Saham PSIS Semarang Tak Laku, Suporter Minta Yoyok Lepas Kepemilikan

Esamesta.com, Bola – Saham PSIS Semarang, klub sepak bola ternama di Jawa Tengah, telah lama tidak berpindah tangan. Sejak penawaran sebesar Rp15 miliar dari pengusaha asal Kendal, Junianto atau yang akrab disapa Anto Van Java (AVJ) ditolak, belum ada investor lain yang menunjukkan minat untuk membeli saham klub yang dikenal dengan julukan Laskar Mahesa Jenar tersebut.

Junianto sebelumnya memiliki 30% saham PSIS sebelum kepemilikan sahamnya dialihkan kepada adiknya, Heri Sasongko. Jika tawaran AVJ untuk membeli tambahan 30% saham diterima, ia akan menjadi pemilik mayoritas klub yang sangat diminati oleh para suporter. Namun, keputusan manajemen PSIS menolak tawaran tersebut kini mulai dipertanyakan oleh banyak pihak, terutama para suporter.

Salah satu suara keras datang dari Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng. Melalui akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, ia menyampaikan kritik terhadap proses jual beli saham PSIS yang mandek. Dalam unggahan yang membandingkan harga jual klub Liga 3 asal Sumatera Utara, PSDS Deliserdang, yang dilepas senilai Rp3 miliar ke Bontang, Wareng menulis sindiran pedas.

Baca Juga :  Juventus vs Pafos, Spaletti Waspada Serangan Balik Tim Siprus

“Gini kalau katanya buzzer orang sok netral, ya kasihan YS yang sudah ngopeni PSIS selama 25 tahun, masak dijual cuma Rp3 miliar. Kalau tidak mampu ngelola, serahkan saja ke yang mau. Tidak usah main jual-belian, apa tidak kasihan YS, kwak,” tulisnya.

Tidak hanya itu, Wareng juga mengunggah potongan video percakapan antara salah satu DPP Panser Biru dengan CEO PSIS, Yoyok Sukawi. Dalam video tersebut, mereka membahas tawaran AVJ yang ingin menambah kepemilikan sahamnya di klub. Ia menulis:

“Buktinya sampai setahun lebih tidak ada yang mau beli saham PSIS, to? Terus bayangkan kalau sekarang total saham jadi 2000 lembar dari sebelumnya 1000. Saham AVJ dari 30% jadi 15%, saham temannya YS juga ikut berkurang. Kok diam saja? Padahal sama-sama pemilik saham,” tulis Wareng lagi.

Baca Juga :  Siapa Lebih Jago : Anak Wayne Rooney vs Anak Cristiano Ronaldo

Ia juga menuding adanya kejanggalan terkait perubahan jumlah saham PSIS. Dalam unggahan lain, ia menulis sindiran bernada satire, “2000 lembar saham × Rp56 juta = Rp112 miliar. Caranya penjual pura-pura kasih diskon padahal harga sudah dinaikkan dulu. #SelamatkanPSIS.”

Kritik Wareng mendapat dukungan dari banyak suporter yang semakin gencar mendesak Yoyok Sukawi agar melepas kepemilikan sahamnya. Mereka menilai manajemen saat ini tidak menunjukkan keseriusan dalam mengelola tim. Desakan tersebut semakin kuat setelah PSIS tampil buruk di kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Pemain Indonesia vs Jepang dan Arab Saudi

Dari tujuh pertandingan di Grup Timur, Laskar Mahesa Jenar hanya mampu mengumpulkan satu poin tanpa satu pun kemenangan. Hasil tersebut membuat PSIS terpuruk di dasar klasemen dan terancam degradasi ke Liga 3 jika situasi tidak segera ada perubahan.

Para suporter berharap CEO PSIS Semarang untuk melepas kepemilikan sahamnya agar investor baru bisa membawa perubahan signifikan bagi tim kebanggaan mereka. Mereka menilai, dengan modal dan manajemen yang lebih profesional, PSIS memiliki peluang besar untuk bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Meski begitu, hingga kini belum ada kabar mengenai investor yang berminat membeli saham PSIS. Situasi ini membuat masa depan klub semakin tidak pasti. Sementara itu, tekanan dari suporter terus meningkat dengan satu pesan yang sama yaitu #SelamatkanPSIS. (sam)