Kisah Menakjubkan Album West End Girl Lily Allen

Esamesta.com, Musik – Lily Allen baru saja merilis album kelimanya yang berjudul West End Girl, setelah 7 tahun vakum dari industri musik. Album ini tidak hanya menjadi momen penting dalam kariernya, tetapi juga dianggap sebagai ekspresi perasaan dan pengakuan terhadap pernikahannya dengan aktor David Harbour.

Album ini dirilis secara mengejutkan, beberapa bulan setelah Lily Allen resmi bercerai dari David Harbour. Tidak ada teaser atau single promosi yang dikeluarkan sebelumnya. Ia hanya mengunggah pengumuman tentang perilisan album 4 hari sebelum rilis resmi. Hal ini membuat album ini terkesan seperti karya yang dirancang untuk memperoleh perhatian publik secara langsung.

Single utama dari album ini berjudul “Pssy Palace”, yang cukup eksplisit dan menggambarkan perasaan kecewa serta kaget Lily Allen terhadap kebiasaan suaminya. Dalam lagu tersebut, ia secara terbuka menyentil David Harbour, yang dikenal sebagai tokoh utama dalam serial Stranger Things*. Di sini, Lily menggambarkan suaminya sebagai pria dengan kecenderungan seksual yang tidak biasa.

Baca Juga :  Dampak Musik pada Perasaan (Pandangan Biopsikologis)

Selain itu, dalam lagu “4chan Stan”, Lily juga menyentil kebiasaan Harbour yang mungkin tidak disangka oleh banyak orang. Situs 4chan, yang populer pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an, sering kali digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan nilai-nilai kontroversial seperti rasisme dan misogini. Ini menjadi konteks penting dalam memahami lirik lagu-lagu dalam album ini.

Detail hubungan Lily Allen dengan David Harbour diekspos hampir tanpa sensor. Dalam beberapa lagu seperti “Nonmonogamummy” dan “Ruminating”, ia membongkar penyesalan atas keputusan untuk menjalani pernikahan terbuka. Lagu “Tennis” dan “Madeleine” menyentil satu sosok spesifik yang membuatnya merasa tidak aman. Dalam “Beg For Me”, ia mengungkapkan kekecewaannya saat melihat bagaimana mantan pasangannya bersikap santai ketika ia marah dan meminta pisah.

Di lagu “Relapse”, Lily juga mengungkapkan bahwa masalah ini menyebabkan kambuhnya gangguan mentalnya. West End Girl pun dianggap sebagai karya autofiksi, yaitu karya yang menggabungkan elemen autobiografi dengan fiksi. Lily benar-benar menulis dari hati nuraninya sendiri, dan cara dia memilih diksi juga menunjukkan kekhasannya selama ini.

Baca Juga :  Tabungan Musafir iB dari BII Maybank Syariah

Lily Allen sering disebut sebagai publik figur yang sulit untuk disukai. Ia tidak ragu untuk menyampaikan pendapatnya tanpa menyensor dirinya sendiri. Perkataan dan tindakannya kadang menjadi kontroversi, dan ia tidak segan memulai perselisihan dengan selebriti lain. Karena sikapnya ini, ia sering dibandingkan dengan Kanye West yang memiliki pola perilaku serupa.

West End Girl sebagai Bukti Minat Terhadap Gosip Selebriti

West End Girl tidak hanya dilihat sebagai sesuatu yang negatif. Hellen Cofey dari The Independent memuji keberanian Lily Allen dalam mengekspresikan rasa marah dan kecewanya melalui album ini. Alexis Petridis dari The Guardian dan Shaad D’Souza dari The New York Times juga memberikan apresiasi yang sama. D’Souza menambahkan bahwa strategi seperti ini masih efektif bagi musisi untuk mendapatkan perhatian audiens.

Baca Juga :  Cara Menciptakan Akun Moonton Di Mobile Legends

Taktik ini bukanlah hal baru. Contohnya adalah lagu “drivers license” milik Olivia Rodrigo, “All Too Well” milik Taylor Swift, dan “Manchild” milik Sabrina Carpenter. Dengan sindiran yang dikemas secara teka-teki dan kabar kehidupan percintaan mereka yang tersebar di media, lagu-lagu putus cinta ini berhasil mendapatkan publisitas gratis. Ini juga menjadi bukti bahwa manusia memang sangat penasaran dengan kehidupan pribadi orang lain.

Bedanya, daripada menunggu media mengekspos dan membuat narasi liar tentang kehidupan pribadinya, Lily Allen memilih untuk membongkarnya dari sudut pandangnya sendiri. Meskipun ia bukan malaikat dan eksistensinya sempat dilupakan karena masalah perilaku dan keputusannya melipir dari industri hiburan, album ini berhasil membuat kita meliriknya lagi. (dwi)