Esamesta.com – Anggrek dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang paling diminati karena bentuk bunganya yang menarik dan unik. Keberadaannya mampu menjadi titik fokus yang menyenangkan dalam ruangan. Namun, agar anggrek tumbuh optimal, pemilihan media tanam yang tepat sangat penting. Berikut beberapa jenis media tanam yang bisa digunakan:
-
Sabut Kelapa

Sabut kelapa sering digunakan karena kemampuannya menyerap air dengan baik tanpa membuat akar terlalu basah. Tekstur berseratnya membantu sirkulasi udara di sekitar akar. Bahan ini mudah ditemukan dan ramah lingkungan. -
Sphagnum Moss
Sphagnum moss atau mos putih biasa digunakan sebagai media tanam anggrek karena mampu menyimpan air dengan baik tanpa menyebabkan akar membusuk. Teksturnya yang lembut menjaga kelembapan tetap stabil, terutama untuk anggrek yang tumbuh di daerah kering. Selain itu, media ini juga membantu akar berkembang lebih sehat dan kuat. -
Pakis
Pakis menjadi media tanam favorit karena mampu menyerap air dengan baik dan memiliki pori-pori yang membantu akar bernapas. Namun, media ini biasanya mengandung hama sehingga perlu disterilkan sebelum digunakan sebagai media tanam. -
Batu Apung

Batu apung dipilih karena struktur berporinya mampu menjaga sirkulasi udara sekaligus menahan sedikit air. Selain itu, batu apung ringan dan tidak mudah lapuk, sehingga awet digunakan. Sama seperti arang kayu, batu apung tidak mengandung nutrisi, jadi tetap perlu tambahan pupuk agar pertumbuhan anggrek optimal.
Cara Menanam Bunga Anggrek
Menanam anggrek membutuhkan perawatan khusus agar dapat tumbuh sehat dan berbunga indah. Berikut langkah-langkahnya:
-
Pilih Jenis Anggrek yang Tepat
Langkah pertama adalah menentukan jenis anggrek yang cocok untuk ditanam di rumah. Untuk pemula, Phalaenopsis (anggrek bulan) sangat direkomendasikan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan dan tahan terhadap perubahan suhu. Selain itu, Dendrobium juga populer karena memiliki warna bunga cerah dan bentuk yang cantik. -
Pilih Bibit yang Sehat
Gunakan bibit anggrek yang memiliki akar segar, daun hijau, dan tidak lembek. Bibit yang sehat akan lebih mudah beradaptasi dengan media tanam baru. Hindari bibit dengan akar menghitam atau daun layu karena berisiko tidak tumbuh optimal. -
Siapkan Media Tanam yang Sesuai
Anggrek tidak tumbuh di tanah seperti tanaman lain, melainkan memerlukan media tanam yang mampu menahan kelembapan tanpa menyebabkan akar busuk. Pastikan media tanam yang dipilih steril dan tidak terlalu padat agar akar dapat bernapas dan berkembang dengan baik.

-
Gunakan Pot dengan Drainase Baik
Gunakan pot dengan lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar anggrek tetap sehat. Pilih pot berukuran sedikit lebih besar dari akar agar masih ada ruang tumbuh. Pot plastik cocok untuk pemula karena ringan dan mudah dipindahkan, sedangkan pot tanah liat dapat memberikan sirkulasi udara lebih baik untuk akar. -
Tentukan Tempat yang Tepat
Letakkan anggrek di tempat yang mendapat sinar matahari tidak langsung. Sinar matahari pagi adalah yang paling ideal. Hindari paparan sinar matahari siang yang terlalu panas karena dapat membuat daun menguning, sedangkan kekurangan cahaya akan menyulitkan tanaman ini untuk berbunga. -
Siram dengan Cara dan Frekuensi yang Benar
Siram anggrek seminggu sekali atau saat media tanam mulai mengering. Hindari penyiraman berlebihan karena dapat menyebabkan akar busuk. Gunakan air bersih dan siram langsung ke akar, bukan ke bunga, agar tidak merusak kelopak dan batang bunga yang lembut.

-
Berikan Pupuk Secara Teratur
Gunakan pupuk khusus anggrek dengan kandungan unsur hara seimbang (NPK). Pemupukan dapat dilakukan seminggu sekali pada pagi hari. Hal tersebut dapat membantu proses fotosintesis pada tanaman anggrek. -
Rawat dan Pangkas Rutin
Setelah bunga layu, potong tangkainya agar tanaman dapat tumbuh tunas baru. Periksa kondisi akar dan daun secara berkala untuk memastikan tidak ada jamur atau serangga. Jika ditemukan akar yang kering atau busuk, segera potong menggunakan gunting steril untuk mencegah penyebaran penyakit. -
Jaga Kelembapan dan Sirkulasi Udara
Anggrek tumbuh optimal pada tingkat kelembapan sekitar 60 hingga 80 persen. Pastikan juga sirkulasi udara lancar agar tanaman tetap segar dan tidak lembap berlebihan.
Perlu diingat, setiap jenis anggrek memiliki karakter dan kebutuhan perawatan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami dengan baik cara merawatnya sesuai jenis anggrek yang Anda pilih, agar tanaman dapat tumbuh sehat dan berbunga indah. (dwi)







