Esamesta.com, Liga Champions – Pertandingan fase grup Liga Champions antara Atletico Madrid melawan Union Saint-Gilloise berlangsung pada Rabu 5 November 2025 di kandang Atletico, Riyadh Air Metropolitano. Tim tuan rumah tampil dengan formasi menyerang, menempatkan duet Julian Alvarez dan Antoine Griezmann di lini depan, sementara Giuliano Simeone dan Alejandro Baena mendukung dari sayap.
Gol pertama tercipta pada menit ke-39. Giuliano Simeone, putra pelatih Diego Simeone, mengobrak-abrik sisi kanan pertahanan Union Saint-Gilloise. Dengan kecepatan dan determinasi tinggi, ia menusuk hingga ke kotak penalti, sebelum melepaskan umpan tarik sempurna. Julian Alvarez datang dari lini kedua dan menuntaskannya dengan ketenangan luar biasa. Gol itu bukan sekadar pembuka skor, melainkan simbol gairah baru Atletico Madrid: cepat, agresif, dan penuh keyakinan.
Kemenangan 3-1 ini menjadi lebih dari sekadar tiga poin bagi Atletico Madrid. Ini adalah pernyataan bahwa tim asuhan Diego Simeone masih punya daya saing tinggi di level Eropa. Perpaduan antara pemain muda dan senior menghasilkan keseimbangan yang solid — sesuatu yang sempat hilang dalam beberapa musim terakhir.
Babak Pertama: Simeone Jr Jadi Pembeda
Atletico langsung menekan sejak peluit awal berbunyi. Pablo Barrios dan Koke memainkan peran penting di lini tengah, mengatur tempo dan membuka ruang bagi Baena dan Simeone di sisi sayap. Griezmann sempat memiliki peluang di menit ke-20 lewat tendangan bebas yang masih melenceng tipis dari gawang Kjell Scherpen.
Union Saint-Gilloise mencoba keluar dari tekanan dengan permainan cepat satu-dua, namun serangan mereka sering patah di kaki David Hancko dan Robin Le Normand yang tampil disiplin di belakang. Hingga akhirnya, pada menit ke-39, Giuliano Simeone menciptakan momen magis — tusukan cepat, umpan datar, dan penyelesaian cermat Julian Alvarez. Gol itu menegaskan superioritas Atletico di babak pertama yang berakhir dengan skor 1-0.
Babak Kedua: Gallagher dan Llorente Pastikan Kemenangan
Selepas jeda, Atletico tidak mengendurkan serangan. Diego Simeone tetap menuntut pressing tinggi dan agresivitas di setiap lini. Alvarez hampir menggandakan keunggulan lewat sepakan voli di menit ke-55, namun berhasil ditepis oleh Scherpen.
Tekanan itu akhirnya berbuah manis di menit ke-73. Alexander Sorloth yang baru masuk dari bangku cadangan membuat kekacauan di kotak penalti lawan. Bola hasil blok dua kali pemain Saint-Gilloise mengarah ke Conor Gallagher. Tanpa pikir panjang, pemain asal Inggris itu melepaskan tembakan terukur ke pojok kiri gawang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Atletico.
Namun Union Saint-Gilloise tidak menyerah begitu saja. Di menit ke-80, mereka mencuri satu gol dari skema bola mati. Tendangan bebas Sofiane Boufal disambar Ross Sykes dengan tandukan keras yang menembus jala Jan Oblak. Kedudukan 2-1 membuat tensi laga meningkat tajam.
Atletico merespons cepat dengan pergantian pemain bertahan. Namun di masa injury time, justru mereka memastikan kemenangan. Marcus Llorente memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Alvarez yang ditepis kiper dan mencetak gol di menit ke-90+6. Gol ini menjadi penutup sempurna untuk kemenangan Los Rojiblancos di kandang sendiri.
Analisis Laga: Semangat Cholismo Hidup Kembali
Laga ini memperlihatkan wajah baru Atletico Madrid yang lebih fleksibel. Simeone tidak lagi hanya mengandalkan pertahanan kokoh dan serangan balik cepat. Ada sentuhan progresif di lini depan yang membuat permainan mereka lebih dinamis. Giuliano Simeone menjadi representasi semangat muda yang berani menantang garis tradisional taktik ayahnya.
Di sisi lain, Julian Alvarez tampil sebagai pemain paling klinis di lapangan. Ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga motor serangan dengan pergerakan tanpa bola yang cerdas. Kombinasi antara Alvarez, Griezmann, dan Giuliano Simeone bisa menjadi trisula masa depan bagi Atletico.
Union Saint-Gilloise patut diapresiasi karena tampil berani di babak kedua, namun perbedaan kualitas individual dan organisasi permainan membuat mereka sulit mengejar.
Susunan Pemain
Atletico Madrid:
Jan Oblak; Nahuel Molina, Robin Le Normand, David Hancko, Matteo Ruggeri; Giuliano Simeone, Pablo Barrios, Koke, Alejandro Baena; Julian Alvarez, Antoine Griezmann.
Union Saint-Gilloise:
Kjell Scherpen; Anan Khalaili, Kevin Mac Allister, Christian Burgess, Ross Sykes; Adem Zorgane, Kamiel van de Perre, Rob Schoofs, Ousseynou Niang; Kevin Rodriguez, Anouar Ait El Hadj.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Ini tentang transisi, tentang darah baru yang mulai mengalir di tubuh Atletico. Giuliano Simeone membuktikan bahwa warisan sang ayah tidak hanya soal strategi, tapi juga semangat untuk berlari tanpa lelah. Liga Champions kembali menyaksikan kebangkitan Los Rojiblancos — bukan lewat amarah, tapi lewat energi dan keberanian generasi baru. (sam)







