Esamesta.com, Hobi – Padel kini menjadi salah satu olahraga yang sedang tren di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat urban. Permainan ini menggabungkan elemen dari tenis dan squash, menciptakan pengalaman bermain yang cepat, dinamis, dan menyenangkan. Namun, di balik keseruannya, padel juga menuntut fokus, kesabaran, dan teknik yang baik agar bisa dimainkan dengan benar.
Atlet padel Jessy Rompies menekankan bahwa penguasaan kontrol bola lebih penting daripada sekadar memukul keras. Selain itu, latihan rutin dan pembentukan muscle memory menjadi fondasi penting bagi siapa pun yang baru memulai. Melalui pengalamannya, Jessy dan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi di RS Pondok Indah dr. Oryza Satria, membagikan beberapa tips untuk pemula agar bisa menikmati olahraga ini tanpa cedera.
Fokus dan Sabar Saat Bermain
Dalam permainan padel, kontrol bola menjadi elemen utama yang sering diabaikan oleh pemain pemula. Jessy Rompies menilai, banyak pemula terlalu terburu-buru dan lebih fokus pada kekuatan pukulan daripada arah bola. Padahal, main padel yang baik membutuhkan strategi dan ritme permainan yang stabil.
Jessy menjelaskan bahwa banyak pemain pemula terlalu cepat ingin memukul keras, padahal seharusnya fokus pada kontrol dan penempatan bola. Menurutnya, pemain yang sabar akan lebih mudah membaca arah pantulan bola dan meminimalkan kesalahan pukulan. Dengan menjaga ketenangan dan fokus pada bola, permainan menjadi lebih stabil dan menyenangkan untuk dijalani.
Latihan Rutin untuk Tingkatkan Permainan
Kunci berikutnya dalam main padel adalah latihan rutin. Jessy menegaskan bahwa kemampuan bermain tidak akan terbentuk hanya dari satu atau dua kali permainan saja. Peningkatan refleks, kekuatan tangan, hingga kemampuan membaca arah bola membutuhkan latihan berulang.
“Dari banyaknya latihan, dari banyaknya mabar-mabar (main bareng) pastinya juga kemampuan bermainnya pasti akan naik lah,” tuturnya. Rutinitas ini membantu pemain membangun konsistensi serta mengenali karakteristik pantulan bola di lapangan. Meskipun padel relatif mudah dipelajari dibanding tenis, teknik kontrol bola tetap perlu waktu dan disiplin untuk dikuasai.
Bangun Muscle Memory
Selain latihan rutin, membangun muscle memory atau ingatan otot juga menjadi hal penting bagi pemain pemula. Jessy menjelaskan bahwa setiap gerakan dalam main padel, mulai dari memukul bola hingga mengatur posisi tubuh, perlu dilatih terus-menerus agar menjadi refleks alami.
“Tetap harus ada rutinitas untuk melatih muscle memory. Jadi enggak cuma satu kali dua kali,” jelasnya. Dengan muscle memory yang terbentuk, tubuh akan bereaksi otomatis saat membaca arah bola, tanpa perlu berpikir lama. Hasilnya, permainan menjadi lebih presisi dan efisien di setiap pukulan.
Konsistensi adalah Kunci
Menurut Jessy, konsistensi adalah fondasi utama bagi siapa pun yang ingin berkembang dalam main padel. Teknik dan muscle memory yang sudah terbentuk bisa hilang jika latihan tidak dilakukan secara teratur.
“Konsisten pasti, consistency is the key,” ujarnya. Olahraga padel membutuhkan keseimbangan antara teknik, refleks, dan ketenangan. Ketiga hal tersebut hanya bisa dicapai melalui latihan berkelanjutan. Pemain yang konsisten akan lebih cepat berkembang dan memahami ritme permainan dibanding mereka yang berlatih tidak teratur.
Pelajari Teknik Dasar Bersama Pelatih Profesional
Banyak orang terjun ke dunia main padel hanya karena ikut tren, tanpa mempelajari teknik yang benar. Menurut dr. Ariza, langkah terbaik bagi pemula adalah belajar bersama pelatih profesional. Footwork, posisi badan, hingga cara memukul bola tidak bisa hanya ditiru dari teman sesama pemula.
Selain itu, pemilihan perlengkapan juga berpengaruh besar pada performa dan keselamatan. “Gunakan perlengkapan yang tepat, misalnya sepatu yang khusus untuk grip lapangan, kemudian raket yang sesuai dengan level permainan.” Dan jangan lupa untuk meningkatkan kondisi fisik dan penguatan otot, misalnya penguatan kor, kemudian bahu, tungkai, itu di luar lapangan.
Latihan di Luar Lapangan Sama Pentingnya
Menjaga kebugaran fisik di luar lapangan juga menjadi bagian penting dalam main padel. Latihan seperti jogging, gym, atau olahraga kalistenik membantu memperkuat otot inti (core), bahu, dan tungkai. Dengan otot yang kuat, tubuh lebih siap menghadapi tekanan eksplosif saat bertanding.
Pemula disarankan untuk meningkatkan intensitas bermain secara bertahap, agar tubuh bisa beradaptasi tanpa cedera. Persiapan fisik yang baik akan membuat permainan lebih optimal dan mencegah kelelahan berlebih selama pertandingan.
Prinsip PRICE untuk Penanganan Cedera
Meskipun langkah pencegahan sudah dilakukan, cedera tetap bisa terjadi saat main padel. Menurut dr. Ariza, penanganan awal bisa dilakukan dengan prinsip PRICE: Protection, Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Ia menegaskan pentingnya mengenali tanda-tanda cedera ringan hingga sedang agar tidak berlanjut menjadi parah. Kalau cedera terasa berat, segera hentikan aktivitas dan konsultasikan ke dokter olahraga.
Pencegahan cedera tetap menjadi prioritas utama dengan kombinasi pemanasan yang cukup, teknik yang benar, serta kondisi fisik yang baik. Olahraga padel bukan sekadar tren, melainkan perpaduan antara teknik, strategi, dan konsistensi. Dengan menguasai kontrol bola, membangun muscle memory, dan menjaga kebugaran fisik, pemula bisa menikmati permainan ini tanpa risiko cedera.
Seperti disampaikan Jessy Rompies, kesabaran dan latihan teratur adalah fondasi dari kemajuan. Dengan persiapan yang tepat, main padel bisa menjadi aktivitas yang menyehatkan sekaligus menyenangkan untuk jangka panjang. (del)







