Sama-Sama Menyebalkan! Ini Perbedaan Tungau dan Kutu Kasur yang Harus Kamu Ketahui

Esamesta.com – Bayangkan ketika kamu bangun tidur di pagi hari, tubuhmu dihinggapi rasa gatal dan ruam di sekujur badan. Kamu pasti berpikir ada yang salah. Mungkin dari bed cover yang kamu gunakan atau makanan yang kamu konsumsi sebelumnya. Namun, pernahkah kamu terbesit kalau jangan-jangan penyebabnya adalah sesuatu yang hinggap dan bersembunyi di kasur? Jika iya, segeralah cek dan kenali lebih lanjut, apakah penyebab utamanya dari tungau atau justru kutu yang bersarang di dalam kasur.

Kondisi ini kerap kali diabaikan karena gejalanya mirip dengan alergi biasa dan banyak orang berpikir akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, kita harus waspada karena jika dibiarkan akan semakin merugikan dan tidak baik untuk kesehatan. Kasur, bantal, dan selimut yang tampak bersih secara kasat mata masih bisa menjadi rumah bagi makhluk mikroskopis pemicu reaksi alergi. Walau tak terlihat jelas, keberadaan mereka nyata dan mengganggu kenyamanan terutama bagi orang dengan sistem imun sensitif.

Oleh karena itu sebelum mempengaruhi kualitas tidur lebih jauh lagi harus segera dicari tahu penyebabnya. Apakah yang hinggap sejenis tungau kasur atau sering dikenal juga tungau debu, atau lebih parahnya justru kutu yang entah berasal darimana. Lantas apakah sebenarnya mereka berbeda? Simak penjelasannya berikut.

Tungau Kasur (Dust Mites)

Menurut Alodokter, tungau kasur (dust mites) adalah hewan mikroskopis yang tidak menggigit. Mereka hidup dari serpihan kulit manusia dan suka berkembang biak di tempat lembab. Masalah muncul berasal dari kotoran dan sisa tubuh tungau yang bisa memicu reaksi alergi, seperti gatal, bersin, ruam merah, bahkan sesak napas bagi penderita alergi debu.

Tom’s Guide menyebutkan bahwa tungau debu hidup dari serpihan kulit mati manusia maupun hewan peliharaan. Itulah sebabnya, benda-benda di tempat yang berpotensi lembab seperti kasur, bantal, sofa, hingga karpet menjadi tempat ideal bagi mereka untuk berkembang biak. Menariknya, tungau debu berukuran sangat kecil yaitu sekitar 0,2 hingga 0,3 milimeter.

Baca Juga :  Peluang Bisnis Online Untuk Mahasiswa

Alodokter juga menyebutkan beberapa gejala yang dapat timbul akibat reaksi alergi atau iritasi dari gigitan tungau kasur antara lain rasa gatal pada kulit, terutama saat baru bangun tidur. Bentol merah kecil atau ruam juga sering muncul di bagian tubuh yang sering bersentuhan langsung dengan kasur, seperti punggung, lengan, leher, atau kaki. Selain itu, kulit bisa terasa panas dan perih di area yang tergigit.

Pada sebagian orang, paparan hewan ini dapat menimbulkan reaksi alergi berupa bersin-bersin, hidung tersumbat, hingga mata berair terutama bila sering terpapar debu dari kasur. Jika digaruk terlalu keras, kulit yang teriritasi dapat mengalami luka terbuka atau infeksi ringan, sehingga menambah rasa tidak nyaman.

Akan tetapi jangan khawatir. Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meredakannya. Pertama, segera mandi dan bersihkan area kulit yang terasa gatal untuk menghilangkan sisa tungau atau kotoran yang menempel. Setelah itu, kamu dapat mengoleskan krim antihistamin atau kortikosteroid ringan seperti hidrokortison yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal. Pastikan penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter, terutama pada anak-anak.

Selain itu, yang terpenting adalah hindari menggaruk kulit yang gatal, karena dapat menyebabkan luka terbuka dan meningkatkan risiko infeksi. Jika rasa gatal masih mengganggu, kompres area tersebut dengan air dingin untuk membantu menenangkan kulit dan mengurangi ketidaknyamanan.

Kutu Kasur (Bed Bugs)

Sementara itu, Halodoc menjelaskan bahwa kutu kasur (bed bugs) adalah serangga kecil berbentuk pipih yang benar-benar menggigit kulit manusia untuk menghisap darah. Gigitannya bisa menyebabkan bentol gatal yang berderet di area tubuh tertentu seperti lengan, kaki, atau punggung. Bed bugs aktif di malam hari dan sulit dibasmi jika sudah berkembang biak di celah-celah kasur atau furnitur.

Baca Juga :  Daftar Sms Banking Bri Biaya & Cara Transfer

Umumnya, kutu kasur dapat masuk ke dalam rumah melalui berbagai cara. Salah satu yang paling umum adalah melalui barang bawaan, seperti koper, tas, atau pakaian yang digunakan saat bepergian terutama jika sempat menginap di tempat yang sudah terinfeksi. Selain itu, membeli furnitur bekas seperti kasur, sofa, atau kursi tanpa memeriksa kebersihannya juga bisa menjadi jalur masuk bagi kutu kasur. Pakaian atau tas bekas yang tidak dicuci terlebih dahulu juga berpotensi menjadi media penyebaran kutu.

Bahkan, kunjungan dari teman, kerabat, maupun hewan peliharaan dari yang rumahnya terinfeksi pun berpotensi membawa kutu kasur tanpa disadari. Berikut beberapa tanda yang bisa dikenali sebagai tanda adanya kehadiran kutu kasur di rumah antara lain:

  • Bekas gigitan di kulit: Biasanya berupa bentol merah yang terasa gatal, terutama di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian saat tidur seperti leher, lengan, dan kaki.
  • Noda darah di sprei: Adanya bintik darah kecil di sprei atau sarung bantal bisa menjadi sisa dari gigitan kutu kasur yang tertekan saat kamu bergerak tidur.
  • Bintik hitam kecil: Ini merupakan kotoran atau feses kutu kasur yang sering terlihat di kasur, rangka tempat tidur, atau di celah-celah dinding.
  • Kulit kutu yang terkelupas: Kutu kasur mengalami pergantian kulit seiring pertumbuhannya, dan sisa kulit tersebut dapat terlihat menempel di permukaan kasur.
  • Bau tidak sedap: Kutu kasur yang telah beranak pinak dan jumlahnya terus bertambah sering menimbulkan aroma khas seperti apek dan agak manis di area tempat tidur.
  • Melihat kutu kasur secara langsung: Entah itu di lipatan kasur, celah furnitur, atau dinding sekitar tempat tidur.

Cara Efektif Mencegah dan Membasmi Tungau serta Kutu Kasur

Menjaga kebersihan tempat tidur bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga perlindungan dari dua hewan kecil yang sering bersembunyi yaitu tungau dan kutu kasur. Keduanya sama-sama dapat menimbulkan rasa gatal, alergi, dan gangguan tidur, sehingga penting untuk melakukan langkah pencegahan sekaligus penanganan yang tepat.

Baca Juga :  Penyebab & Solusi Android Sering Restart/Mulai Ulang Sendiri

Salah satu cara paling efektif adalah menggunakan pelindung kasur dan bantal (mattress encasemen) yang terbuat dari bahan rapat dan tahan alergen. Penutup jenis ini mampu mengurung kutu kasur yang sudah ada di dalam kasur agar tidak bisa menggigit atau bertelur, sekaligus mencegah tungau dan kutu baru masuk. Bila hanya berurusan dengan tungau, pelindung biasa mungkin cukup, tetapi untuk kutu kasur, pelindung penuh yang menutup seluruh kasur jauh lebih efektif.

Selain itu, Halodoc dan Alodokter menyebutkan bahwa rutin menjaga kebersihan tempat tidur dan kamar menjadi langkah pencegahan utama, meliputi:

  • Cuci seprai, sarung bantal, dan selimut dengan air panas (minimal 60°C) setiap minggu agar telur dan kotoran tungau mati.
  • Vakum kasur, lipatan, dan tepiannya secara menyeluruh, termasuk karpet dan furnitur sekitar, karena area tersebut sering menjadi tempat persembunyian kutu dan tungau.
  • Jemur kasur dan bantal di bawah sinar matahari langsung atau gunakan steam cleaner untuk memanfaatkan panas yang mampu membunuh parasit.
  • Gunakan baking soda atau bahan alami lain untuk membantu menyerap kelembapan dan menghambat perkembangan tungau.
  • Pastikan sirkulasi udara dan kelembaban kamar tetap terjaga. Bila perlu, gunakan dehumidifier.
  • Hindari penumpukan pakaian atau barang di kamar tidur yang bisa menjadi sarang serangga kecil.
  • Periksa kasur saat bepergian atau menginap di tempat baru, karena kutu kasur sering berpindah melalui koper atau pakaian.

Dengan langkah-langkah sederhana namun rutin ini, diharapkan tidak hanya mencegah tungau dan kutu berkembang biak, tetapi juga menjaga kualitas tidur dan kesehatan kulit agar senantiasa optimal. (sam)