Esamesta.com, Piala Dunia – Timnas Maroko berhasil memastikan langkahnya menuju babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kanada dengan skor 3-0 dalam pertandingan babak 16 besar. Kemenangan ini diraih di Stadion NRG, Houston, Texas, pada Minggu (5/7/2026) dini hari WIB.
Meskipun Kanada sebagai tuan rumah memberikan tekanan sepanjang pertandingan, Maroko tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada. Dua gol Azzedine Ounahi pada menit ke-50 dan ke-82, serta satu gol Soufiane Rahimi pada masa injury time, menjadi penentu kemenangan Singa Atlas.
Ounahi, pemain nomor punggung 8 timnas Maroko, dinobatkan sebagai Superior Player of the Match setelah mencetak dua gol dan menjadi motor permainan Maroko di lini tengah. Performanya yang luar biasa membantu timnya meraih kemenangan penting ini.
Efektivitas Jadi Kunci Kemenangan
Pengamat sepak bola lokal, Bagas Anafi, menyebutkan bahwa kemenangan Maroko merupakan bukti bahwa efektivitas jauh lebih menentukan dibanding dominasi permainan semata. Ia menjelaskan bahwa Kanada tampil cukup baik dan berani menekan sejak menit awal, tetapi di fase gugur, yang menentukan adalah kemampuan memanfaatkan peluang.
“Di fase gugur, yang menentukan bukan seberapa lama menguasai bola, melainkan siapa yang paling efektif memanfaatkan peluang,” ujarnya.
Menurut Bagas, Maroko tampil sangat disiplin dalam bertahan sebelum melancarkan serangan balik cepat yang berkali-kali membuat pertahanan Kanada kehilangan keseimbangan. “Maroko bermain sangat sabar. Mereka membiarkan Kanada menguasai bola di beberapa fase, tetapi begitu berhasil merebut bola, transisinya sangat cepat,” katanya.
Strategi dan Perubahan Formasi
Bagas juga menilai perubahan strategi setelah cedera Ismael Saibari justru memberikan keuntungan bagi Maroko. Masuknya Soufiane Rahimi membuat lini depan Singa Atlas lebih dinamis dan membuka lebih banyak ruang bagi Ounahi untuk masuk dari lini kedua.
“Dua assist Brahim Díaz menunjukkan kualitas visi bermainnya. Sementara Ounahi tampil luar biasa sebagai gelandang box-to-box yang tahu kapan harus membantu bertahan dan kapan masuk ke kotak penalti. Itu yang membuat Kanada kesulitan mengantisipasi,” jelasnya.
Statistik yang Menunjukkan Efisiensi
Secara statistik, Maroko memang tidak mendominasi jumlah peluang. Singa Atlas hanya melepaskan lima tembakan, namun empat di antaranya tepat sasaran dan tiga berbuah gol. Sebaliknya, Kanada yang mencatatkan 10 tembakan hanya mampu mengarahkan tiga peluang ke gawang tanpa menghasilkan gol.
“Ini contoh bagaimana efisiensi menjadi faktor utama di turnamen besar. Maroko tidak membutuhkan banyak peluang untuk menghukum lawan. Mereka sangat klinis,” tambah Bagas.
Sejarah Baru untuk Sepak Bola Afrika
Kemenangan tersebut juga mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Afrika. Maroko menjadi negara Afrika pertama yang berhasil menembus babak perempat final Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut setelah sebelumnya mencapainya pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pada babak perempat final, Maroko dijadwalkan menghadapi Prancis dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit. Bagas menilai ujian sesungguhnya baru akan dimulai bagi Singa Atlas. “Prancis memiliki kualitas individu yang jauh lebih merata dibanding Kanada. Namun jika Maroko mampu mempertahankan organisasi pertahanan dan efektivitas serangan balik seperti hari ini, mereka punya peluang menciptakan kejutan lagi,” katanya. (sam)








Komentar