Resmi! Pedro Matos Jadi Pemain Asing Ke-4 Persebaya Surabaya

Esamesta.com, Bola – Persebaya Surabaya resmi mengumumkan kedatangan pemain asing keempat di bawah kepelatihan Bernardo Tavares. Pemain tersebut adalah Pedro Matos, seorang gelandang asal Portugal yang diperkenalkan secara resmi kepada publik pada hari Kamis (22/1). Kehadirannya menjadi sorotan karena membuat komposisi pemain asing Persebaya Surabaya melebihi kuota yang ditentukan dalam regulasi Super League.

Pengumuman resmi dari Persebaya Surabaya menyampaikan pesan singkat: “Welcome Pedro Matos.” Kehadiran sang pemain langsung menarik perhatian publik sepak bola Indonesia karena memberikan dampak signifikan terhadap formasi tim. Pedro Matos datang dengan reputasi kuat sebagai pengatur tempo permainan. Selama memperkuat Semen Padang pada putaran pertama Super League musim ini, dia dikenal memiliki visi bermain tajam dan kemampuan distribusi bola yang rapi.

Nama lengkapnya adalah Pedro Ricardo Rodrigues de Matos, lahir di Vila Nova de Gaia, Portugal, pada 11 Mei 1998. Di usia 27 tahun, Pedro dinilai berada pada fase matang sebagai gelandang yang mampu membaca permainan dengan baik. Tinggi badannya mencapai 1,75 meter dengan kaki dominan kanan. Posisi utamanya sebagai gelandang serang, namun dia juga bisa dimainkan sebagai gelandang tengah maupun sayap kanan.

Baca Juga :  Harry Kane Sukses Raih Trofi Pertamanya usai Bayern Juara Bundesliga

Nilai pasar Pedro saat ini berada di angka Rp 2,17 miliar. Fleksibilitas posisinya menjadi nilai tambah penting bagi Persebaya Surabaya yang tengah membangun kedalaman skuad. Pada putaran pertama Super League 2025/2026 bersama Semen Padang, Pedro tampil dalam 15 pertandingan. Dia mencatatkan satu gol, empat assist, dua kartu kuning, dan total menit bermain mencapai 1.144 menit.

Catatan tersebut memperlihatkan kontribusinya lebih dominan dalam membangun permainan ketimbang sekadar mencetak gol. Perannya hampir mirip dengan Francisco Rivera, namun Pedro dinilai lebih fleksibel karena bisa digeser ke sisi kanan. Bernardo Tavares menilai Pedro akan memberikan dimensi baru bagi permainan Persebaya Surabaya. Dia diproyeksikan memperkuat transisi dari bertahan ke menyerang yang menjadi salah satu fokus utama tim pelatih.

Kehadiran Pedro juga diharapkan memperkukuh lini tengah Green Force. Dengan distribusi bola yang lebih terjaga, dukungan kepada lini depan diyakini akan semakin maksimal. Sebelum merekrut Pedro, Tavares menekankan pentingnya keseimbangan tim dalam menghadapi paruh kedua kompetisi. Dia ingin setiap posisi memiliki kedalaman pemain yang sehat dan kompetitif.

Baca Juga :  Cetak Gol Fenomenal di Persebaya, Peluang Rachmat Irianto ke Timnas!

Masuknya sejumlah pemain baru menjadi perhatian utama tim pelatih. Proses adaptasi dan pemahaman karakter pemain harus dipercepat agar performa tim tetap stabil saat liga kembali bergulir. “Setelah itu kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” kata Coach Tavares.

Untuk menunjang proses tersebut, Persebaya Surabaya berencana menggelar laga uji coba selama jeda kompetisi. Agenda ini dimanfaatkan untuk menilai pemain yang selama ini belum banyak mendapatkan menit bermain. “Kami ingin melihat pemain yang belum banyak bermain. Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” ujar Bernardo Tavares.

Menurut Tavares, tim kuat harus dibangun dengan kompetisi sehat di setiap posisi. Idealnya, setiap pos memiliki dua hingga tiga pemain dengan kualitas yang relatif seimbang. “Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelas Bernardo Tavares.

Baca Juga :  Dibungkam Athletic Bilbao, Real Madrid Gagal Tempel Barcelona

Pada paruh kedua musim ini, Persebaya Surabaya sudah mendatangkan tiga pemain asing lain yakni Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes. Kehadiran Pedro membuat komposisi pemain asing semakin padat dan kompetitif. Tavares berharap kombinasi pemain lama dan baru mampu memperkuat ruang ganti tim. Dia menargetkan peningkatan performa secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi teknis di lapangan.

“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandas Bernardo Tavares. Pernyataan ini menegaskan pentingnya harmoni tim di tengah dinamika pergantian pemain. Kini, kombinasi Pedro Matos dengan Francisco Rivera berpotensi menjadi senjata utama Persebaya Surabaya di lini tengah. Keduanya mampu mengatur ritme permainan dan memberi keseimbangan antara kreativitas serta kontrol.

Bila adaptasi berjalan mulus, Pedro bisa menjadi potongan penting dalam skema Bernardo Tavares. Persebaya Surabaya pun berharap kehadirannya membawa dampak nyata dalam persaingan Super League 2025/2026. (sam)