Jangan Abaikan! 5 Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga

Esamesta.com, Kesehatan – Olahraga memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan jantung. Namun, tidak kurang pentingnya adalah kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan jantung yang muncul saat melakukan aktivitas fisik. Gejala seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, jantung berdebar, atau kelelahan ekstrem saat berolahraga tidak boleh diabaikan. Hal ini karena keluhan tersebut bisa menjadi sinyal awal adanya masalah jantung yang mendasari, seperti aritmia, penyakit arteri koroner, hingga gagal jantung.

Mendengarkan sinyal tubuh dan memahami tanda-tanda peringatan selama berolahraga dapat membantu mencegah kejadian jantung yang lebih serius dan berisiko fatal. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa gejala yang perlu diwaspadai saat berolahraga.

Tanda Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai Saat Berolahraga

Sebuah studi yang dipublikasikan di PubMed menunjukkan bahwa banyak orang cenderung mengabaikan gejala jantung ringan yang muncul saat berolahraga. Beberapa gejalanya termasuk rasa tidak nyaman di dada atau detak jantung yang tidak teratur. Kelalaian ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kejadian jantung serius, termasuk serangan jantung dan aritmia.

Baca Juga :  Dekati Xavi, Juventus Siap Depak Thiago Motta

Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  1. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
    Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Universitas Indonesia, Berlian I. Idris, menjelaskan bahwa salah satu pemicu umum serangan jantung saat berolahraga adalah kelelahan berlebihan. Menurutnya, kelelahan dapat menjadi berbahaya jika seseorang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebelumnya.
    Rasa berat, tertekan, atau seperti tertindih di dada, yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, merupakan tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. Bahkan ketidaknyamanan ringan yang muncul berulang kali saat beraktivitas fisik tidak boleh dianggap sekadar nyeri otot atau kelelahan biasa.
    “Ada rasa tidak nyaman di dada. Ini adalah tanda dan gejala yang paling sering terjadi pada awal-awal serangan jantung,” ujarnya.

  2. Sesak napas yang berlebihan
    Sesak napas saat melakukan olahraga berat memang bisa terjadi. Namun, jika kesulitan bernapas muncul saat aktivitas ringan atau bahkan saat beristirahat, hal ini bisa menandakan jantung tidak memompa darah secara efisien. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gagal jantung, penumpukan cairan di paru-paru, atau gangguan kardiovaskular lain yang memerlukan evaluasi medis segera.

  3. Pusing, kepala terasa ringan, atau pingsan
    Gejala-gejala ini dapat menandakan penurunan tekanan darah atau irama jantung yang tidak normal, yang menyebabkan aliran darah ke otak tidak mencukupi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan pingsan, gangguan fungsi organ, hingga komplikasi serius yang mengancam nyawa.

  4. Jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur
    Detak jantung yang terasa sangat cepat, berdebar-debar, atau tidak beraturan dapat mengindikasikan aritmia. Gangguan irama jantung ini membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis sesegera mungkin.

  5. Kelelahan atau kelemahan ekstrem
    Rasa lelah berlebihan saat atau setelah melakukan aktivitas ringan, terutama jika tidak sebanding dengan tingkat kebugaran, dapat menjadi tanda bahwa jantung tidak mampu memasok darah dan oksigen secara optimal ke seluruh tubuh. Ketika fungsi pompa jantung melemah, suplai oksigen dan nutrisi ke otot serta organ vital menjadi tidak mencukupi. Akibatnya, tubuh cepat kehilangan energi dan memunculkan rasa lelah yang berlebihan serta tidak wajar.
    Kelelahan ekstrem yang muncul secara tiba-tiba, terlebih jika disertai keringat dingin, mual, sesak napas, atau nyeri dada, tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi sinyal gangguan jantung serius.

Baca Juga :  Tottenham Menang 4-0, Copenhagen Kalah Meski Spurs Tampil dengan 10 Pemain!

Kesimpulan

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda serangan jantung sejak dini. Meski masih ragu apakah gejala yang dirasakan merupakan serangan jantung atau tidak, sebaiknya segera hentikan aktivitas dan periksakan diri ke tenaga medis agar risiko komplikasi yang lebih berbahaya dapat dicegah. (del)

Komentar