Esamesta.com, Bola – Klub Liga Inggris Liverpool kembali mengalami kekalahan yang mengecewakan dalam pertandingan melawan PSV Eindhoven di Anfield. Pada matchday kelima Liga Champions 2025/2026, The Reds dihajar dengan skor 1-4 dalam laga yang menunjukkan betapa rentannya performa tim asuhan Arne Slot ketika kehilangan intensitas permainan.
PSV Eindhoven membuka keunggulan cepat pada menit kelima melalui penalti Ivan Perisic setelah Virgil van Dijk dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti. Meski Liverpool sempat merespons dengan gol Dominik Szoboszlai pada menit ke-16, yang memanfaatkan bola muntah dari sepakan Cody Gakpo, situasi tidak berubah banyak hingga jeda.
Selepas jeda, Liverpool mendominasi penguasaan bola dan memberikan tekanan berkelanjutan dari sisi sayap melalui Cody Gakpo dan Mohamed Salah. Namun, penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat skor tetap bertahan di angka 1-1 hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, cerita berbeda terjadi. Serangan balik cepat PSV pada menit ke-56 dituntaskan oleh Guus Til untuk membawa tim tamu kembali unggul. Upaya Arne Slot memperbaiki keadaan dengan memasukkan Alexander Isak tidak cukup efektif. Justru PSV semakin berbahaya dan memperlebar jarak lewat dua gol Couhaib Driouech, masing-masing pada menit ke-74 dan 90+1.
Kekalahan ini membuat Liverpool merosot ke peringkat 13 klasemen Liga Champions dengan sembilan poin dari lima laga. Sementara itu, PSV naik ke posisi 15 dengan delapan poin. Setelah laga, pelatih Arne Slot mengungkapkan bahwa penurunan intensitas tim menjadi titik balik pertandingan.
Slot menyebut masalah itu muncul segera setelah jeda. “Di awal babak kedua saja kami sudah lebih kesulitan daripada di babak pertama. Kami tidak mampu menekan seagresif sebelumnya. Sedikit banyak itu berkaitan dengan Hugo Ekitike yang merasa sakit di punggung setelah jeda, sehingga tekanannya tidak seintens 45 menit pertama,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa karakter liga Belanda dan kualitas PSV Eindhoven telah dikenalnya. “Kalau Anda tidak cukup agresif melawan PSV, mereka punya pemain-pemain yang bisa mengungguli Anda dalam penguasaan bola. Gol kedua mereka memperlihatkan itu,” katanya.
Meskipun sempat menciptakan beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, Slot menilai kegagalan memanfaatkan peluang kembali menghantui Liverpool. “Bukan pertama kalinya musim ini kami tidak bisa memaksimalkan kesempatan yang kami miliki,” tambahnya.
Slot enggan menyalahkan pemain soal tiga kesalahan individual yang berujung peluang bagi PSV. “Ini selalu tentang tim. Semua orang bisa melakukan lebih baik, termasuk saya,” ujarnya. “Sekarang bukan waktunya menekankan kesalahan individu. Itu terjadi dalam sepak bola. Yang penting bagaimana kita bereaksi dan mencegahnya berujung gol.”
Menurutnya, performa Liverpool belakangan ini menimbulkan kekagetan di internal. “Ini mengejutkan semua orang, para pemain, jurnalis, saya sendiri,” ujarnya.
Slot menilai kepercayaan diri bukan masalah utama, setidaknya tidak di babak pertama. “Setelah kalah 3-0 pekan lalu dan kebobolan cepat di pertandingan ini, para pemain tetap menunjukkan mentalitas untuk bangkit. Kami menahan PSV di lini pertahanan mereka, menciptakan peluang, dan bahkan di posisi tertinggal 2-1 kami masih berupaya mengejar. Tapi di akhir laga, saya melihat satu-dua pemain mulai terpengaruh setelah tertinggal 3-1 dan 4-1, itu benar,” katanya.
Slot mengakui kekalahan beruntun membuat proses pemulihan mental lebih panjang. “Butuh waktu lama. Lebih lama dibanding setelah menang, karena setelah menang Anda langsung fokus ke laga berikutnya,” ujarnya. “Kami mencoba mencari jawaban sebanyak mungkin, tetapi itu tidak semudah yang orang pikirkan. Kalau semudah itu, saya sudah melakukannya agar kami bisa mulai menang lagi.”
Menurut dia, perbaikan tidak hanya soal taktik. “Bisa jadi saya perlu percakapan individual besok, atau percakapan tim. Kami semua berusaha keras memperbaiki situasi,” ujarnya. (sam)







