Esamesta.com, Bola – Piala Dunia 2026 telah menjadi panggung bagi banyak pahlawan yang tidak terduga, dan salah satu dari mereka adalah Vozinha, kiper veteran asal Tanjung Verde. Di usia 40 tahun, ia berhasil membuat dunia terkesima dengan performanya yang luar biasa dalam pertandingan pembuka Grup Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Di Stadion Atlanta, saat seluruh dunia mengamati barisan penyerang bintang Spanyol, fokus justru tertuju pada sosok Vozinha di bawah mistar gawang Tanjung Verde. Negara kepulauan kecil yang berpenduduk kurang dari setengah juta jiwa tersebut berhasil memaksa raksasa Eropa, Spanyol, bermain imbang tanpa gol 0-0. Hasil ini langsung menjadi salah satu kejutan terbesar pada awal turnamen.
Benteng Kokoh Berusia 40 Tahun
Spanyol tampil dominan dengan melepaskan 27 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, setiap kali Lamine Yamal, Nico Williams, hingga Pedri berhasil menembus pertahanan Tanjung Verde, Vozinha selalu hadir menyelamatkan timnya. Total tujuh penyelamatan krusial berhasil dicatatkan sang kiper.
Berkat penampilan gemilang itu, penjaga gawang klub kasta kedua Portugal, Chaves, dinobatkan sebagai Man of the Match. Di usia 40 tahun 12 hari, ia juga menorehkan sejarah sebagai salah satu pemain tertua yang menjalani debut di pentas Piala Dunia.
Begitu peluit panjang berbunyi, Vozinha langsung dikerumuni rekan-rekan setimnya. Ia pun tak mampu menahan air mata haru.
“Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya, dan sayangnya mereka sudah tiada. Mereka adalah segalanya dalam hidup saya,” ungkap Vozinha emosional.
“Ibu saya juga tidak bisa hadir di sini karena kendala biaya pengurusan visa yang terlambat,” lanjutnya.

Demam Vozinha: Dipuji Pogba dan Meledak di Brasil
Aksi heroik yang dibalut kisah menyentuh tersebut langsung memicu gelombang simpati di media sosial. Bintang Prancis, Paul Pogba, bahkan ikut melontarkan pujian melalui akun media sosialnya.
“Kiper Tanjung Verde benar-benar luar biasa, waaaaw,” tulis Pogba.
Popularitas Vozinha juga meroket di Amerika Selatan. Saluran YouTube raksasa asal Brasil, CazéTV, yang memegang hak siar Piala Dunia, secara terbuka mengajak jutaan penontonnya untuk mengikuti akun Instagram sang kiper.
Dampaknya sangat besar. Hanya dalam hitungan jam setelah pertandingan berakhir, jumlah pengikut Instagram Vozinha melonjak drastis dari sekitar 50 ribu menjadi hampir lima juta pengikut. Angka tersebut tergolong fantastis bagi seorang pemain yang baru memulai karier profesional pada usia 25 tahun.
Simbol Ketahanan dan Persatuan
Bagi Vozinha, sepak bola bukan hanya soal taktik dan strategi di atas lapangan. Lebih dari itu, sepak bola adalah tentang ikatan emosional dan kebersamaan.
“Senjata terbaik kita adalah persatuan kita. Bagaimana kita memperlakukan keluarga kita adalah kekuatan terbesar kami,” tutur kiper yang namanya diambil dari istilah “nenek kecil” dalam bahasa Portugis itu.
“Banyak orang mengira kami ke sini hanya untuk menikmati Piala Dunia. Memang ini pertama kalinya bagi kami, tetapi kami di sini untuk berkompetisi dan berjuang demi negara kami,” tegasnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Tanjung Verde tidak datang sebagai pelengkap turnamen. Tanjung Verde mungkin merupakan salah satu negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Namun lewat ketangguhan, keberanian, dan air mata Vozinha, mereka berhasil memikat hati pencinta sepak bola di seluruh dunia. (sam)








Komentar