Esamesta.com, Bola – Pertandingan persahabatan antara Timnas Inggris dan Timnas Jepang berlangsung di Stadion Wembley, London, pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Meski tampil di kandang sendiri, tim tuan rumah harus menerima kekalahan 0-1 dari Jepang yang mengejutkan para penggemar.
Jepang berhasil mencatatkan sejarah baru sebagai tim Asia pertama yang sukses mengalahkan Inggris. Gol tunggal kemenangan Jepang dicetak oleh Kaoru Mitoma pada menit ke-23. Adapun penyerang Chelsea, Cole Palmer, menjadi sorotan setelah kehilangan bola di area pertahanan lawan yang berujung pada gol penentu kemenangan Jepang.
Performa yang Mengecewakan
Meskipun memiliki peringkat FIFA yang lebih tinggi (peringkat 4), Inggris gagal memperlihatkan performa yang memuaskan. Tanpa kapten mereka, Harry Kane, The Three Lions kesulitan untuk menciptakan peluang nyata. Bahkan, mereka hanya memberikan sedikit perlawanan dalam upaya menyamakan kedudukan.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, kini dihadapkan pada banyak pertanyaan hanya 70 hari sebelum gelaran Piala Dunia dimulai. Kekalahan ini juga menjadi pertandingan terakhir sebelum Tuchel mengumumkan skuad Piala Dunia pada akhir Mei, yang berarti kesempatan untuk menunjukkan kemampuan semakin menipis bagi para pemain yang berada di pinggiran tim.
Kritik terhadap Cole Palmer dan Phil Foden
Legenda Arsenal, Lee Dixon, mengkritik penampilan Cole Palmer dan Phil Foden setelah kekalahan tersebut. Dixon menyebut bahwa Palmer kehilangan bola karena ambisi berlebihan, sementara Foden tidak memberikan kontribusi yang cukup sebagai false nine.
“Ketika dia kehilangan bola di lini tengah, dia memiliki tugas lain, yaitu mengejar bola kembali,” ujar Dixon. “Dia hampir sejajar dengan Mitoma, lalu tiba-tiba mengerem dan membiarkan Mitoma melaju menjauhinya ke ruang kosong.”
Dixon juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap penampilan Foden. “Sisanya saya tidak tahu harus berkata apa, Palmer belum berbuat cukup malam ini, Phil Foden, lagi-lagi, sama saja.”
Tanggapan Kapten Sementara Marc Guehi
Kapten sementara Timnas Inggris, Marc Guehi, meyakinkan para penggemar bahwa skuad akan menggunakan kemunduran ini untuk belajar dan meningkatkan diri agar siap menghadapi Piala Dunia.
“Jelas ini mengecewakan, tetapi kita harus realistis,” kata Guehi. “Inilah mengapa kami memainkan pertandingan-pertandingan ini pada saat ini, kami membutuhkan ujian-ujian ini sebagai sebuah tim.”
Guehi menegaskan bahwa pertandingan ini penting untuk melihat posisi tim dan memastikan pembelajaran yang diperoleh bisa membantu meningkatkan kemampuan sebelum Piala Dunia.
Persiapan Menuju Piala Dunia
Inggris kini hanya memiliki dua pertandingan pemanasan lagi, melawan Selandia Baru dan Kosta Rika pada bulan Juni, sebelum perhatian beralih ke turnamen yang sangat dinantikan musim panas ini di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Kekalahan dari Jepang menjadi ujian berat bagi Tuchel dan para pemainnya. Dengan waktu yang semakin singkat, mereka harus segera memperbaiki kelemahan dan menunjukkan performa yang lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya. (*)








Komentar