Esamesta.com, Kesehatan – Terapi sengatan lebah merupakan salah satu metode pengobatan alternatif yang menggunakan sengatan lebah madu atau ekstrak racunnya untuk tujuan kesehatan. Dalam proses ini, lebah dibiarkan menyengat bagian tubuh tertentu atau racunnya disuntikkan dalam dosis terkontrol. Beberapa masyarakat percaya bahwa terapi ini dapat membantu meredakan berbagai penyakit seperti radang sendi atau yang dikenal dengan rheumatoid arthritis.
Di dunia medis, terapi sengatan lebah memiliki nama lain yaitu apitherapy. Proses ini mengandalkan kandungan racun lebah yang mengandung senyawa-senyawa penting seperti melittin dan apamin, yang diketahui memiliki efek antiinflamasi. Selain itu, racun lebah juga mengandung peptida Mast Cell Degranulating (MCD), adolapin, phospholipase A2, dan hyaluronidase. Kombinasi senyawa ini berkontribusi terhadap efek biologis dari racun tersebut, sehingga sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan nyeri otot, nyeri sendi, serta kondisi peradangan lainnya.
Manfaat Terapi Sengatan Lebah
Beberapa penelitian telah meneliti potensi terapi sengatan lebah dalam membantu penanganan berbagai penyakit. Berikut beberapa manfaat yang ditemukan:
-
Alergi
Terapi sengatan lebah diduga dapat menurunkan respons kekebalan tubuh pada penderita alergi, termasuk alergi terhadap sengatan lebah itu sendiri. Metode ini juga dipercaya mampu meredakan peradangan pada penderita asma. Namun, hingga kini masih belum tersedia bukti klinis yang kuat untuk memastikan efektivitasnya secara umum. -
Rheumatoid Arthritis
Beberapa studi menunjukkan bahwa terapi sengatan lebah dapat membantu meredakan pembengkangan, nyeri, dan radang sendi pada penderita rheumatoid arthritis. Penelitian lain menyebutkan bahwa penggunaan obat untuk mengatasi gejala penyakit ini yang dikombinasikan dengan terapi sengat lebah tampak efektif dalam menurunkan risiko kekambuhan. -
Lupus
Studi pada hewan menunjukkan bahwa terapi sengat lebah dapat secara signifikan menurunkan peradangan pada ginjal yang disebabkan oleh lupus. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan manfaat tersebut. -
Penyakit Saraf
Terapi sengatan lebah diyakini berpotensi menjadi pengobatan alternatif untuk gangguan saraf, seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis. Efek ini diperkirakan berkaitan dengan sifat antiradang yang dimiliki oleh racun lebah. -
Nyeri Punggung
Sebuah uji klinis skala kecil menemukan bahwa penderita nyeri punggung kronis merasakan penurunan nyeri dan menjadi lebih nyaman beraktivitas setelah menjalani terapi sengat lebah selama 3-6 minggu. Meski terapi ini dianggap berpotensi dalam membantu menangani beberapa kondisi, efektivitas serta keamanannya masih memerlukan penelitian lebih mendalam.
Risiko dan Efek Samping
Meskipun memiliki sejumlah potensi manfaat, sengatan lebah dapat memicu reaksi alergi yang berbahaya pada sebagian orang. Bahkan bagi yang tidak alergi, terapi ini tetap dapat menimbulkan efek samping seperti gatal, pembengkakan kulit, sakit kepala, batuk, kontraksi rahim, nyeri, dan kelemahan otot.
Oleh karena itu, diperlukan konsultasi terlebih dahulu kepada tenaga medis yang lebih profesional agar mendapatkan pertimbangan. Jika sudah yakin, jangan lupa untuk memastikan tempat kamu melakukan terapi telah tersertifikasi aman dan resmi. (dwi)







