5 Sifat yang Membuktikan Kamu Punya Empati Mendalam

Esamesta.com – Empati sering kali tidak terlihat secara langsung, karena biasanya muncul melalui tindakan kecil yang dilakukan secara spontan tanpa disadari. Dalam banyak situasi, empati hadir dalam bentuk perhatian sederhana yang menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Menurut pandangan psikologi, empati bukan hanya sekadar sikap baik hati, tetapi juga cerminan kemampuan seseorang untuk terhubung secara emosional dan memahami perasaan orang di sekitarnya.

Bagi sebagian orang yang ingin mengetahui sejauh mana tingkat empatinya, ada beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk. Berikut adalah lima sikap yang menandakan bahwa seseorang memiliki jiwa empati tinggi:

Merasa lelah usai melakukan interaksi sosial

Orang yang berempati secara alami cenderung menyerap emosi dari orang-orang di sekitarnya. Baik itu kegembiraan, kesedihan, atau frustrasi, Anda tidak hanya mendengar apa yang dikatakan seseorang, namun Anda juga merasakannya. Hubungan emosional ini bisa membuat Anda merasa lelah.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai penularan emosi, di mana Anda secara tidak sadar mengambil alih perasaan orang lain. Ini bukan sesuatu yang Anda lakukan dengan sengaja, tetapi terjadi begitu saja karena otak Anda terprogram untuk saling memahami dan terhubung secara mendalam. Jika interaksi sosial sering membuat Anda merasa tertekan secara emosional, ini bisa jadi tanda bahwa Anda lebih berempati daripada yang Anda sadari.

Baca Juga :  Cara Mengirim File Lewat Bluetooth Laptop dan Dari Hp ke Laptop

Memperhatikan hal-hal kecil

Psikolog mengatakan bahwa peningkatan kesadaran akan perubahan emosi yang halus merupakan indikator kuat dari empati. Artinya, Anda peka terhadap perasaan orang lain, bahkan saat mereka mencoba menyembunyikannya.

Jika Anda sering bertanya pada diri sendiri, “Apakah kamu yakin kamu baik-baik saja?” karena Anda tahu ada yang tidak beres, itu pertanda bahwa empati Anda sangat dalam. Anda tidak hanya mendengarkan, tetapi juga merasakan perasaan orang lain, meskipun mereka tidak menyampaikannya secara langsung.

Memiliki rasa kasihan saat orang lain merasa sakit

Ahli saraf menemukan bahwa saat kita melihat orang lain kesakitan, pusat nyeri di otak kita pun ikut aktif. Hal ini terjadi karena adanya neuron cermin, yang membantu kita memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain.

Bagi orang yang sangat berempati, hubungan ini bisa jadi lebih kuat. Anda tidak hanya bersimpati dengan ketidaknyamanan seseorang, tetapi juga merasakannya secara fisik. Jika Anda tersentak, tegang, atau bahkan tiba-tiba merasakan sakit ketika orang lain terluka, itu pertanda bahwa empati Anda tertanam kuat dalam cara otak Anda memproses dunia.

Baca Juga :  Fungsi Dan Jenis - Jenis Attachments Di PUBG Mobile

Sulit memberikan batasan emosional

Memiliki empati yang tinggi berarti Anda mudah terhubung dengan emosi orang lain, namun terkadang hubungan itu menjadi luar biasa. Anda mungkin mendapati diri Anda menanggung beban masalah orang lain, merasakan stres mereka seolah-olah itu adalah masalah Anda sendiri.

Tanpa batasan emosional yang jelas, akan sulit untuk memisahkan perasaan mereka dari perasaan Anda, yang membuat Anda terkuras secara mental dan emosional. Psikolog menyebutnya sebagai penyerapan emosional, di mana individu yang berempati menerima lebih dari yang seharusnya. Meskipun belas kasih merupakan suatu kekuatan, belajar untuk menetapkan batasan sangat penting untuk menghindari kejenuhan. Jika Anda sering merasa lelah secara emosional setelah mendukung orang lain, itu pertanda bahwa empati Anda sangat dalam dan Anda mungkin perlu melindungi energi Anda sendiri juga.

Merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain

Ketika seseorang di sekitar Anda terluka, hal itu bukan sekadar sesuatu yang Anda sadari, itu adalah sesuatu yang Anda rasakan secara mendalam. Anda tidak sekadar bersimpati, tetapi secara naluri ingin membantu, meringankan beban mereka, dan membuat keadaan menjadi lebih baik dengan cara apa pun yang Anda bisa.

Baca Juga :  Aplikasi Untuk Mengubah Tampilan/Background Desktop Di PC/Komputer

Kepedulian sebesar ini adalah hal yang indah, tetapi juga bisa jadi berat. Anda mungkin merasa bersalah saat orang yang Anda kasihi sedang berjuang, meskipun rasa sakitnya bukan tanggung jawab Anda. Anda mungkin memutar ulang percakapan di kepala Anda, bertanya-tanya apakah Anda mengatakan hal yang benar atau apakah Anda seharusnya bisa berbuat lebih banyak.

Empati pada tingkat ini muncul dari rasa keterhubungan yang mendalam, keinginan agar orang-orang di sekitar Anda merasa diperhatikan, didengar, dan didukung. Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun Anda dapat memberikan kenyamanan, penyembuhan adalah sesuatu yang harus dilakukan setiap orang untuk diri mereka sendiri. Jika Anda sering memikul beban emosi orang lain seolah-olah beban itu adalah beban emosi Anda sendiri, itu pertanda bahwa empati Anda kuat dan mendalam. (dwi)