Esamesta.com, Film – Jika kamu seorang penggemar sepak bola yang ingin menambah wawasan dengan film-film berkualitas, maka rekomendasi trilogi berikut ini bisa menjadi panduan menarik. Dengan memilih liga sepak bola favoritmu, kamu bisa menemukan film-film yang mencerminkan kondisi sosial dan budaya di negara masing-masing. Setiap liga memiliki kekhasan yang bisa dilihat melalui kisah-kisah yang terangkum dalam film.
1. English Premier League: The Full Monty (1997), This is England (2006), dan High Hopes (1988)
English Premier League sering dianggap sebagai liga paling populer dan elite di dunia. Namun, di balik popularitasnya, liga ini juga mencerminkan ketimpangan ekonomi antara Inggris bagian Selatan dan Utara. Untuk memahami hal ini, kamu bisa mulai dengan film The Full Monty (1997). Film satir-sosial ini mengikuti kelompok penambang batubara di Inggris Utara yang kehilangan pekerjaan dan beralih menjadi penari striptis untuk bertahan hidup. Film ini memberikan gambaran tentang kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat di wilayah tersebut.
Lanjutkan dengan This is England (2006) yang menggambarkan eksistensi kelompok sayap kanan ekstrem di Inggris. Film ini juga mengungkap perasaan frustrasi dan rasa tidak puas dari masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh sistem. Akhirinya, tonton High Hopes (1988) yang membahas ketimpangan kelas di Inggris melalui kisah dua pasangan muda dan kerabat mereka.
2. Serie A Italia: Bicycle Thieves (1948), Gomorrah (2008), dan On My Skin (2018)

Serie A Italia tidak hanya tentang sepak bola, tetapi juga mencerminkan perbedaan kelas, ideologi, dan budaya di Italia. Mulailah dengan Bicycle Thieves (1948) yang menggambarkan krisis ekonomi setelah Perang Dunia II. Film ini menunjukkan kontras antara nasib tokoh utama dan kebahagiaan para fans Modena FC yang baru saja menang.
Film Gomorrah (2008) menggambarkan kehidupan di Napoli dengan nuansa noir yang mengungkap kekerasan dan korupsi. Sementara itu, On My Skin (2018) menjelaskan brutalitas polisi dan cara mereka menangani masalah di masyarakat. Meski tidak langsung terkait sepak bola, film ini bisa menjelaskan beberapa insiden yang terjadi dalam sepak bola Italia.
3. LaLiga Spanyol: Pan’s Labyrinth (2006), Alcarras (2022), dan Sirat (2025)

LaLiga Spanyol memiliki sejarah yang panjang dan penuh perpecahan, terutama antara Real Madrid dan Barcelona FC. Film Pan’s Labyrinth (2006) menggambarkan era Francisco Franco dan dampaknya terhadap masyarakat Spanyol. Film ini bisa menjadi awal untuk memahami perbedaan ideologi yang terjadi di Spanyol.
Selanjutnya, tonton Alcarras (2022) yang menggambarkan kehidupan keluarga di daerah Catalonia. Film ini juga menyentuh sejarah dan identitas lokal. Akhiri dengan Sirat (2025) yang menggambarkan hubungan Spanyol dengan Afrika melalui kisah-kisah yang terjadi di sana.
4. Bundesliga Jerman: The Lives of Others (2006), Short Sharp Shock (1998), dan Toni Erdmann (2016)

Bundesliga Jerman mencerminkan perbedaan antara Jerman Timur dan Barat. Film The Lives of Others (2006) menggambarkan kontrol pemerintah Jerman Timur terhadap kehidupan warga. Film ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana sistem politik memengaruhi masyarakat.
Film Short Sharp Shock (1998) menggambarkan kehidupan imigran Eropa Timur dan Turki di Jerman. Sementara itu, Toni Erdmann (2016) adalah satire terhadap kapitalisme dan kehidupan korporat. Film ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat Jerman terhadap sistem ekonomi yang semakin kompetitif.
5. Ligue 1 Prancis: La Haine (1995), A Prophet (2009), dan Girlhood (2014)

Ligue 1 Prancis mencerminkan budaya protes yang kuat di Prancis. Film La Haine (1995) menggambarkan keragaman penduduk Prancis dan perasaan frustrasi masyarakat. Film ini juga menyoroti ketidakadilan yang terjadi di masyarakat.
Film A Prophet (2009) menggambarkan kehidupan imigran Arab dan etnik minoritas Corsica di Prancis. Sementara itu, Girlhood (2014) menggambarkan kehidupan tiga remaja perempuan keturunan Afrika di pemukiman kelas menengah bawah. Pemukiman ini sering disebut sebagai banlieue, tempat yang menjadi sumber bakat sepak bola terbaik Prancis seperti Kylian Mbappe, Paul Pogba, dan Zinedine Zidane.
Menyusun daftar tontonan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Dengan menggunakan liga sepak bola sebagai dasar, kamu bisa membuat trilogi yang menarik dan informatif. Bagi pecinta film atau penggemar sepak bola, ini bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. (del)







