Apakah Berkeringat Banyak Saat Olahraga Baik? Ini Fakta Pentingnya

Esamesta.com, Kesehatan – Saat melakukan olahraga, setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda-beda. Beberapa orang langsung berkeringat sejak menit pertama, sementara yang lain baru mulai berkeringat setelah beberapa saat bergerak. Perbedaan ini sering membuat orang bertanya-tanya apakah hal tersebut normal atau tidak.

Munculnya keringat selama olahraga adalah proses alami tubuh dalam mengatur suhu. Saat otot berkontraksi, tubuh menghasilkan panas, dan sistem saraf otomatis memicu kelenjar keringat untuk mendinginkan diri. Dengan demikian, keringat yang keluar merupakan tanda bahwa tubuh sedang bekerja dengan baik.

Namun, banyaknya keringat bukanlah indikator efektivitas latihan. Faktor utama yang menentukan efektivitas olahraga adalah seberapa keras tubuh bekerja, bukan jumlah keringat yang dihasilkan. Misalnya, seseorang yang sudah terlatih bisa berlari tanpa berkeringat, sedangkan pemula mungkin langsung basah kuyup. Ini menunjukkan bahwa tubuh merespons aktivitas fisik secara berbeda-beda.

Baca Juga :  Pola Hidup Sehat ala Nabi Mulai dari Bangun Tidur

Apakah Keringat Banyak Membakar Lebih Banyak Kalori?

Banyak orang salah paham bahwa keringat membakar kalori. Faktanya, pembakaran kalori terjadi ketika tubuh berolahraga, yaitu saat jantung berdetak lebih cepat, otot bekerja keras, dan metabolisme meningkat untuk menyediakan energi. Keringat hanyalah cara tubuh mendinginkan diri saat suhu internal naik.

Selama latihan intensif, tubuh masuk ke mode “overdrive” di mana oksigen dipompa ke otot dan sistem metabolisme bekerja ekstra untuk mengeluarkan energi. Proses inilah yang membakar kalori. Meskipun sedikit energi digunakan untuk memproduksi keringat, jumlahnya sangat kecil dibandingkan energi yang dibakar dari gerakan itu sendiri.

Penyebab Keluar Keringat Berlebih Saat Berolahraga

Jika keringat yang keluar terlalu banyak dan berlangsung lebih lama dari yang dibutuhkan tubuh untuk mendinginkan diri, itu bisa menjadi tanda adanya kondisi medis seperti hyperhidrosis. Beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini antara lain:

  • Gangguan penggunaan alkohol
  • Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit Parkinson, atau gangguan tiroid
  • Faktor genetik karena hyperhidrosis dapat diturunkan dalam keluarga
  • Infeksi yang memengaruhi respons tubuh
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat anti-kecemasan dan insulin
  • Tumor tertentu yang memengaruhi sistem saraf atau hormon
Baca Juga :  Lansia rentan depresi, tapi banyak keluarga tidak menyadari: Stigma jadi pemicunya

Cara Mengurangi Keringat Berlebih Saat Olahraga

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol keringat berlebih saat berolahraga tanpa mengurangi efektivitas latihan. Berikut tipsnya:

  • Gunakan antiperspiran sebelum olahraga dan aplikasikan berulang jika dibutuhkan
  • Pilih pakaian olahraga yang breathable dan sweat-wicking agar tubuh tetap terasa kering dan nyaman
  • Hindari makanan pedas atau porsi besar sebelum latihan karena bisa memicu produksi keringat berlebih
  • Tunda olahraga jika tubuh belum pulih sepenuhnya dari demam. Pasalnya, pada waktu tersebut tubuh masih sensitif terhadap perubahan suhu
  • Latihan pada waktu lebih sejuk, seperti pagi atau malam hari. Bisa juga pilih tempat yang teduh
  • Turunkan suhu ruangan, misalnya dengan menyalakan kipas atau AC, agar tubuh tidak cepat kepanasan
Baca Juga :  Hanya 30 Menit Olahraga, Rasakan Manfaat Antidepresan

FAQ Seputar Apakah Bagus Keluar Banyak Keringat Saat Olahraga

Apakah keringat banyak berarti olahraga lebih efektif?
Tidak selalu. Keringat hanya tanda tubuh mendinginkan diri, bukan ukuran efektivitas latihan.

Kenapa ada orang yang cepat berkeringat saat olahraga?
Karena respons tubuh berbeda-beda, dipengaruhi oleh genetik, kebugaran, suhu, dan intensitas latihan.

Apakah keringat banyak membantu membakar lemak?
Tidak. Lemak terbakar dari aktivitas otot dan metabolisme, bukan dari jumlah keringat. (sam)