Esamesta.com, Bola – Pada pertandingan Liga Italia pekan ke-23 antara Cremonese melawan Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, terjadi insiden yang menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak. Suporter Inter Milan melemparkan flare yang mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, yang juga merupakan kiper Timnas Indonesia.
Insiden ini terjadi pada babak kedua laga, tepatnya di menit ke-49. Sebuah flare dilempar dari sektor suporter away yang ditempati oleh pendukung Inter Milan. Flare tersebut mendarat di dekat kaki Emil Audero dan menyebabkan ledakan yang membuatnya terjatuh dan tampak linglung. Audero mengalami luka bakar ringan di kakinya dan harus mendapatkan perawatan medis sementara wasit langsung menghentikan permainan.
Setelah pemeriksaan, kiper Cremonese tersebut dinyatakan fit untuk melanjutkan pertandingan. Namun, insiden ini menyebabkan suspensi sementara dan mengganggu ritme laga. Komisi Disiplin FIGC akhirnya memberikan sanksi berat kepada Inter Milan atas perilaku tidak sportif dari para suporternya.
Sanksi yang Diberikan oleh FIGC
Berdasarkan laporan dari Gazetta, Inter Milan dijatuhi denda sebesar 50.000 euro (sekitar Rp 850 juta) atas insiden tersebut. Selain itu, komisi disiplin juga memberlakukan larangan bagi suporter tandang Inter dalam tiga pertandingan Liga Italia berikutnya. Menteri Dalam Negeri juga memerintahkan larangan perjalanan bagi pendukung Inter hingga 23 Maret 2026, serta larangan penjualan tiket untuk pertandingan yang sama kepada penduduk Lombardia.
Langkah-langkah ini ditujukan untuk memastikan ketertiban dan keamanan publik serta mencegah terulangnya insiden yang dapat mengganggu kelancaran acara olahraga. Perlu diketahui bahwa pelaku pelemparan flare telah berhasil diidentifikasi dan ditangkap dalam waktu 48 jam setelah insiden terjadi.
Permintaan Maaf dari Inter Milan dan Lautaro Martinez
Para pejabat klub Inter Milan beserta pemainnya telah meminta maaf dan dengan tegas mengutuk insiden tersebut. Meski permintaan maaf disampaikan, sanksi larangan bagi pendukung away dan denda finansial tetap diberlakukan sebagai bentuk respons tegas dari otoritas sepak bola Italia.
Seusai pertandingan, Lautaro Martinez secara tegas mengutuk aksi yang dilakukan oleh suporter Inter Milan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Emil Audero akibat insiden tersebut.
“Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, ada risiko pribadi. Kami para pemain sepakbola juga manusia, kami menampilkan pertunjukan yang dapat dilihat di seluruh dunia, dan kami harus berhati-hati tentang hal-hal ini,” ujar Lautaro Martinez dalam wawancara bersama DAZN.
“Kami meminta maaf kepada Audero, yang merupakan juara bersama kami dengan bintang kedua, dan kami juga meminta maaf kepada semua fans Cremona. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi,” tegasnya. (sam)








Komentar