Esamesta.com, Bola – Timnas Jerman segera memasuki masa peralihan setelah Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengumumkan bahwa Jurgen Klopp menjadi kandidat terkuat sebagai pelatih baru menggantikan Julian Nagelsmann. Keputusan ini diambil setelah kegagalan tim nasional dalam Piala Dunia 2026, yang membuat mereka tersingkir di babak 32 besar setelah kalah adu penalti dari Paraguay.
Kegagalan tersebut menandai awal dari sebuah era baru bagi sepak bola Jerman, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kekuatan utama di dunia. Kekalahan ini juga memperpanjang puasa prestasi Jerman di Piala Dunia, yang telah berlangsung sejak edisi 2014. Sebelumnya, Jerman bahkan gagal melaju hingga fase gugur pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
Nagelsmann resmi mengundurkan diri setelah pertemuan selama tiga jam dengan petinggi DFB di Frankfurt. Meskipun sebelumnya ia menyatakan tidak ingin meninggalkan jabatannya, tekanan dari hasil buruk di Piala Dunia akhirnya membuatnya memutuskan untuk mundur. Ia tetap mendapatkan pesangon sebesar 6 juta poundsterling atau sekitar Rp143 miliar.
Peran Jurgen Klopp dalam Era Baru
Jurgen Klopp disebut telah menjalin komunikasi dengan DFB dan memberikan sinyal positif untuk kembali ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Liverpool. Dalam pernyataannya, DFB mengonfirmasi bahwa pihaknya akan segera membahas penunjukan Klopp sebagai pelatih anyar Die Mannschaft. “Mengenai penunjukan pelatih baru, pimpinan DFB akan segera berdiskusi dengan Jurgen Klopp. Ia telah mengisyaratkan kesediaannya untuk menerima posisi tersebut,” tulis DFB.
Sebelumnya, Klopp sempat merespons rumor yang mengaitkannya dengan kursi pelatih Timnas Jerman. “Saya belum memikirkan hal itu. Saya mengerti bahwa nama saya sedang disebut-sebut sekarang, tetapi ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya,” ujarnya.
Kritik terhadap Julian Nagelsmann
Selain kegagalan di lapangan, Nagelsmann juga menuai kritik karena menciptakan suasana yang dinilai terlalu santai. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah keberadaan istri dan pacar para pemain (WAGs) di sekitar kamp tim selama turnamen. Keberadaan kekasih Nagelsmann, Lena Wurzenberger, yang beberapa kali terlihat mendampingi skuad juga menjadi sorotan media Jerman.
Legenda Jerman, Lothar Matthaus, menilai kehadiran keluarga para pemain memicu gangguan di ruang ganti. “Ada banyak hal yang harus diproses, baik di dalam maupun di luar lapangan. Istri, keluarga, semua orang terlibat. Banyak sekali berita utama,” kata Matthaus. Ia juga mengungkap adanya ketidakpuasan di antara pemain terkait fasilitas perjalanan yang berbeda bagi anggota keluarga mereka.
Prediksi Football Enthusiast yang Tidak Terwujud
Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Football Enthusiast, Agung Iqbal Ramadhan, memprediksi bahwa Jerman akan melaju hingga babak 16 besar. Namun, prediksi tersebut tidak terwujud. Meski menjagokan Jerman, Agung tetap mengakui bahwa sepak bola selalu menyimpan kejutan. Menurutnya, faktor keberuntungan juga dapat mengubah hasil pertandingan, meski di atas kertas sebuah tim lebih diunggulkan.
“Jerman dan Paraguay, kemungkinan Jerman akan melaju ke babak 16 besar dan akan bertemu dengan Prancis,” ujar Agung dalam podcast Super Taktik Tribunnews. “Meski masih ada kemungkinan-kemungkinan yang lain, beberapa negara besar memang di atas kertas lebih diunggulkan dibandingkan negara-negara lainnya. Tetapi balik lagi, bola itu bulat. Semua bukan hanya soal taktik dari pelatih, tetapi faktor dewi fortuna juga akan sangat berpengaruh.” (sam)








Komentar