Esamesta.com, Piala Dunia – Pertandingan antara Timnas Portugal dan Uzbekistan akan menjadi laga kedua bagi kedua tim di Grup K Piala Dunia 2026. Laga ini akan berlangsung di Houston Stadium, Houston, Texas, Amerika Serikat pada Selasa (23/6) pukul 24.00 WIB atau Rabu (24/6) pukul 00.00 WIB.
Pertandingan ini menarik perhatian karena menjadi panggung bagi Cristiano Ronaldo untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak disebut sebagai rival terberat Lionel Messi. Messi telah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol yang dia ciptakan sejauh ini. Pencapaian ini makin mengusik Ronaldo yang kesulitan memberikan dampak signifikan kepada Portugal.
Persaingan Messi dan Ronaldo
Partisipasi Ronaldo dalam dua Piala Dunia terakhir ini sedikit banyak dipengaruhi oleh persaingannya dengan Messi. Sayangnya, Ronaldo tidak mendapatkan situasi yang kondusif seperti yang didapat Messi dari tim Argentina. Akibatnya, Messi sukses menjuarai Piala Dunia 2022 dan kini melampaui Ronaldo dalam jumlah gol Piala Dunia setelah mencetak lima gol hanya dari dua pertandingan pertama Piala Dunia 2026.
Belum ada pemain generasi sekarang yang melakukan hal seperti Messi, termasuk bomber-bomber lebih muda seperti Harry Kane, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Lamine Yamal. Yang paling terganggu dengan catatan Messi pastinya Ronaldo.
Performa Portugal dalam Laga Pertama
Portugal mengawali Piala Dunia 2026 dengan superior saat melawan Republik Demokratik Kongo. Meskipun demikian, Ronaldo tetap tidak bisa mencetak gol dan bahkan gagal menginspirasi Portugal untuk menang.
Dalam pertandingan ke-36-nya dalam putaran final Piala Dunia, Selecao mendominasi laga melawan Kongo dengan 75,4 persen penguasaan bola dan akurasi umpan 92,5 persen. Itu semua catatan terbaik Portugal selama mengikuti putaran final Piala Dunia. Namun, dengan angka-angka sefenomenal itu, Portugal hanya bisa melepaskan tujuh tembakan ke arah gawang. Sebaliknya, Kongo mampu melepaskan delapan tembakan.
Portugal juga kalah dalam soal xG atau probabilitas gol. Jika xG Kongo 0,87, maka xG Portugal hanya 0,65. Artinya, para pencipta peluang gol Portugal lebih buruk dari pada yang dimiliki Kongo. Hal itu makin divalidasi oleh kalahnya Ronaldo dari striker Kongo Yoane Wissa.
Perbandingan Performa Portugal dan Uzbekistan
Jika ada pemain Uzbekistan yang harus mendapatkan pengawasan ekstra dari Portugal, maka itu adalah gelandang Obatek Shukurov dan striker Abbosbek Fayzullaev. Shukurov adalah pemain Uzbekistan yang paling sukses mengalirkan bola, dengan 21 kali menuntaskan umpan antarlini, sedangkan Fayzulla menjadi pemain Uzbekistan yang paling banyak melakukan pressing, 42 kali.
Secara tim, Uzbekistan berhasil pada 87 dari 157 umpan antarlini. Mereka juga 43 kali melakukan agresi ke sepertiga terakhir lapangan. Angka-angka itu lebih besar ketimbang Republik Demokratik Kongo, yang masing-masing berhasil pada 65 dari total 141 umpan antarlini, dan melakukan hanya 35 tusukan ke sepertiga terakhir.
Tantangan Bagi Portugal
Portugal kali ini menghadapi lawan dengan prospek lebih agresif ketimbang Kongo. Namun, angka-angka Uzbekistan itu tercipta karena lawan yang dihadapinya Kolombia, bukan Portugal yang dipenuhi para pemain yang kreatif mengalirkan bola dan kuat dalam menembus daerah lawan.
Satu hal pasti, Portugal akan kembali menghadapi tim yang akan menumpuk pemain di lapangan sendiri. Selecao harus lebih kreatif lagi dalam membongkar pertahanan lawan dan lebih klinis dalam memanfaatkan peluang gol, tidak seperti saat melawan Kongo.
Masalah Utama Portugal
Masalah terbesar yang dihadapi tim Roberto Martinez ialah kreativitas dan kohesi di sepertiga terakhir lapangan. Masalah kohesi ini yang membuat sia-sia upaya Vitinha yang menuntaskan 121 umpan dan Bruno Fernandes yang melepaskan enam umpan silang.
Gelandang-gelandang mereka juga sering terlambat mengantisipasi transisi permainan Kongo dari tim yang ditekan menjadi tim yang menyerang, sehingga tim pertahanan Portugal sering kelabakan.
Prediksi dan Harapan
Uzbekistan tak mau cepat-cepat membunuh harapan ke fase gugur dengan kalah melawan Portugal, walau mungkin asa lolos tetap ada jika mengalahkan Kongo dalam pertandingan terakhir. Salah satu hal yang bisa membuat Abdukodir Khusanov cs lebih bisa merepotkan Portugal ketimbang Kongo adalah penampilan lepas mereka seperti diperlihatkan tim-tim underdog.
Atmosfer bermain seperti itu bisa membuat Portugal malah kesulitan mendapatkan poin penuh. Padahal, laga melawan Uzbekistan adalah pertandingan yang paling mungkin dimenangkan oleh Portugal. Jika sampai tidak mendapatkan poin penuh, Portugal bisa membahayakan dirinya sendiri mengingat lawan terakhirnya adalah salah satu jagoan Amerika Latin, Kolombia.
Kunci Kemenangan Portugal
Jika tetap seperti saat melawan Kongo, Portugal tak saja akan menyulitkan diri sendiri, tetapi juga menjauhkan diri dari status salah satu calon juara Piala Dunia. Oleh karena itu, mereka perlu membentuk diri menjadi tim yang kompak dan menyatu, agar trek Piala Dunia 2026 menjadi lebih mudah untuk dilalui. (sam)








Komentar