Esamesta.com, Liga Italia – Juventus kini sedang menjalani era baru setelah melakukan pemecatan terhadap pelatih Igor Tudor. Hasil positif yang diraih dalam pertandingan melawan Udinese menjadi bukti bahwa perubahan ini berjalan dengan baik. Dalam pertandingan tersebut, Juve berhasil meraih kemenangan yang diwarnai dua gol penalti.
Manajemen klub memutuskan untuk memberhentikan Tudor pada awal pekan ini setelah mengalami periode yang cukup sulit. Kekalahan 0-1 dari Lazio pada hari Minggu kemarin menjadi ketiga kalinya secara beruntun Juventus kalah dari lawan-lawannya.
Selain itu, Tudor juga mengalami delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua ajang. Kondisi ini semakin memburuk karena kegagalan mencetak gol dalam empat laga terakhir.
Momen terakhir Juventus mencetak gol terjadi saat menghadapi Villarreal di Liga Champions pada tanggal 1 Oktober 2025. Pada laga tersebut, Francisco Conceicao berhasil menjebol gawang tim asal Spanyol pada menit ke-56 dalam laga yang berakhir imbang 2-2.
Setelah itu, Juventus gagal mencetak gol dalam pertandingan melawan AC Milan (0-0), Como (0-2), Real Madrid (0-1), dan Lazio (0-1). Kemenangan terakhir Juventus jauh lebih lama lagi, yaitu saat mereka memenangkan Derby d’Italia atas Inter dengan skor 4-3 pada 13 September 2025. Durasi penantian kemenangan tersebut mencapai 45 hari.
Pada tengah pekan ini, Rabu (29 Oktober 2025), Juventus tampak seperti bangun dari keterpurukan setelah berhasil mengakhiri dua krisis tersebut. Tugas Tudor sementara waktu diteruskan oleh caretaker Massimo Brambilla saat Juve menjamu Udinese dalam duel pekan kesembilan Liga Italia di Allianz Stadium Turin.
Brambilla, yang sebelumnya bertugas sebagai pelatih tim reserve, memimpin skuad sambil menunggu pengumuman klub tentang pelatih baru. Saat ini, Luciano Spalletti menjadi kandidat utama untuk posisi tersebut.
Perubahan Komposisi Tim
Brambilla langsung melakukan penyegaran dalam komposisi tim. Perubahan paling mencolok terjadi di lini depan. Filip Kostic dipasang sebagai starter untuk pertama kalinya musim ini. Kenan Yildiz digeser menjadi trequartista di belakang duet striker, tidak lagi melebar seperti biasanya di bawah arahan Tudor.
Adapun Lois Openda mendapatkan kesempatan jarang masuk starting line-up. Bukan Jonathan David, striker Belgia itu yang diduetkan bersama Dusan Vlahovic. Kontribusi Openda langsung terasa di menit-menit awal pertandingan.
Pemain rekrutan dari RB Leipzig yang masih mencari gol pertamanya di Juve dijatuhkan oleh bek Udinese, Saba Goglichidze, di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih. Vlahovic maju sebagai eksekutor. Dengan melakukan ancang-ancang lompatan kecil, bomber Serbia berhasil menyarangkan bola ke sudut berbeda dengan arah gerak kiper Maduka Okoye.
Ini adalah gol pertama yang dicetak Juventus sejak Conceicao menjebol gawang Villarreal. Waktu penantian untuk mengakhiri paceklik ini mencapai 399 menit pertandingan!
Performa Juventus yang Lebih Cair
Permainan Juve memang terlihat lebih cair dibandingkan beberapa laga terakhir bersama Tudor. Vlahovic sempat menggetarkan jala Udinese untuk kedua kalinya setelah menerima umpan Weston McKennie, tapi gol ini dianulir karena offside.
Upaya Si Nyonya Tua menambah gol menghadapi tembok tebal bernama Okoye. Kiper tim tamu melakukan penyelamatan krusial terhadap tembakan Openda dan mementahkan peluang emas Vlahovic dalam posisi bebas dengan kakinya.
Juventus malah kecolongan gol penyama skor pada akhir babak pertama melalui tembakan Nicolo Zaniolo. Jebolan akademi Inter Milan berhasil membidik ruang kosong di pojok bawah menyusul dua upaya tembakan pemain I Zebrette yang mentah di dalam kotak.
Di babak kedua, baik Juventus maupun Udinese menambah tekanan demi mendapatkan gol kemenangan. Setelah melesakkan tembakan demi tembakan, tuan rumah akhirnya memulihkan keunggulan lewat satu jam pertandingan.
Tandukan Federico Gatti berhasil menaklukkan Okoye di tiang dekat selepas menyambut umpan sempurna Andrea Cambiaso. Bukan cuma selamat dari teror lawan, Juventus menambah satu gol larut melalui eksekusi 12 pas Yildiz setelah Goglichidze – pemain sama yang menyebabkan penalti pertama – melanggar playmaker Turkiye itu.
Hasil Akhir Pertandingan
Juventus akhirnya sukses menyudahi ketumpulan sekaligus menuntaskan dahaga kemenangan menjelang perkenalan pelatih anyar.
Hasil pertandingan:
– Juventus 3-1 Udinese
Gol: Dusan Vlahovic (5′-pen.), Federico Gatti (67′), Kenan Yildiz (90+6′-pen.); Nicolo Zaniolo (45+1′)
Susunan pemain:
– Juventus (3-4-1-2): 16-Michele Di Gregorio; 15-Pierre Kalulu, 4-Federico Gatti, 6-Lloyd Kelly; 27-Andrea Cambiaso, 5-Manuel Locatelli, 22-Weston McKennie, 18-Filip Kostic (Daniele Rugani 88′); 10-Kenan Yildiz; 9-Dusan Vlahovic (Teun Koopmeiners 89′), 20-Lois Openda (Jonathan David 77′). Pelatih: Massimo Brambilla (caretaker)
– Udinese (3-5-2): 40-Maduka Okoye; 2-Saba Goglichidze, 27-Christian Kabasele, 28-Oumar Solet; 19-Kingsley Ehizibue (Alessandro Zanoli 74′), 24-Jakub Piotrowski (Sandi Lovric 58′), 14-Arthur Atta (Lennon Miller 74′), 11-Hassane Kamara; 10-Nicolo Zaniolo (Vakoun Bayo 59′), 9-Keinan Davis (Adam Buksa 38′). Pelatih: Kosta Runjaic
(sam)







