa pun bisa terjadi,” tambahnya.
Selain menghadapi kualitas permainan Mesir, Belgia juga harus beradaptasi dengan cuaca panas di Seattle. Namun Garcia melihat kebijakan jeda minum yang disiapkan FIFA dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk menjaga kondisi fisik pemain, tetapi juga sebagai kesempatan memberikan instruksi taktis di tengah pertandingan.
Dengan pengalaman pemain yang lebih matang dan ambisi besar untuk menguasai Grup G, Belgia datang sebagai unggulan. Meski begitu, Mesir yang diperkuat Mohamed Salah diprediksi siap memberikan perlawanan sengit dalam salah satu pertandingan paling menarik pada pekan pertama Piala Dunia 2026. (sam)








Komentar