Cesc Fabregas Jaga Nico Paz, Tahu Como Tak Setara Juventus, Inter, dan AC Milan

Esamesta.com, Liga Italia – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, memberikan dukungan penuh kepada Nico Paz setelah gagal mengeksekusi penalti yang membuat timnya bermain imbang tanpa gol melawan Atalanta.

Pertandingan antara Como dan Atalanta berlangsung pada pekan ke-23 Liga Italia di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Minggu (1/2/2026) malam WIB. I Lariani sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk meraih kemenangan karena unggul jumlah pemain sejak menit-menit awal pertandingan.

Keunggulan jumlah pemain tersebut didapat Como setelah pemain muda Atalanta berusia 17 tahun, Honest Ahanor, diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-8. Ahanor mendapatkan kartu merah langsung setelah tersorot kamera melakukan pukulan sengaja kepada pemain Como, Maximo Perrone.

Dengan keunggulan satu pemain, klub milik Grup Djarum itu terus menekan pertahanan Atalanta sepanjang pertandingan. Berbagai upaya serangan dilancarkan oleh para pemain Como mulai dari Nico Paz, Anastasios Douvikas, Alvaro Morata, hingga pemain bertahan Jacobo Ramon. Namun, serangan yang terus dilancarkan Como masih belum mampu menembus penampilan gemilang kiper Atalanta, Marco Carnesecchi.

Baca Juga :  Chelsea Bantai Shamrock di Conference League

Cesc Fabregas sempat mengubah taktik dengan memasukkan sejumlah penyerang ekstra dari bangku cadangan untuk berusaha mencetak gol pembuka. Meskipun begitu, racikan taktik Fabregas masih belum berhasil karena seluruh peluang I Biancoblu selalu dipatahkan oleh Carnesecchi.

Puncak drama terjadi pada pengujung pertandingan ketika Como mendapatkan hadiah tendangan penalti dari wasit. Nico Paz yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik saat menyodorkan bola ke sudut kiri bawah gawang Atalanta. Carnesecchi sekali lagi menjadi pahlawan bagi La Dea setelah berhasil menepis tendangan penalti dari pemain muda Como tersebut.

Usai pertandingan, Cesc Fabregas langsung pasang badan untuk membela anak asuhnya yang gagal mengeksekusi penalti. Mantan pemain Barcelona itu dengan blak-blakan menyatakan bahwa kegagalan penalti pernah dialami oleh para pemain bintang seperti Lionel Messi. Fabregas bahkan mengaku dirinya juga pernah berada dalam posisi yang sama seperti yang sedang dialami oleh alumni Real Madrid tersebut.

Baca Juga :  Tak Hanya Kalah dari AC Milan, Roma Juga Kehilangan Dybala

“Penting untuk menyampaikan pesan positif dan membangkitkan semangat kepada generasi muda,” ujar Fabregas. “Jika kita ingin menghukum mereka karena sebuah kesalahan, saya bukan orang yang seperti itu.”

“Ini adalah bagian dari sepak bola, saya pernah gagal, saya pernah melihat Messi gagal, Terry gagal di final Liga Champions, dan itu benar-benar menyakitkan,” jelas mantan pemain Arsenal tersebut.

Fabregas menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan karier seorang pemain sepak bola profesional. Ia juga menyadari kualitas Como saat ini mencerminkan bahwa mereka belum bisa dianggap selevel raksasa macam Juventus, Inter, atau AC Milan. I Lariani saat ini diperkuat para pemain muda yang sedang berkembang dan wajar untuk terus memperbaiki setiap kesalahan.

Baca Juga :  Klasemen Liga Spanyol Pekan 11: Real Madrid dan Barcelona Berbeda Tapi Sama-sama Unggul

Efisiensi pertandingan pun menjadi problem yang masih harus dituntaskan jika klub milik Djarum Group itu ingin naik level. “Dia selalu berusaha dan itulah yang penting, seorang juara harus tetap tegar saat sesuatu tidak berjalan baik,” ucap Fabregas soal Paz.

“Hanya, hari ini bola tidak masuk, itu bagian dari sepak bola. Selamat untuk Atalanta karena mereka bermain dengan baik.”

“Kami memiliki 29 peluang, jelas, itu menyakitkan tapi begitulah adanya.”

“Ketika tim bermain seperti ini, tak ada banyak hal yang bisa dikatakan.”

“Kami bukan di level Juventus, Inter, atau Milan, tapi inilah perjalanan. Hal ini menyakitkan, tapi inilah bagian dari pertumbuhan,” pungkas pelatih berkebangsaan Spanyol itu. (sam)