Esamesta.com, Bola – Kesabaran suporter Timnas Indonesia tampaknya sudah habis terhadap pelatih mereka, Patrick Kluivert. Sebanyak 25 ribu komentar menyerbu akun Instagram miliknya, meminta agar ia segera mundur dari jabatannya sebagai pelatih.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menjadi sorotan tajam setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Irak membuat Garuda tersingkir di ronde keempat Kualifikasi Zona Asia, dan kini desakan agar Kluivert mundur menggema di media sosial.
Tagar #KluivertOut pun viral, menandai puncak kekecewaan suporter terhadap performa dan kepemimpinan eks striker Timnas Belanda tersebut.
Kluivert sempat menyampaikan pernyataan bahwa tidak ada yang mustahil, merujuk pada peluang Indonesia lolos ke fase selanjutnya, setelah kalah 2-3 dari Arab Saudi di laga perdana.
“Selama kita percaya, tidak ada yang mustahil,” ucap Kluivert. “Kita jatuh, kita bangkit, kita berjuang lagi. Itulah semangat Garuda.”
Pada awalnya, komentar postingan tersebut masih bernada positif. Contohnya, “Semangat coach. Harapan kami ada di pundakmu. Semoga malam ini kita menang. Amin,” demikian salah satu komentar.
Namun, harapan jauh panggang dari api. Indonesia harus menelan kekalahan 1-0 dari Irak melalui gol yang dicetak Zidane Iqbal pada menit ke-76. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 pupus.
Postingan anyar Kluivert di Instagram langsung diserbu netizen Indonesia. Nadanya berubah. Mereka meluapkan kekecewaannya terhadap eks pemain Timnas Belanda tersebut.
Saat berita ini ditulis, tercatat postingan Kluivert dipenuhi lebih dari 25 ribu komentar. Mereka menyerukan agar Kluivert tak perlu lagi dipertahankan di posisi kursi pelatih Timnas Indonesia.
Banyak yang dikritik oleh netizen Indonesia. Tak hanya taktik, tapi juga pemilihan pemain yang menjadi starter, khususnya saat menghadapi Arab Saudi.
“Silahkan Angkat Kaki Patrick ! OUT.”
“Please you out.”
“Let’s go home to the Netherlands #KLUIVERTOUT.”
“Gimana kalau kita unfollow saja.”
“Waktu dan tempat dipersilakan #patrickkluivertout.”
Timnas Indonesia dipastikan berada di posisi dasar klasemen grup B dengan hasil dua kekalahan beruntun dan koleksi 0 poin. Irak membuka peluang untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Singa Mesopotamia akan beradu nasib pada laga terakhir menghadapi Arab Saudi di King Abdullah Sports City pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Tim yang memperoleh kemenangan akan menjadi juara grup B dan memegang tiket kelolosan otomatis ke Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Sebaliknya tim posisi runner-up, akan kembali diadu untuk perebutan tiket play-off menuju ronde 5 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Adapun saat ini, Arab Saudi dan Irak memperoleh 3 poin dan satu selisih gol serupa berkat kompak mengalahkan Timnas Indonesia. Jika kedua tim memperoleh hasil imbang pada laga terakhir, maka penentuan posisi akan dilihat dari perolehan kartu kuning dan merah.
7 Fakta Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 usai kalah dari Irak di laga penentuan di Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pertandingan Timnas Indonesia vs Irak berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu (11/10/2025) atau Minggu dini hari WIB. Skuad Garuda yang tampil dominan harus menghentikan ambisi menembus Piala Dunia 2026.
Itu setelah pasukan Patrick Kluivert menyerah 0-1 dari Irak lewat gol tunggal Zidane Iqbal di babak kedua.
Berikut sejumlah fakta Timnas Indonesia tidak lolos Piala Dunia 2026 usai kalah dari Irak:
-
Timnas Indonesia Main Ngotot dan Lebih Dominan
Dikutip dari Kompas.com, Indonesia yang melakukan perubahan starting XI tampil lebih percaya diri dalam menghadapi Irak. Skuad Garuda tampil lebih ngotot dan dinamis di dalam lapangan. Indonesia juga tampil lebih dominan ketimbang Irak. Buktinya, Indonesia sudah mendapatkan kesempatan di menit kedelapan. Thom Haye melakukan tembakan percobaan yang masih menyamping di sisi kiri gawang Irak. Mauro Zijlstra hampir saja membawa Indonesia memimpin pada menit ke-14. Kerja sama apik yang dilakukan dari sisi kanan penyerangan, Thom Haye kemudian mengirimkan umpan tarik ke tengah kotak penalti yang disambut oleh Zijlstra. Namun, sepakannya berhasil diblok oleh bek Irak dan kiper Jalal Hassan dan hanya menghasilkan sepak pojok. -
Irak Tampak Frustasi
Di sisi lawan, Irak juga terlihat frustrasi untuk menembus pertahanan Indonesia yang digalang Rizky Ridho, Jay Idzes, serta Kevin Diks. Satu peluang terakhir di babak pertama didapatkan oleh Indonesia lewat tendangan bebas Dean James jelang pertandingan usai. Tapi, arah tembakannya masih menyamping di sisi kiri gawang. Skor kacamata menghiasi 45 menit pertama duel Indonesia vs Irak. Irak yang kesulitan mengimbangi permainan Indonesia di babak pertama langsung melakukan dua pergantian di awal babak kedua. Salah satu yang dimasukkan adalah pemain FC Utrecht, Zidane Iqbal. Perubahan tersebut terlihat berhasil memberi dampak pada permainan Irak yang lebih kreatif dan kuat di lini tengah. -
Ketegangan Sering Terjadi di Menit-menit Akhir
Tensi pertandingan semakin tinggi di 10 menit akhir pertandingan. Friksi dan ketegangan antarpemain jadi sering terjadi. Suporter Indonesia yang hadir juga membuat pertandingan terhenti sementara karena melemparkan botol minuman ke arah lapangan sekitar menit ke-84. Itu dipicu ketidakpuasan terhadap keputusan wasit yang dianggap merugikan tim Merah Putih. Pertandingan kembali berjalan pada menit 89. Wasit memberikan tambahan waktu selama 11 menit. Irak harus bermain dengan 10 orang pada menit 98 setelah Zaid Hantoosh mendapatkan kartu kuning kedua. Namun, Indonesia tetap tak mampu menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-0 untuk kemenangan Irak. Langkah Indonesia untuk ke Piala Dunia 2026 terhenti di ronde keempat.
(sam)







