Esamesta.com, Piala Dunia – Sebuah analisis yang dilakukan oleh NetSI Sport menunjukkan bahwa Argentina menjadi salah satu tim yang paling diuntungkan oleh keputusan Video Assistant Referee (VAR) selama Piala Dunia 2026. Data tersebut tidak hanya memicu perdebatan, tetapi juga membuat julukan “VARgentina” kembali muncul dalam kalangan penggemar sepak bola.
Keuntungan dari Penggunaan VAR
Menurut data yang dirilis pada 11 Juli, sebelum laga perempat final melawan Swiss, Argentina mencatat angka 6,7 keputusan VAR yang menguntungkan per 100 pelanggaran yang dimenangkan. Angka ini menjadi yang tertinggi kedua sepanjang turnamen, hanya berada di bawah Meksiko. Selain itu, hingga babak perempat final, tidak ada satu pun pelanggaran yang dilakukan Argentina yang berujung pada tinjauan VAR. Sementara itu, pelanggaran terhadap pemain Argentina menjadi yang paling sering diperiksa melalui VAR dibandingkan tim lain yang mencapai delapan besar.
Meski statistik tersebut ramai diperbincangkan, Direktur kelompok riset NetSI Sport, Brennan Klein, menegaskan bahwa data itu tidak dapat dijadikan bukti adanya perlakuan istimewa terhadap Argentina. Menurutnya, tingginya angka keputusan VAR yang menguntungkan lebih menunjukkan bahwa wasit di lapangan beberapa kali melewatkan pelanggaran yang kemudian dikoreksi melalui tayangan ulang.
Rivalitas yang Mengundang Perhatian
Laga antara Argentina dan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 diprediksi akan berlangsung dalam tensi tinggi. Rivalitas antara kedua negara tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor politik terkait sengketa Kepulauan Malvinas. Pada April 1982, Argentina mengirim pasukan untuk merebut Kepulauan Malvinas, wilayah di Samudra Atlantik Selatan yang diklaim sebagai bagian dari Argentina, tetapi telah dikuasai Inggris sejak abad ke-19.
Football enthusiast Gigih menilai latar belakang sejarah tersebut membuat duel Argentina kontra Inggris selalu memiliki muatan emosional yang lebih besar dibanding pertandingan biasa. Ia menyatakan bahwa dalam situasi seperti itu, bukan lagi soal taktik semata, melainkan tentang tim mana yang memiliki kemauan lebih kuat.
Performa Lionel Messi dan Harapan Timnas Argentina
Di sisi lain, performa Lionel Messi tetap menjadi faktor utama keberhasilan Argentina melaju hingga babak semifinal. Kapten berusia 39 tahun itu telah mencetak delapan gol dan menyumbang dua assist dalam enam pertandingan Piala Dunia 2026. Dengan kondisi fisik dan mental yang optimal, Messi menjadi tulang punggung La Albiceleste dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.
Argentina kini bersiap menghadapi Inggris pada semifinal yang akan digelar di Atlanta Stadium, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB. Meskipun lawan tidak mudah, La Albiceleste akan berusaha membuktikan bahwa keberhasilan mereka ditentukan oleh kualitas permainan di lapangan, bukan semata-mata oleh keputusan teknologi VAR.
Kontroversi di Balik Keputusan Wasit
Selain rivalitas di luar lapangan, keputusan wasit juga menjadi sorotan sepanjang perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Perdebatan mengenai kepemimpinan wasit semakin menguat setelah laga babak 16 besar melawan Mesir. Dalam pertandingan yang dimenangkan Argentina 3-2 tersebut, sejumlah keputusan VAR memicu kontroversi.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka mempertanyakan kepemimpinan wasit dan penggunaan VAR. Ia menyatakan bahwa Mesir dirugikan oleh beberapa keputusan penting, termasuk penalti yang tidak diberikan dan gol yang dianulir setelah peninjauan VAR. “Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang menyebabkan hasil ini,” ujarnya.
Kontroversi semakin memanas setelah gol kedua Mesir dianulir melalui VAR, keputusan yang bahkan memancing reaksi dari komentator siaran langsung dan memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola.
Julukan “VARgentina” Kembali Mengemuka
Meski demikian, hasil analisis tersebut diperkirakan akan semakin memperkuat narasi yang berkembang di media sosial bahwa Argentina memperoleh banyak keuntungan dari teknologi VAR selama Piala Dunia 2026. Julukan “VARgentina”, yang telah beberapa kali muncul sejak fase gugur, kembali ramai digunakan oleh para penggemar yang mempertanyakan sejumlah keputusan kontroversial.
Namun, Argentina tetap memiliki peluang besar mempertahankan gelar juara dunia apabila mampu menyingkirkan Inggris di semifinal. Dengan Lionel Messi yang sedang berada dalam performa terbaiknya, La Albiceleste akan berusaha membuktikan bahwa keberhasilan mereka ditentukan oleh kualitas permainan di lapangan, bukan semata-mata oleh keputusan teknologi VAR. (sam)







Komentar