QRIS Tap: Pembayaran Digital Lebih Cepat dengan Teknologi NFC

Esamesta.com – Inovasi sistem pembayaran digital di Indonesia terus berkembang. Setelah sukses dengan QRIS konvensional, kini Bank Indonesia memperkenalkan QRIS Tap, teknologi baru yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi hanya dengan menyentuhkan ponsel ke perangkat pembayaran tanpa perlu memindai kode QR. Sistem ini resmi diluncurkan pada Maret 2025 dan mulai diterapkan di sejumlah sektor seperti transportasi umum, rumah sakit, area parkir, hingga merchant ritel dan UMKM.

Apa Itu QRIS Tap dan Bagaimana Cara Kerjanya?

QRIS Tap merupakan versi terbaru dari sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC). Teknologi ini memungkinkan dua perangkat untuk berkomunikasi dalam jarak sangat dekat, sehingga pengguna cukup menempelkan ponselnya ke mesin pembayaran tanpa perlu membuka kamera untuk memindai kode.

Secara sederhana, ponsel berfitur NFC berfungsi layaknya kartu e-money atau kartu debit contactless. Transaksi dilakukan dalam hitungan detik, memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pengguna maupun pelaku usaha. Saat ini, beberapa dompet digital dan aplikasi mobile banking besar di Indonesia sudah mulai mengintegrasikan fitur QRIS Tap ke dalam sistem pembayaran mereka.

Baca Juga :  5 Karya Lukis Affandi yang Menggugah Hati

Perbedaan QRIS Tap dengan QRIS Biasa

Perbedaan utama antara QRIS Tap dan QRIS konvensional terletak pada metode pembayarannya. Pada QRIS biasa, pengguna harus membuka aplikasi, memilih menu QRIS, lalu memindai kode QR yang disediakan merchant. Sedangkan dengan QRIS Tap, pengguna cukup menempelkan ponsel ke mesin pembayaran berbasis NFC tanpa harus membuka kamera.

Selain itu, transaksi dengan QRIS Tap dinilai lebih cepat dan minim kesalahan karena tidak bergantung pada kualitas kamera atau pencahayaan. Hal ini menjadikannya solusi ideal di tempat-tempat dengan mobilitas tinggi seperti stasiun, bandara, atau area parkir yang membutuhkan waktu transaksi singkat.

Syarat Menggunakan QRIS Tap

Tidak semua perangkat ponsel dapat menggunakan fitur ini. QRIS Tap hanya bisa digunakan pada ponsel yang memiliki teknologi NFC dan sudah diaktifkan. Pengguna iPhone maupun Android dapat mengaktifkan fitur tersebut melalui menu pengaturan ponsel.

Baca Juga :  Apa itu Legit dan Scam? Penjelasan secara lengkap

Langkah penggunaannya pun sangat mudah:

  • Buka aplikasi dompet digital atau mobile banking yang mendukung QRIS Tap.
  • Pastikan fitur NFC aktif.
  • Pilih menu “QRIS Tap”.
  • Tentukan sumber dana (rekening, e-money, atau kartu kredit).
  • Tempelkan ponsel ke mesin pembayaran hingga transaksi berhasil.

Beberapa penyedia layanan bahkan menamakan fitur ini dengan istilah “Tap to Pay” atau “NFC Pay”, namun pada dasarnya fungsinya sama, yaitu memudahkan transaksi nontunai tanpa pemindaian kode QR.

Kelebihan dan Potensi Penerapan QRIS Tap

Kehadiran QRIS Tap dianggap sebagai lompatan besar dalam ekosistem pembayaran digital nasional. Dengan memanfaatkan teknologi NFC, transaksi menjadi lebih cepat, higienis, dan efisien. Pelaku usaha juga diuntungkan karena proses pembayaran lebih lancar, terutama pada waktu ramai pelanggan.

Baca Juga :  13 Cara Alami Menghilangkan Bekas Luka Hanya Dalam 1 Minggu, DIJAMIN!

Bank Indonesia menargetkan penggunaan QRIS Tap akan meluas di berbagai kota besar, dengan prioritas pada sektor transportasi umum seperti MRT, TransJakarta, dan KRL Jabodetabek. Selain itu, layanan ini juga diproyeksikan dapat diterapkan di rumah sakit, area parkir modern, hingga pusat perbelanjaan.

Masa Depan QRIS Tap di Indonesia

Ke depan, QRIS Tap diprediksi menjadi standar baru pembayaran digital di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur NFC yang semakin banyak tersedia di perangkat modern, potensi adopsinya diperkirakan meningkat pesat. Selain mempercepat transaksi, QRIS Tap juga membantu mendorong inklusi keuangan dengan memberikan alternatif pembayaran yang lebih nyaman dan modern bagi masyarakat.

QRIS Tap bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat budaya transaksi nontunai di Indonesia, mendukung efisiensi ekonomi digital, dan memperluas akses keuangan yang lebih inklusif di seluruh lapisan masyarakat. (del)